Tip dan Trik : Jangan Konsumsi Susu Tanpa Pasteurisasi

Spread the love

 

Jangan mengonsumsi susu (atau produk olahan susu) yang tidak melalui proses pasteurisasi.

  • Manfaat proses pasteurisasi adalah untuk membunuh bakteri dan mikroorganisme berbahaya lain yang ditemukan di susu mentah; inilah mengapa mengonsumsi susu mentah sangat berbahaya bagi kesehatan Anda!
  • Pastikan Anda membaca label yang tertera pada kemasan susu atau produk olahan susu sebelum membelinya. Susu yang telah melalui proses pasteurisasi pasti akan mencantumkan keterangan “susu pasteurisasi” atau menyatakan bahwa produk tersebut telah melalui proses pasteurisasi. Jika Anda tidak bisa menemukannya, kemungkinan besar produk tersebut mengandung susu mentah.
  • Jika kurang yakin, jangan takut menanyakannya kepada penjaga toko atau supermarket yang Anda datangi (terutama jika susu atau produk olahan susu disimpan di dalam kulkas). Jangan pernah membeli susu atau produk olahan susu yang tidak terbukti telah melalui proses pasteurisasi!

Salah satu produk susu jadi yang tak asing lagi di pasaran adalah susu pasteurisasi. Tujuan utama pengolahan susu dengan pasteurisasi adalah untuk menghancurkan mikroorganisme-mikroorganisme penyebab penyakit yang ada di dalam susu mentah, dengan cara memanaskan susu di temperatur tinggi. Proses pasteurisasi pada makanan membantu mengurangi penyebaran beberapa jenis penyakit, seperti demam typhoid, tuberkulosis (TBC), demam scarlet, polio, dan disentri. Tapi, apakah sebenarnya susu pasteurisasi ini baik untuk kesehatan atau justru malah berakibat buruk, ya?

Mengenal jenis-jenis produk susu pasteurisasi

Hampir semua produk susu yang dijual di pasaran telah melewati proses pasteurisasi menggunakan gamma irradiation. Pada prosesnya, pasteurisasi tidak hanya diharapkan bisa menghancurkan mikroorganisme patogen yang terkandung pada susu mentah, seperti Coxiella burnetii atau Mycobacterium bovis, tetapi juga meningkatkan kualitas susu serta menghancurkan enzim-enzim pada susu yang tidak diinginkan. Terdapat beberapa jenis proses pasteurisasi susu yang terbagi berdasarkan waktu dan temperatur yang digunakan, yaitu:

  1. High-Temperature-Short-Time Treatment (HTST) Sesuai dengan namanya, proses ini bertujuan untuk membunuh bakteri patogen melalui pemanasan dengan temperatur tinggi dan periode yang singkat. Jika susu dipasteurisasi menggunakan metode ini, biasanya susu dipanaskan pada suhu 72oC selama 15 detik.
  2. Low-Temperature-Long-Time Treatment (LTLT)  Metode pasteurisasi susu LTLT menggunakan temperatur pemanasan yang lebih rendah tapi dengan jangka waktu yang jauh lebih lama dibandingkan dengan metode HTST. Jika susu dipasteurisasi menggunakan metode ini, biasanya susu dipanaskan pada suhu 63oC selama 30 menit.
  3. Ultrapasteurization  Proses pasteurisasi ultra dilakukan dengan cara memanaskan susu dan krim hingga suhu 138oC selama minimal dua detik. Susu hasil pasteurisasi ultra harus disimpan di dalam lemari pendingin agar bisa bertahan hingga dua atau tiga bulan.
  4. Ultra-High-Temperature (UHT) Pasteurization  UHT merupakan metode pasteurisasi susu yang paling familiar dan banyak digunakan dalam produksi susu cair kemasan. Pasteurisasi jenis ini dilakukan dengan cara memanaskan krim atau susu hingga suhu 138-150oC selama satu atau dua detik. Susu yang dihasilkan menggunakan metode ini, jika dikemas dalam wadah kedap udara steril, biasa bertahan hingga 90 hari tanpa pendinginan.

 

BACA  Gejala Alergi Pada Bayi dan Penyertanya

.

Originally posted on March 9, 2018 @ 4:36 pm

loading...
BACA  Bubur Ikan Gabus Sawi Manis Bagi Bayi Alergi dan Kandungan Gizinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *