MULTISYSTEM DEVELOPMENTAL DISORDERS (MSDD)

Spread the love

Beberapa ahli perkembangan anak menggunakan klarifikasi yang disebut sebagai Zero to three’s Diagnostic Classification of Mental Health and Development Disorders of Infacy and early Childhood.  DC-0-3 menggunakan konsep bahwa proses diagnosis adalah proses berkelanjutan dan terus menerus, sehingga dokter yang merawat dalam pertambahan usia dapat mendalami tanda, gejala dan diagnosis pada anak. Diagnosis tidak dapat ditegakkan secara cepat, tapi harus melalui pengamatan yang cermat dan berulang-ulang. Dalam penegakkan diagnosis harus berkerjasama dengan orangtua dengan mengamati perkembangan hubungan anak dengan orangtua dan lingkungannya.

  • Konsep DC 0-3 tersebut digunakan karena pengalaman kesulitan dalam mendiagnosis Autism di bawah 3 tahun, khususnya yang mempunyai gejala yang belum jelas. Faktor inilah yang menyulitkan apabila anak didiagnosis autism terlalu dini, padahal dalam perkembangannya mungkin saja gangguan perkembanagn tersebut ada kecenderungan membaik atau menghilang. Sehingga kalau anaknya didiagnosis Autism adalah sesuatu yang berat bagi orang tua, seolah-olah sudah tidak harapan bagi si anak.
  • MSDD adalah diagnosis gangguan perkembangan dalam hal kesanggupannya berhubungan, berkomunikasi, bermain dan belajar.
  • Gangguan MSDD tidak menetap seperti gangguan pada Autistis Spectrum Disorders, tetapi sangat mungkin untuk terjadi perubahan dan perbaikkan. Pengertian MSDD meliputi gangguan sensoris multipel dan interaksi sensori motor.

Gejala MSDD meliputi :

  • Gangguan dalam berhubungan sosial dan emosional dengan orang tua atau pengasuh.·
  • Gangguan dalam mempertahankan dan mengembangkan komunikai
  • Gangguan dalam proses auditory
  • Gangguan dalam proses berbagai sensori lain atau koordinasi motorik

Istilah gangguan perkembangan multisistem juga telah digunakan untuk menggambarkan berbagai gangguan perkembangan. Ini termasuk:

  • Sindrom Alagille, [3] gangguan dominan autosomal dengan berbagai fitur dan manifestasi. Lima ciri utamanya adalah kolestasis kronis, suatu kondisi di mana empedu tidak dapat mengalir dari hati ke duodenum, terjadi pada 95% kasus; kelainan jantung (lebih dari 90%); vertebra kupu-kupu; embriotokson posterior dan wajah yang khas (dahi menonjol, mata cekung, dan dagu runcing).
  • Sindrom Rubinstein-Taybi,  sindrom retardasi mental yang ditandai dengan ibu jari yang lebar, kelainan wajah, dan jempol kaki di samping retardasi mental.
  • Sindrom Williams,  gangguan perkembangan saraf yang ditandai dengan profil kekuatan dan kekurangan yang unik; kebanyakan dengan kondisi tersebut memiliki keterbelakangan mental ringan tetapi memiliki kemampuan tata bahasa dan leksikal di atas apa yang diharapkan dari IQ mereka. penderita hipersosial dan empati, tetapi isolasi sosial biasanya dialami.
  • Sindrom proteus, [ kelainan bawaan yang menyebabkan pertumbuhan kulit, tulang, dan jaringan lain yang tidak proporsional.
  • Asphyxiating thoracic dysplasia, [ gangguan kerangka resesif autosomal dengan perkiraan prevalensi antara 1 dari 100.000 dan 1 dari 130.000 kelahiran hidup.
BACA  Penelitian Terbaru: Minum Susu Ampuh Turunkan Berat Badan

Gejala

  • Jalan kaki
  • Gangguan bicara pragmatis
  • Kecanggungan
  • Obsesi dan ritual
  • Masalah sensorik
  • Ketidaktertarikan dalam interaksi sosial
  • Karakteristik autis

Originally posted on August 12, 2020 @ 12:56 pm

loading...

One thought on “MULTISYSTEM DEVELOPMENTAL DISORDERS (MSDD)”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *