
Terapi Cairan pada Kegawatan Darurat Anak: Tinjauan Sistematis
Abstrak
Terapi cairan merupakan komponen utama dalam manajemen kegawatan darurat pediatrik, termasuk syok hipovolemik, dehidrasi berat, dan gagal jantung. Pemilihan jenis cairan, dosis, dan laju infus harus disesuaikan dengan usia, berat badan, status hemodinamik, dan kondisi klinis anak. Kesalahan dalam terapi cairan dapat menyebabkan overload, edema paru, atau hiponatremia. Artikel ini meninjau jenis cairan intravena, indikasi, cara pemberian, dosis untuk bayi, anak, dan remaja, serta panduan pemantauan klinis untuk optimalisasi hasil terapi.
Kegawatan darurat pediatrik sering memerlukan terapi cairan cepat untuk mempertahankan perfusi jaringan vital dan stabilitas hemodinamik. Bayi dan anak memiliki cadangan cairan dan toleransi hemodinamik yang lebih rendah dibanding dewasa, sehingga resusitasi cairan harus dilakukan secara hati-hati.
Pemilihan cairan yang tepat (kristaloid vs koloid) dan dosis yang disesuaikan umur dan berat badan sangat penting untuk mencegah komplikasi seperti edema paru, hipertensi, dan gangguan elektrolit. Terapi cairan juga menjadi dasar untuk terapi obat intravena lainnya, termasuk inotropik dan vasopresor.
Farmakoterapi Jenis Cairan pada Anak
| Jenis Cairan | Komposisi / Mekanisme | Indikasi Klinis | Catatan Klinis |
|---|---|---|---|
| Kristaloid Isotonik (NaCl 0,9%, Ringer Laktat) | Mengganti volume intravaskular | Syok hipovolemik, dehidrasi sedang/berat | Infus cepat, aman, pertama pilihan pada syok |
| Kristaloid Hipotonik (NaCl 0,45%) | Menyediakan cairan tambahan & koreksi natrium | Hipernatremia, hidrasi jangka panjang | Hati-hati risiko edema otak pada resusitasi cepat |
| Koloid (Albumin 5%, 20%) | Peningkatan tekanan onkotik, memindahkan cairan interstitial ke intravaskular | Hypoproteinemia berat, gagal hati, syok refrakter | Mahal, efek samping alergi atau overload |
| Glukosa 5–10% | Energi tambahan dan koreksi hipoglikemia | Hipoglikemia, bayi prematur | Pantau gula darah; risiko hiperglikemia |
Penjelasan:
Kristaloid isotonik merupakan cairan pilihan utama pada resusitasi syok pediatrik karena cepat meningkatkan volume intravaskular tanpa risiko signifikan. Koloid digunakan bila respons terhadap kristaloid kurang memadai atau pada kondisi tertentu seperti hypoalbuminemia berat. Cairan hipotonik digunakan hati-hati, terutama pada bayi dan anak kecil untuk mencegah edema serebral.
Indikasi, Cara Penggunaan, dan Dosis Pediatrik
- Bayi (<1 tahun):
- Syok hipovolemik / dehidrasi berat: 20 mL/kg kristaloid isotonik bolus IV selama 5–10 menit, dapat diulang hingga 2–3 kali sesuai respons tekanan darah dan perfusi perifer.
- Dehidrasi ringan–sedang: 50–100 mL/kg selama 24 jam, diberikan infus kontinu.
- Pemantauan: Tekanan darah, nadi, saturasi, output urine, tanda perfusi perifer.
- Anak (1–12 tahun):
- Syok hipovolemik / sepsis: 20 mL/kg kristaloid isotonik bolus IV 10–20 menit, dapat diulang 2–3 kali.
- Dehidrasi sedang: 50–100 mL/kg selama 24 jam, dengan penyesuaian sesuai kondisi klinis.
