Toksin Cereulide pada Produk Susu Formula Bayi: Risiko Kesehatan, Pengawasan Pangan, dan Respons Global
Heboh Nestlé Tarik Susu Mengandung Toksin Cereulide, Daftar Susu Ditarik & Bahayanya
Nestlé menarik sejumlah produk susu formula bayi di 49 negara setelah ditemukannya potensi kontaminasi toksin cereulide, senyawa berbahaya yang dihasilkan bakteri Bacillus cereus. Toksin ini tahan panas dan berisiko bagi bayi meski susu diseduh dengan air panas. Penarikan dilakukan selektif berdasarkan batch dan negara distribusi, termasuk lini SMA, NAN, dan BEBA. Artikel ini merinci daftar produk yang terdampak, negara distribusi, potensi gejala paparan toksin, serta langkah pencegahan untuk melindungi kesehatan bayi. Jumlah produk susu yang ditarik mencapai lebih dari 100 batch di seluruh dunia.
Kontaminasi toksin pada susu formula bayi menjadi perhatian global karena risiko kesehatan pada kelompok usia rentan. Toksin cereulide yang dihasilkan oleh Bacillus cereus dikenal tahan panas dan tidak mudah rusak meski susu diseduh. Konsumsi produk terkontaminasi dapat menyebabkan muntah, diare, nyeri perut, dan gangguan pencernaan akut. Nestlé mengambil langkah antisipatif dengan menarik produk terdampak untuk melindungi konsumen, meski belum ada kasus penyakit yang dikonfirmasi.
Penarikan produk meliputi berbagai lini susu formula dan lanjutan, terutama merek SMA, NAN, dan BEBA, yang beredar di Eropa, MENA, dan Hong Kong. Nestlé juga memperketat pengawasan bahan baku dan rantai pasok untuk mencegah risiko lebih lanjut. Artikel ini menyajikan daftar lengkap produk yang ditarik beserta nomor batch dan negara distribusi. Informasi ini penting bagi orang tua untuk memeriksa produk susu bayi yang dimiliki dan segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan bila muncul gejala tidak biasa.
Toksin cereulide adalah senyawa beracun yang diproduksi oleh Bacillus cereus, bersifat tahan panas dan tidak dapat dinonaktifkan melalui pemasakan biasa. Paparan toksin ini dapat menimbulkan gejala gastrointestinal akut seperti muntah, diare, dan kelesuan dalam 30 menit hingga 6 jam setelah konsumsi, yang sangat berisiko bagi bayi. Kasus penarikan produk susu formula bayi S-26 Promil Gold pHPro 1 oleh PT Nestlé Indonesia di Indonesia, menyusul notifikasi dari EURASFF dan INFOSAN, menunjukkan pentingnya prinsip kehati-hatian dalam pengawasan pangan bayi. Studi ini meninjau karakteristik cereulide, risiko kesehatan, serta respons pengawasan pangan nasional dan global, termasuk penarikan produk di 49 negara untuk melindungi konsumen.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memerintahkan PT Nestlé Indonesia menghentikan distribusi produk susu formula bayi S-26 Promil Gold pHPro 1 untuk bayi usia 0-6 bulan. Keputusan ini mengikuti notifikasi dari European Union Rapid Alert System for Food and Feed (EURASFF) dan The International Food Safety Authorities Network (INFOSAN) terkait potensi cemaran toksin cereulide pada bahan baku arachidonic acid (ARA) oil yang digunakan Nestlé Suisse SA, Pabrik Konolfingen, Swiss.
Bacillus cereus adalah bakteri gram positif yang dapat memproduksi toksin cereulide, senyawa beracun yang bersifat tahan panas dan tidak bisa dinonaktifkan dengan air mendidih atau pemasakan biasa. Paparan cereulide dapat menimbulkan gejala cepat seperti muntah hebat, diare, dan kelesuan tidak biasa, yang muncul dalam 30 menit hingga 6 jam setelah konsumsi. Kelompok bayi dan anak-anak paling rentan terhadap toksin ini karena sistem pencernaan mereka belum sepenuhnya matang, sehingga berisiko mengalami dehidrasi dan komplikasi.
Pada 14 Januari 2026, BPOM memerintahkan PT Nestlé Indonesia menghentikan distribusi produk susu formula bayi S-26 Promil Gold pHPro 1 (nomor bets 51530017C2 dan 51540017A1) setelah menerima notifikasi dari EURASFF dan INFOSAN terkait potensi cemaran cereulide pada bahan baku ARA oil. Pengujian sampel di Indonesia menunjukkan toksin tidak terdeteksi (LoQ < 0,20 µg/kg), dan belum ada laporan sakit terkait produk ini. Meski demikian, prinsip kehati-hatian diterapkan, mengingat bayi adalah konsumen paling rentan.
Secara global, Nestlé menarik produk susu formula bayi di 49 negara, termasuk Eropa, Amerika, Asia, Oceania, dan Afrika, untuk merek SMA, BEBA, dan NAN. BPOM menegaskan pengawasan pre-market dan post-market terus dilakukan, serta koordinasi intensif dengan otoritas internasional dijaga untuk memastikan semua produk pangan memenuhi standar keamanan, mutu, dan gizi. Penarikan produk ini menekankan pentingnya prinsip kehati-hatian dan perlindungan konsumen dalam menghadapi risiko toksin cereulide.
Toksin Cereulide
Toksin cereulide adalah senyawa beracun yang diproduksi oleh bakteri Bacillus cereus, yang biasa ditemukan pada makanan yang disimpan terlalu lama atau tidak tepat suhunya. Toksin ini bersifat tahan panas, sehingga tidak dapat dinonaktifkan melalui perebusan, pemanasan, atau proses pemasakan biasa. Hal ini membuat cereulide sangat berbahaya, terutama bagi bayi dan anak-anak yang sistem pencernaannya masih sensitif.
Paparan toksin cereulide dapat menimbulkan gejala secara cepat, biasanya muncul dalam rentang 30 menit hingga 6 jam setelah konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi. Gejala yang umum terjadi meliputi muntah hebat atau persisten, diare, kelesuan tidak biasa, dan dehidrasi. Pada kasus yang parah, cereulide dapat menyebabkan gangguan fungsi organ karena toksin ini memengaruhi sel-sel hati dan sistem pencernaan.
Cereulide menjadi perhatian serius dalam pengawasan pangan global karena sifatnya yang tahan panas dan sulit dideteksi. Oleh karena itu, otoritas keamanan pangan seperti BPOM, EURASFF, dan INFOSAN selalu menekankan prinsip kehati-hatian, terutama pada produk makanan bayi, untuk mencegah risiko kesehatan pada kelompok paling rentan. Pengawasan ketat, pengujian sampel, dan penarikan produk yang berpotensi terkontaminasi menjadi langkah utama dalam perlindungan konsumen.
Toksin cereulide, diproduksi oleh Bacillus cereus, bersifat tahan panas sehingga tidak bisa dinonaktifkan dengan air mendidih atau proses pemasakan biasa. Paparan bisa menimbulkan gejala dalam 30 menit hingga 6 jam, seperti muntah hebat, diare, dan kelesuan tidak biasa.
Secara global, Nestlé menarik produk susu formula bayi di 49 negara, termasuk di Eropa (misal: Austria, Jerman, Prancis, Italia, Spanyol, Inggris), Amerika (Argentina, Brasil, Meksiko), Asia, Oceania, dan Afrika (Australia, Filipina, Selandia Baru, Vietnam, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Afrika Selatan).
BPOM menegaskan akan terus melakukan pengawasan pre-market dan post-market, serta berkoordinasi dengan otoritas internasional untuk memastikan seluruh produk pangan yang beredar memenuhi standar keamanan, mutu, dan gizi.
