Jadwal Lengkap Imunisasi Anak Umur 0 – 18 Tahun, Rekomendasi IDAI Tahun 2020

Spread the love

 

Imunisasi, atau vaksinasi, adalah proses di mana sistem kekebalan seseorang diperkuat dalam melawan suatu agen (dikenal sebagai imunogen). Ketika sistem kekebalan terpapar pada molekul yang asing bagi tubuh, yang disebut non-self, sistem ini akan mengatur respons imun, dan juga akan mengembangkan kemampuan untuk merespons dengan cepat pertemuan berikutnya karena adanya memori imunologis. Ini adalah fungsi dari sistem kekebalan adaptif. Oleh karena itu, dengan memaparkan hewan ke imunogen secara terkontrol, tubuhnya dapat belajar melindungi dirinya sendiri: ini disebut imunisasi aktif.

Unsur terpenting dari sistem kekebalan yang ditingkatkan dengan imunisasi adalah sel T, sel B, dan antibodi yang dihasilkan sel B. Sel B memori dan sel T memori bertanggung jawab atas respons cepat untuk pertemuan kedua dengan molekul asing. Imunisasi pasif adalah pengenalan langsung unsur-unsur ini ke dalam tubuh, alih-alih produksi unsur-unsur ini oleh tubuh itu sendiri.

Jadwal Lengkap Imunisasi Anak Umur 0 – 18 Tahun, Rekomendasi IDAI Tahun 2020

  • Vaksin Hepatitis B
    • Vaksin Hepatitis B monovalen sebaiknya diberikan kepada bayi segera setelah lahir sebelum berumur 24 jam, didahului penyuntikan vitamin K1 minimal 30 menit sebelumnya.
    • Bayi dengan berat lahir kurang dari 2.000 gram, imunisasi hepatitis B sebaiknya ditunda sampai berumur 1 bulan atau lebih, kecuali ibu HBsAg positif dan bayi bugar berikan imunisasi HB segera setelah lahir tetapi tidak dihitung sebagai dosis primer.
    • Bayi lahir dari ibu HBsAg positif, segera berikan vaksin HB dan immunoglobulin hepatitis B (HBIg) pada ekstrimitas yang berbeda, maksimal dalam 7 hari setelah lahir.
    • Imunisasi HB selanjutnya diberikan bersama DTwP atau DTaP.
  • Vaksin Polio 0 (nol)
    • Vaksin Polio 0 sebaiknya diberikan segera setelah lahir.
    • Apabila lahir di fasilitas kesehatan diberikan bOPV-0 saat bayi pulang atau pada kunjungan pertama.
    • Selanjutnya berikan bOPV atau PV bersama DTwP atau DTaP. Vaksin IPV minimal diberikan 2 kali sebelum berusia 1 tahun bersama DTwP atau DTaP.
  • Vaksin BCG
    • Vaksin BCG sebaiknya diberikan segera setelah lahir atau segera mungkin sebelum bayi berumur 1 bulan.
    • Bila berumur 2 bulan atau lebih, BCG diberikan bila uji tuberkulin negatif. Bila uji tuberkulin tidak tersedia, BCG dapat diberikan.
    • Bila timbul reaksi lokal cepat pada minggu pertama, dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk diagnosis tuberkulosis.
  • Vaksin DPT
    • Vaksin DPT dapat diberikan mulai umur 6 minggu berupa vaksin DTwP atau DTaP. Vaksin DTaP diberikan pada umur 2, 3, 4 bulan atau 2, 4, 6 bulan.
    • Booster pertama diberikan pada umur 18 bulan.
    • Booster berikutnya diberikan pada umur 5-7 tahun atau pada program BIAS kelas 1. Umur 7 tahun atau lebih menggunakan vaksin Td atau Tdap.
    • Booster selanjutnya pada umur 10-18 tahun atau pada program BIAS kelas 5.
    • Booster Td diberikan setiap 10 tahun.
  • Vaksin pneumokokus (PCV)
    • PCV diberikan pada umur 2, 4, dan 6 bulan dengan booster pada umur 12-15 bulan.
    • Jika belum diberikan pada umur 7-12 bulan, berikan PCV 2 kali dengan jarak 1 bulan dan booster setelah 12 bulan dengan jarak 2 bulan dari dosis sebelumnya.
    • Jika belum diberikan pada umur 1-2 tahun, berikan PCV 2 kali dengan jarak minimal 2 bulan.
    • Jika belum diberikan pada umur 2-5 tahun, PCV10 diberikan 2 kali dengan jarak 2 bulan, PCV13 diberikan 1 kali.
  • Vaksin rotavirus monovalen
    • Vaksin rotavirus monovalen diberikan 2 kali, dosis pertama mulai umur 6 minggu, dosis kedua dengan internal minimal 4 minggu, harus selesai pada umur 24 minggu.
  • Vaksin rotavirus pentavalen
    • Vaksin rotavirus pentavalen diberikan 3 kali, dosis pertama 6-12 minggu, dosis kedua dan ketiga dengan interval 4 sampai 10 minggu, harus selesai pada umur 32 minggu.
  • Vaksin Influenza
    • Vaksin influenza diberikan mulai umur 6 bulan, diulang setiap tahun. Pada umur 6 bulan sampai 8 tahun imunisasi pertama 2 dosis dengan interval minimal 4 minggu. Umur lebih dari 9 tahun, imunisasi pertama 1 dosis.
  • Vaksin MR / MMR
    • Vaksin MR / MMR pada umur 9 bulan berikan vaksin MR. Bila sampai umur 12 bulan belum mendapat vaksin MR, dapat diberikan MMR. Umur 18 bulan berikan MR atau MMR. Umur 5-7 tahun berikan MR (dalam program BIAS kelas 1) atau MMR.
  • Vaksin Japanese encephalitis (JE)
    • Vaksin JE diberikan mulai umur 9 bulan di daerah endemis atau yang akan bepergian ke daerah endemis. Untuk perlindungan jangka panjang dapat berikan booster 1-2 tahun kemudian.
  • Vaksin varisela
    • Vaksin varisela diberikan mulai umur 12-18 bulan.
    • Pada umur 1-12 tahun diberikan 2 dosis dengan interval 6 minggu sampai 3 bulan.
    • Umur 13 tahun atau lebih dengan interval 4 sampai 6 minggu.
  • Vaksin hepatitis A
    • Vaksin hepatitis A diberikan 2 dosis mulai umur 1 tahun, dosis ke-2 diberikan 6 bulan sampai 12 bulan kemudian.
  • Vaksin tifoid polisakarida
    • Vaksin tifoid polisakarida diberikan mulai umur 2 tahun dan diulang setiap 3 tahun.
  • Vaksin human papilloma virus (HPV)
    • Vaksin HPV diberikan pada anak perempuan umur 9-14 tahun 2 kali dengan jarak 6-15 bulan (atau pada program BIAS kelas 5 dan 6).
    • Umur 15 tahun atau lebih diberikan 3 kali dengan jadwal 0, 1, 6 bulan (vaksin bivalen) atau 0, 2, 6 bulan (vaksin quadrivalent).
  • Vaksin dengue
    • Vaksin dengue diberikan pada anak umur 9-16 tahun dengan seropositif dengue yang dibuktikan adanya riwayat pernah dirawat dengan diagnosis dengue (pemeriksaan antigen NS-1 dan atau uji serologis IgM/IgG antidengue positif) atau dibuktikan dengan pemeriksaan serologi IgG anti positif.
BACA  Penelitian Terakhir Tetap Tidak Membuktikan Bahwa MMR berkaitan dengan Autis