- Pemantauan: Sama seperti bayi, plus elektrolit serum bila terapi >24 jam.
- Remaja (>12 tahun):
- Syok / perdarahan: 500–1000 mL kristaloid bolus IV, atau 20 mL/kg untuk pasien dengan berat <50 kg.
- Dehidrasi: 2–3 L per hari, disesuaikan dengan kebutuhan cairan, urine output, dan berat badan.
- Pemantauan: Tekanan darah, HR, perfusi perifer, input-output, elektrolit serum.
Tabel 7 jenis cairan infus beserta komposisi utamanya dan keterangan singkat:
| Jenis Cairan Infus | Kandungan Utama / Komposisi | Osmolaritas / Keterangan | Indikasi Klinis Singkat |
|---|---|---|---|
| NaCl 0,9% (Saline Isotonik) | Na⁺ 154 mEq/L, Cl⁻ 154 mEq/L | Isotonik (~308 mOsm/L) | Resusitasi syok, dehidrasi, hipovolemia |
| Ringer Laktat | Na⁺ 130 mEq/L, K⁺ 4 mEq/L, Ca²⁺ 2,7 mEq/L, Cl⁻ 109 mEq/L, laktat 28 mEq/L | Isotonik (~273 mOsm/L) | Syok, resusitasi bedah, trauma |
| NaCl 0,45% (Hipotonik) | Na⁺ 77 mEq/L, Cl⁻ 77 mEq/L | Hipotonik (~154 mOsm/L) | Hidrasi jangka panjang, hipernatremia ringan |
| Glukosa 5% (Dextrose 5%) | Glukosa 5 g/100 mL | Hipotonik (~252 mOsm/L) | Energi tambahan, hipoglikemia |
| Glukosa 10% (Dextrose 10%) | Glukosa 10 g/100 mL | Hipertonik (~505 mOsm/L) | Hipoglikemia, kebutuhan kalori tambahan |
| Albumin 5% | Protein albumin 5 g/100 mL | Isotonik | Hipoproteinemia, syok refrakter |
| Albumin 20% | Protein albumin 20 g/100 mL | Hipertonik (~1200 mOsm/L) | Hipoproteinemia berat, edema signifikan |
Keterangan tambahan:
- Kristaloid isotonik (NaCl 0,9% dan Ringer Laktat) adalah cairan pertama yang digunakan pada resusitasi syok.
- Kristaloid hipotonik (NaCl 0,45%) digunakan hati-hati, terutama pada bayi kecil, untuk mencegah edema serebral.
- Glukosa digunakan untuk bayi prematur, hipoglikemia, atau kebutuhan energi tambahan.
- Koloid (Albumin) digunakan bila pasien memiliki hypoproteinemia atau tidak merespons kristaloid.
tabel lengkap 7 jenis cairan infus dengan dosis, cara pemberian, dan indikasi untuk bayi, anak, dan remaja:
| Jenis Cairan Infus | Kandungan Utama | Indikasi Pediatrik | Dosis / Cara Pemberian | Catatan Klinis |
|---|---|---|---|---|
| NaCl 0,9% (Isotonik) | Na⁺ 154 mEq/L, Cl⁻ 154 mEq/L | Syok hipovolemik, dehidrasi berat, perdarahan | Bayi: 20 mL/kg bolus IV 5–10 menit, ulang 1–2x sesuai responsAnak: 20 mL/kg bolus IV 10–20 menit, ulang 1–3xRemaja: 500–1000 mL bolus IV, atau 20 mL/kg | Monitor tekanan darah, nadi, perfusi, output urine |
| Ringer Laktat | Na⁺ 130, K⁺ 4, Ca²⁺ 2,7, Cl⁻ 109, laktat 28 mEq/L | Syok, trauma, bedah | Sama seperti NaCl 0,9%; titrasi sesuai respons hemodinamik | Pilihan pada syok traumatik; hindari pada gagal ginjal berat |
| NaCl 0,45% (Hipotonik) | Na⁺ 77, Cl⁻ 77 mEq/L | Hidrasi jangka panjang, hipernatremia ringan | Bayi / Anak: 4–6 mL/kg/jam IV, sesuai kebutuhan cairan basalRemaja: 1–2 mL/kg/jam, monitor natrium serum | Hati-hati risiko edema serebral jika diberikan cepat pada bayi |