Daftar tabel produk Nestlé yang ditarik
Bloomberg Technoz melaporkan, penarikan produk susu formula bayi Nestlé dilakukan sebagai langkah preventif setelah ditemukannya potensi kontaminasi toksin cereulide, senyawa berbahaya yang dihasilkan bakteri Bacillus cereus. Toksin ini tahan panas dan tidak mudah rusak meski susu diseduh dengan air panas, sehingga berisiko bagi bayi dan balita. Meskipun belum ada kasus penyakit yang dikonfirmasi, Nestlé memilih bertindak cepat untuk melindungi konsumen, terutama bayi yang sistem kekebalannya masih rentan.
Berikut versi daftar tabel produk Nestlé yang ditarik
Eropa
Inggris
- SMA Advanced First Infant Milk 800g: 51450742F1, 52319722BA, 52819722AA
- SMA Advanced Follow-on Milk 800g: 51240742F2, 51890742F2, 52879722AA
- SMA First Infant Milk 800g: 51170346AA, 51170346AB, 51340346AB, 51580346AA, 51590346AA, 52760346AB, 52760346AD, 52780346AA
- SMA First Infant Milk 400g: 51350346AA, 52750346AD
- SMA First Infant Milk 1.2kg: 51340346BE, 52740346BA, 52750346BA
- SMA LITTLE STEPS First Infant Milk 800g: 51220346AD, 51540346AC, 52740346AD
- SMA Comfort 800g: 52620742F3, 51240742F3, 51439722BA, 51479722BA, 51769722BA, 52049722AA
- SMA First Infant Milk 200ml: 52860295M, 52870295M, 53220295M, 53230295M, 53030295M, 53040295M, 53070295M, 53080295M
- SMA First Infant Milk 70ml: 53170742B1
- SMA Lactose Free 400g: 51150346AB, 51500346AB, 51719722BA, 51759722BA, 51829722BA, 51979722BA, 52109722BA, 53299722BA, 53459722BA
- SMA Anti Reflux 800g: 51570742F3, 52099722BA, 52099722BB, 52739722BA
- ALFAMINO 400g: 51200017Y3, 51210017Y1, 51220017Y1, 51250017Y1, 51390017Y1, 51420017Y2, 51430017Y1, 51460017Y1, 51690017Y2, 51690017Y3, 51700017Y1, 51710017Y1, 51740017Y1, 52760017Y5, 52790017Y1, 52860017Y1, 53100017Y3, 53110017Y1, 53140017Y1, 53140017Y2, 53150017Y1
Irlandia Utara
- SMA First Infant Milk 800g: 51590346AB, 52750346AE
Irlandia
- SMA Advanced First Infant Milk 800g: 51450742F1
- SMA Advanced Follow-on Milk 800g: 51240742F2, 51890742F2
- SMA Comfort 800g: 52620742F3
- SMA First Infant Milk 200ml: 53070295M, 52860295M, 52870295M, 53220295M, 53230295M
- SMA First Infant Milk 800g: 51590346AB, 52750346AE
- SMA GOLD PREM 2 800g: 53090742F2
- SMA LITTLE STEPS First Infant Milk 800g: 51540346AD
- SMA Alfamino 400g: 51200017Y3, 51210017Y1, 51250017Y1, 51460017Y1, 51710017Y1
Kawasan MENA / Timur Tengah dan Afrika Utara
Bahrain
- NAN OptiPro 1, S26 AR, S26 ULTIMA 1, 2, NAN Supreme 1, 3
Mesir
- NAN OptiPro 1, NAN COMFORT 1
Iran
- NAN HA 1, ALFAMINO
Kuwait
- NAN COMFORT 1, NAN Supreme 1, 2, 3, S26 ULTIMA 1, 2
Oman
- NAN OptiPro 1, NAN COMFORT 1, S26 ULTIMA 1, 2
Qatar
- NAN OptiPro 1, NAN COMFORT 1, S26 ULTIMA 1, 3, NAN Supreme 1, 2, 3
Saudi Arabia
- NAN OptiPro 1, NAN DUO 1, S26 GOLD 1, 2, NAN Supreme 1, 2, 3, S26 ULTIMA 1, 2, 3, ALFAMINO & ALFAMINO Junior
UEA
- NAN OptiPro 1, NAN COMFORT 1, NAN Supreme 1, 2, 3, S26 ULTIMA 1, 2, 3, ALFAMINO