 

Imunisasi dilakukan melalui berbagai teknik, paling umum vaksinasi. Vaksin terhadap mikroorganisme penyebab penyakit dapat mempersiapkan sistem kekebalan tubuh, sehingga membantu melawan atau mencegah infeksi. Fakta bahwa mutasi dapat menyebabkan sel kanker menghasilkan protein atau molekul lain yang dikenal tubuh membentuk dasar teoretis untuk vaksin kanker terapeutik. Molekul lain juga dapat digunakan untuk imunisasi, misalnya dalam percobaan vaksin untuk nikotin (NicVAX) atau hormon ghrelin dalam percobaan untuk membuat vaksin obesitas.

Imunisasi sering kali secara luas dinyatakan sebagai tidak begitu berisiko dan merupakan cara yang lebih mudah untuk menjadi kebal terhadap penyakit tertentu daripada mempertaruhkan diri dengan cara terpapar wujud penyakit yang lebih ringan ke dalam tubuh. Imunisasi penting bagi orang dewasa dan anak-anak karena dapat melindungi mereka dari banyak penyakit di luar sana. Imunisasi tidak hanya melindungi anak-anak dari penyakit mematikan, tetapi juga membantu mengembangkan sistem kekebalan anak.

Melalui penggunaan imunisasi, beberapa infeksi dan penyakit hampir sepenuhnya diberantas di seluruh Amerika Serikat dan Dunia. Salah satu contohnya adalah polio. Berkat tenaga kerja perawat kesehatan yang berdedikasi dan orang tua dari anak-anak yang divaksinasi sesuai jadwal, polio telah diberantas di AS sejak 1979. Polio masih ditemukan di belahan dunia lain sehingga orang-orang tertentu masih berisiko tertular. Dalam hal ini termasuk orang-orang yang belum pernah mendapatkan vaksin, mereka yang tidak menerima semua dosis vaksin, atau mereka yang bepergian ke wilayah dunia di mana polio masih lazim.

loading...

Материалы по теме:

Demam Pada Anak dan Penyebabnya
Demam didefinisikan oleh sebagian besar penyedia layanan kesehatan sebagai suhu 38 ° C dan lebih tinggi bila diambil secara rektal.
BACA  Long Covid Pada Anak dan Remaja
Tubuh memiliki beberapa cara untuk ...
Gejala dan Penanganan Multisystem Inflammatory Syndrome Children (MIS-C) Covid19
  Sindrom inflamasi multisistem pada anak (MIS-C) pertama kali diidentifikasi pada April 2020 oleh dokter di rumah sakit anak di Amerika Serikat dan Inggris. Kondisi ...
5 Infeksi Candidiasis (Jamur) Pada Anak
Candida albicans adalah penyebab paling umum dari infeksi kandida manusia, tetapi spesies patogen lainnya termasuk Candida glabrata, Candida parapsilosis, Candida tropicalis, Candida krusei, Candida ...
Infeksi Menular Kulit Pada Anak
Banyak orang mengalami ruam kulit sesekali atau tanda yang tidak dapat dijelaskan. Beberapa kondisi yang memengaruhi kulit Anda sangat menular. Luangkan waktu sejenak untuk ...
Pemalu pada Anak, Inilah Cara Penanganannya
Pemalu pada Anak, Inilah Cara Penanganannya Anak saya pemalu dan tidak mudah berteman. Haruskah saya khawatir? Meskipun rasa malu masa kanak-kanak adalah hal yang lumrah, hal ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *