DOKTERPEDIATRI

"Smart Parent Circle – Pediatric Health Support"

Terapi Cairan RUMATAN pada Bayi, Anak, dan Remaja: Tinjauan Sistematis

Terapi Cairan RUMATAN pada Bayi, Anak, dan Remaja: Tinjauan Sistematis

Abstrak

Terapi cairan RUMATAN (Resusitasi, Umum, Maintenance, Aturan Tetes, dan Nutrisi) merupakan pendekatan sistematis dalam manajemen cairan pada bayi, anak, dan remaja. Pendekatan ini menekankan pemilihan jenis cairan yang tepat, dosis yang disesuaikan usia dan berat badan, serta monitoring ketat untuk mencegah komplikasi seperti overload, edema paru, atau gangguan elektrolit. Artikel ini membahas jenis cairan intravena, indikasi, cara penggunaan, dosis untuk berbagai kelompok usia, serta panduan pemantauan klinis.

Cairan intravena merupakan komponen esensial dalam manajemen kegawatan pediatrik, termasuk syok, dehidrasi berat, dan gangguan perfusi organ. Bayi dan anak memiliki cadangan cairan terbatas dan toleransi hemodinamik rendah, sehingga terapi cairan harus dilakukan secara hati-hati.

Pendekatan RUMATAN menyediakan kerangka kerja sistematis untuk pemilihan dan pemberian cairan: resusitasi cepat, cairan umum untuk kebutuhan harian, maintenance, aturan tetes infus, dan penambahan nutrisi bila diperlukan. Dengan pendekatan ini, risiko komplikasi dapat diminimalkan dan perfusi organ optimal dapat dicapai.

Farmakoterapi Jenis Cairan pada Anak

Jenis Cairan Komposisi Utama Indikasi Klinis Catatan Klinis
NaCl 0,9% (Isotonik) Na⁺ 154, Cl⁻ 154 mEq/L Syok hipovolemik, dehidrasi berat Cairan pilihan pertama resusitasi
Ringer Laktat Na⁺ 130, K⁺ 4, Ca²⁺ 2,7, Cl⁻ 109, laktat 28 mEq/L Syok, trauma, bedah Pilihan alternatif pada resusitasi; hindari pada gagal ginjal berat
NaCl 0,45% (Hipotonik) Na⁺ 77, Cl⁻ 77 mEq/L Hidrasi jangka panjang, hipernatremia Hati-hati pada bayi; risiko edema serebral
Glukosa 5% Glukosa 5 g/100 mL Energi tambahan, hipoglikemia ringan Infus kontinu, monitor gula darah
Glukosa 10% Glukosa 10 g/100 mL Hipoglikemia, kebutuhan kalori tambahan Infus kontinu, pantau gula darah
Albumin 5% Protein 5 g/100 mL Hypoproteinemia, syok refrakter Infus lambat, pantau tanda overload
Albumin 20% Protein 20 g/100 mL Hipoproteinemia berat, edema signifikan Infus lambat, pantau tekanan darah, perfusi

Cairan kristaloid isotonik (NaCl 0,9% atau Ringer Laktat) digunakan untuk resusitasi cepat syok atau dehidrasi berat. Koloid (Albumin) digunakan bila kristaloid tidak cukup efektif atau terdapat hipoproteinemia berat. Cairan hipotonik diberikan hati-hati untuk hidrasi jangka panjang atau koreksi natrium.

Indikasi, Pemilihan, Cara Penggunaan dan Dosis

  1. Bayi (<1 tahun):
    • Resusitasi: Bolus 20 mL/kg NaCl 0,9% atau Ringer Laktat IV selama 5–10 menit, dapat diulang 1–2x.
    • Maintenance / Umum: 100 mL/kg/hari, diberikan secara infus kontinu sesuai kebutuhan basal.
    • Monitoring: Tekanan darah, nadi, perfusi perifer, urine output, gula darah.
  2. Anak (1–12 tahun):
    • Resusitasi: 20 mL/kg NaCl 0,9% atau Ringer Laktat IV 10–20 menit, ulang 1–3x.
    • Maintenance / Umum: 100–150 mL/kg/hari, dibagi beberapa jam.
    • Monitoring: Sama seperti bayi, plus elektrolit serum bila terapi >24 jam.
  3. Remaja (>12 tahun):
    • Resusitasi: 500–1000 mL bolus IV atau 20 mL/kg jika berat <50 kg.
    • Maintenance / Umum: 2–3 L per hari, disesuaikan berat badan dan kondisi klinis.
    • Monitoring: Tekanan darah, perfusi perifer, urine output, elektrolit serum, tanda overload.