Hong Kong
- NAN PRO 3 BL 2 HMO 800g: 52070742F4
- NAN Infinipro1 7HMO 800g: 52970742F1
- NAN Infinipro1 7HMO 350g: 52970742C1
- NAN Infinipro2 7HMO 800g: 53070742F1
- NAN INFINIPRO3 7HMO 800g: 52770017V2
- NAN INFINIPRO4 7HMO 800g: 53030017C2
- NAN PRO 1 2HMO 800g: 51670742F2
- S-26 ULTIMA 2 800g: 51590017C6
- ILLUMA HA1 BL 2HMO 800g: 51660742F2
- ILLUMA HA3 BL 2HMO 800g: 52070742F3
- ILLUMA ORG2 800g: 51620017C1
- ILLUMA ORG3 800g: 51620017C2
- ILLUMA LUXA 1 800g: 51190017C2, 51550017C3
- ILLUMA LUXA 4 800g: 52580017C1
- ILLUMA LUXA 2 800g: 51400017C1, 52580017C2
- ILLUMA ATWO 1 800g: 51640017V1, 52840017C2
- ILLUMA ATWO 2 800g: 52900017C1
- ILLUMA ATWO 3 800g: 52910017C1
- ILLUMA ATWO 4 800g: 52910017C2
Langkah penarikan dilakukan selektif berdasarkan batch produksi dan negara distribusi. Produk yang terdampak meliputi berbagai lini susu formula dan lanjutan, termasuk merek SMA, NAN, dan BEBA, dengan distribusi utama di Eropa, MENA, dan Hong Kong. Nestlé menekankan bahwa produk yang beredar di Amerika Serikat tidak termasuk dalam penarikan ini. Perusahaan juga memperketat pengawasan kualitas bahan baku dan rantai pasok, termasuk mengganti beberapa pemasok yang berpotensi menimbulkan risiko.
Pentingnya orang tua memeriksa nomor batch dan negara distribusi produk yang terdampak. Gejala paparan toksin cereulide antara lain muntah, diare, nyeri perut, dan gangguan pencernaan akut. Nestlé mendorong orang tua untuk segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jika anak menunjukkan gejala tidak biasa setelah mengonsumsi susu formula. Langkah ini menegaskan komitmen perusahaan terhadap keamanan pangan global dan perlindungan konsumen.
Langkah pengawasan seperti ini menjadi contoh penting dalam manajemen risiko pangan bayi di dunia. Masyarakat diminta menghentikan penggunaan produk terdampak, mengembalikan ke tempat pembelian, dan tetap waspada terhadap nomor bets yang teridentifikasi. Meskipun hasil pengujian aman, tindakan proaktif seperti ini membantu mencegah potensi paparan toksin, melindungi kelompok konsumen paling rentan, dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap produk pangan global.
Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menegaskan, dari dua bets produk formula bayi yang sudah diimpor ke Indonesia, pengujian menunjukkan toksin cereulide tidak terdeteksi (LoQ < 0,20 µg/kg). Belum ada laporan kejadian sakit terkait konsumsi produk ini di Indonesia. Meski begitu, prinsip kehati-hatian diterapkan mengingat bayi merupakan kelompok konsumen paling rentan.
BPOM mengimbau masyarakat yang memiliki nomor bets 51530017C2 dan 51540017A1 untuk menghentikan penggunaan, mengembalikan ke tempat pembelian, atau menghubungi layanan konsumen PT Nestlé Indonesia. Produk Nestlé lainnya tetap aman dikonsumsi, termasuk S-26 Promil Gold pHPro 1 selain nomor bets tersebut.








Leave a Reply