| Glukosa 5% | Glukosa 5 g/100 mL | Energi tambahan, hipoglikemia ringan, bayi prematur | Bayi: 4–6 mg/kg/menit IV, infusion kontinuAnak / Remaja: 2–4 mg/kg/menit IV | Pantau gula darah; hindari hiperglikemia |
| Glukosa 10% | Glukosa 10 g/100 mL | Hipoglikemia, kebutuhan kalori tambahan | Bayi: 4–8 mg/kg/menit IVAnak / Remaja: 3–6 mg/kg/menit IV | Infus kontinu, monitor gula darah |
| Albumin 5% | Protein albumin 5 g/100 mL | Hipoproteinemia, syok refrakter | 10–20 mL/kg IV, infus 30–60 menit | Monitor tanda overload, edema, tekanan darah |
| Albumin 20% | Protein albumin 20 g/100 mL | Hipoproteinemia berat, edema signifikan | 1–2 mL/kg IV, titrasi; infusion lambat 1–2 jam | Hati-hati hipertonik, pantau tekanan darah, perfusi, elektrolit |
Penjelasan:
- Kristaloid isotonik (NaCl 0,9% dan Ringer Laktat) adalah cairan pilihan utama untuk resusitasi cepat syok dan dehidrasi berat.
- Kristaloid hipotonik (NaCl 0,45%) digunakan untuk hidrasi jangka panjang atau koreksi natrium, terutama bila tekanan darah normal.
- Glukosa digunakan untuk bayi prematur, hipoglikemia, atau kebutuhan energi tambahan, harus melalui infusion kontinu dan monitoring gula darah.
- Albumin (koloid) digunakan bila pasien tidak merespons kristaloid atau ada hipoproteinemia berat, dengan infus lambat untuk mencegah overload.
Dosis bolus cepat diperlukan pada syok untuk memulihkan perfusi jaringan. Terapi cairan harus diikuti evaluasi berulang, karena bayi dan anak lebih rentan mengalami overload atau edema paru. Pemilihan cairan dan dosis disesuaikan dengan kondisi klinis: syok hipovolemik → kristaloid isotonik; hiponatremia → hindari hipotonik cepat; gagal hati/hypoproteinemia → koloid.
Kesimpulan
Terapi cairan adalah komponen esensial dalam kegawatan darurat anak. Kristaloid isotonik menjadi pilihan utama pada syok dan dehidrasi berat, sementara koloid atau cairan khusus dipilih sesuai kondisi tertentu. Pemilihan jenis cairan, dosis, cara pemberian, dan monitoring ketat sangat penting untuk mengoptimalkan perfusi organ, mencegah komplikasi, dan mendukung terapi lanjutan seperti inotropik.
Daftar Pustaka
- Baren JM, et al. Pediatric Emergency Medicine, 3rd Edition. Philadelphia, PA: Lippincott Williams & Wilkins; 2018.
- Fleisher GR, Ludwig S. Textbook of Pediatric Emergency Medicine, 8th Edition. Elk Grove Village, IL: AAP; 2020.
- de Caen AR, et al. Pediatric fluid resuscitation: Guidelines and evidence. Pediatr Crit Care Med. 2017;18(9):873–886. doi:10.1097/PCC.0000000000001220
- Kissoon N, et al. Fluid therapy in pediatric shock: current recommendations. Lancet Child Adolesc Health. 2018;2:742–753. doi:10.1016/S2352-4642(18)30229-1










Leave a Reply