Penjelasan tambahan:

  • Pemilihan jenis cairan disesuaikan kondisi: syok hipovolemik → kristaloid isotonik; hipoproteinemia → koloid; hiponatremia → hindari hipotonik cepat.
  • Titrasi dosis berdasarkan respons hemodinamik, perfusi organ, dan berat badan.
  • Monitoring ketat esensial untuk mencegah komplikasi seperti edema paru, hiponatremia, atau overload.

10 jenis cairan infus lengkap dengan komposisi, indikasi, dan contoh nama dagang untuk bayi, anak, dan remaja:

No Jenis Cairan Komposisi Utama Indikasi Klinis Nama Dagang / Merek
1 NaCl 0,9% (Saline Isotonik) Na⁺ 154, Cl⁻ 154 mEq/L Syok hipovolemik, dehidrasi berat Natrium Klorida Baxter, Fresenius 0,9%
2 Ringer Laktat Na⁺ 130, K⁺ 4, Ca²⁺ 2,7, Cl⁻ 109, Laktat 28 mEq/L Resusitasi syok, trauma, bedah Ringer Lactate Baxter, Hartmann’s Solution
3 NaCl 0,45% (Hipotonik) Na⁺ 77, Cl⁻ 77 mEq/L Hidrasi jangka panjang, hipernatremia ringan Saline 0,45% B Braun
4 Glukosa 5% Glukosa 5 g/100 mL Energi tambahan, hipoglikemia ringan Dextrose 5% Baxter, Glucosteril 5%
5 Glukosa 10% Glukosa 10 g/100 mL Hipoglikemia, kebutuhan kalori tambahan Dextrose 10% Fresenius, Glucose 10% B Braun
6 Ringer Laktat + Glukosa 5% Campuran Na⁺, K⁺, Ca²⁺, Cl⁻, laktat + Glukosa Dehidrasi berat dengan kebutuhan energi RL-D5 Baxter
7 Albumin 5% Protein 5 g/100 mL Hipoproteinemia, syok refrakter Albumin Baxter 5%, Plasbumin 5%
8 Albumin 20% Protein 20 g/100 mL Hipoproteinemia berat, edema signifikan Albumin Baxter 20%, Plasbumin 20%
9 NaCl 3% (Hipertonik) Na⁺ 513 mEq/L, Cl⁻ 513 mEq/L Hiponatremia berat, edema serebral Hypertonic Saline 3% Fresenius
10 Plasma Darah / Plasma Koncentrat Protein plasma, elektrolit, faktor koagulasi Hipovolemia berat, perdarahan signifikan Fresh Frozen Plasma (FFP)

Catatan Penting:

  • Nama dagang dapat berbeda antar negara atau rumah sakit.
  • Kristaloid isotonik (NaCl 0,9%, RL) adalah pilihan utama untuk resusitasi syok dan dehidrasi akut.
  • Koloid (Albumin) digunakan bila respons terhadap kristaloid kurang atau pada hipoproteinemia berat.
  • Cairan hipertonik (NaCl 3%) hanya digunakan di ICU atau kondisi emergensi dengan pemantauan ketat.
  • Glukosa digunakan untuk bayi prematur, hipoglikemia, atau kebutuhan energi tambahan.

Tabel lanjutan lengkap 10 jenis cairan infus dengan dosis, cara pemberian, dan pemilihan berdasarkan usia (bayi, anak, remaja):

No Jenis Cairan Indikasi Klinis Dosis Bayi (<1 th) Dosis Anak (1–12 th) Dosis Remaja (>12 th) Catatan Pemilihan
1 NaCl 0,9% Syok hipovolemik, dehidrasi berat 20 mL/kg bolus IV 5–10 menit, ulang 1–2x 20 mL/kg bolus IV 10–20 menit, ulang 1–3x 500–1000 mL bolus IV, atau 20 mL/kg Cairan pertama pilihan resusitasi syok
2 Ringer Laktat Syok, trauma, bedah Sama seperti NaCl 0,9% Sama Sama Pilihan alternatif jika NaCl 0,9% tidak tersedia; hati-hati pada gagal ginjal
3 NaCl 0,45% Hidrasi jangka panjang, hipernatremia ringan 4–6 mL/kg/jam IV 4–6 mL/kg/jam IV 1–2 mL/kg/jam IV Hati-hati risiko edema serebral; tidak untuk resusitasi cepat
4 Glukosa 5% Energi tambahan, hipoglikemia ringan 4–6 mg/kg/menit IV infusion 2–4 mg/kg/menit IV 2–4 mg/kg/menit IV Pantau gula darah; infus kontinu
5 Glukosa 10% Hipoglikemia, kebutuhan kalori tambahan 4–8 mg/kg/menit IV infusion 3–6 mg/kg/menit IV 3–6 mg/kg/menit IV Infus kontinu; pantau gula darah
6 Ringer Laktat + Glukosa 5% Dehidrasi berat dengan kebutuhan energi 20 mL/kg bolus + infusion 4–6 mL/kg/jam 20 mL/kg bolus + infusion 4–6 mL/kg/jam 500–1000 mL bolus + infusion 1–2 mL/kg/jam Digunakan bila pasien membutuhkan energi tambahan bersamaan dengan resusitasi
7 Albumin 5% Hipoproteinemia, syok refrakter 10–20 mL/kg IV 30–60 menit 10–20 mL/kg IV 30–60 menit 10–20 mL/kg IV 30–60 menit Infus lambat; pantau tanda overload, edema
8 Albumin 20% Hipoproteinemia berat, edema signifikan 1–2 mL/kg IV lambat 1–2 jam 1–2 mL/kg IV lambat 1–2 jam 1–2 mL/kg IV lambat 1–2 jam Hati-hati hipertonik; monitor tekanan darah dan perfusi
9 NaCl 3% Hiponatremia berat, edema serebral 1–2 mL/kg IV lambat, ICU 1–2 mL/kg IV lambat, ICU 1–2 mL/kg IV lambat, ICU Hanya di ICU dengan pemantauan ketat natrium dan perfusi
10 Plasma / FFP Hipovolemia berat, perdarahan signifikan 10–15 mL/kg IV 10–15 mL/kg IV 10–15 mL/kg IV Digunakan bila perdarahan signifikan; pantau koagulasi dan tanda overload

Catatan Penting:

  • Bolus diberikan untuk resusitasi cepat (syok, dehidrasi berat).
  • Infus kontinu digunakan untuk maintenance, hidrasi jangka panjang, atau energi tambahan.
  • Pemilihan jenis cairan disesuaikan kondisi klinis: syok hipovolemik → NaCl 0,9% / RL; hipoproteinemia → Albumin; hiponatremia berat → NaCl 3%; hipoglikemia → Glukosa.
  • Monitoring ketat esensial: tekanan darah, nadi, perfusi perifer, urine output, elektrolit, dan gula darah.

Kesimpulan

Terapi cairan RUMATAN merupakan pendekatan sistematis untuk manajemen cairan pada bayi, anak, dan remaja. Pemilihan jenis cairan, dosis, cara pemberian, dan monitoring ketat sangat penting untuk menjaga perfusi organ dan mencegah komplikasi. Pendekatan ini membantu meningkatkan keamanan terapi cairan di unit gawat darurat dan ICU pediatrik.

Daftar Pustaka 

  1. Fleisher GR, Ludwig S. Textbook of Pediatric Emergency Medicine, 8th Edition. Elk Grove Village, IL: AAP; 2020.
  2. Baren JM, et al. Pediatric Emergency Medicine, 3rd Edition. Philadelphia, PA: Lippincott Williams & Wilkins; 2018.
  3. de Caen AR, et al. Pediatric fluid resuscitation: Guidelines and evidence. Pediatr Crit Care Med. 2017;18(9):873–886. doi:10.1097/PCC.0000000000001220
  4. Kissoon N, et al. Fluid therapy in pediatric shock: current recommendations. Lancet Child Adolesc Health. 2018;2:742–753. doi:10.1016/S2352-4642(18)30229-1

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *