
Hernia Inguinalis dan Umbilikalis pada Anak: Tinjauan Sistematis
Abstrak
Hernia inguinalis dan umbilikalis merupakan kondisi bedah paling sering pada anak, yang jika tidak ditangani dapat menyebabkan komplikasi seperti strangulasi atau incarcerasi. Artikel ini membahas epidemiologi, penyebab, tanda dan gejala, diagnosis, diagnosis banding, penanganan termasuk farmakoterapi, alur manajemen, prognosis, serta kesimpulan. Tujuan utama adalah memberikan panduan sistematis bagi dokter, perawat, dan tenaga medis terkait penatalaksanaan hernia pada bayi, anak, dan remaja.
Hernia adalah protrusi organ atau jaringan melalui dinding tubuh yang abnormal. Pada anak, hernia inguinalis terjadi akibat kegagalan penutupan processus vaginalis, sedangkan hernia umbilikalis disebabkan oleh defek pada cincin umbilikalis.
Kedua jenis hernia ini memiliki prevalensi tinggi pada bayi prematur dan anak laki-laki untuk hernia inguinalis. Penanganan yang tepat dan cepat dapat mencegah komplikasi serius, termasuk gangguan vaskular pada usus atau jaringan hernia.
Angka Kejadian
- Hernia inguinalis terjadi pada sekitar 1–5% bayi lahir cukup bulan dan hingga 30% pada bayi prematur. Insidensi lebih tinggi pada laki-laki dibandingkan perempuan (rasio 4:1).
- Hernia umbilikalis terjadi pada 10–20% bayi lahir cukup bulan dan lebih sering menutup spontan pada usia 3–5 tahun. Komplikasi jarang terjadi, namun memerlukan perhatian jika ukurannya besar atau persisten setelah usia 4–5 tahun.
Penyebab
- Hernia Inguinalis: kegagalan penutupan processus vaginalis, yang memungkinkan usus atau jaringan peritoneum masuk ke kanalis inguinalis.
- Hernia Umbilikalis: kelemahan pada cincin umbilikalis dan tekanan intraabdomen yang meningkat (batuk, konstipasi).
- Faktor risiko lain termasuk prematuritas, riwayat keluarga, sindrom Down, atau penyakit yang meningkatkan tekanan intraabdominal.
Tabel 1. Tanda dan Gejala Hernia Inguinalis / Umbilikalis
| Usia | Tanda Klinis | Gejala Umum |
|---|---|---|
| Bayi | Benjolan di selangkangan/pusar, kadang merah, mudah didorong masuk | Rewel, sulit tidur, muntah jika strangulasi |
| Anak | Benjolan yang muncul saat batuk atau menangis, kadang nyeri | Nyeri lokal, mual ringan |
| Remaja | Benjolan tetap, kadang nyeri saat aktivitas | Rasa berat di selangkangan atau pusar, nyeri tumpul |
Penjelasan:
- Pada bayi, benjolan dapat menimbulkan risiko strangulasi usus, sehingga observasi ketat dibutuhkan.
- Pada anak dan remaja, gejala sering muncul saat aktivitas atau batuk, dan benjolan dapat direduksi dengan tekanan lembut.
Tanda Kegawatan / Darurat Hernia Inguinalis / Umbilikalis
| Usia | Tanda Klinis | Penjelasan |
|---|---|---|
| Bayi | Benjolan tidak dapat direduksi, kulit benjolan kemerahan atau kebiruan | Menandakan strangulasi, aliran darah terhenti |
| Bayi | Nyeri hebat, rewel terus-menerus, muntah | Menandakan obstruksi usus atau iskemia |
| Anak | Benjolan keras, nyeri hebat, tidak dapat ditekan kembali | Risiko inkarserasi, usus terjepit |
| Anak | Distensi abdomen, muntah, demam | Gejala obstruksi usus atau inflamasi |
| Remaja | Nyeri hebat pada benjolan yang tidak bisa direduksi, kulit memerah, demam | Menandakan strangulasi atau infeksi sekunder |
| Remaja | Mual, muntah, tidak buang gas atau BAB | Obstruksi usus akibat hernia terperangkap |
Penjelasan
- Strangulasi: terjadi bila isi hernia (usus, omentum) terjepit dan aliran darah terhenti. Ini darurat bedah.
- Inkarserasi: isi hernia tidak dapat dikembalikan ke rongga abdomen, berisiko berkembang menjadi strangulasi.
- Obstruksi usus: muntah, distensi, dan nyeri hebat menandakan bagian usus di hernia tersumbat.
- Perubahan kulit: kemerahan atau kebiruan merupakan tanda iskemia dan memerlukan tindakan segera.
Diagnosis
- Diagnosis didasarkan pada anamnesis dan pemeriksaan fisik. Benjolan yang muncul saat menangis atau batuk dan hilang saat rileks merupakan tanda khas hernia reduksibel.
- USG abdomen dapat membantu jika diagnosis fisik kurang jelas, terutama pada bayi prematur atau kasus bilateral.
- Pada kasus strangulasi, timbul nyeri hebat, kemerahan kulit, dan muntah, memerlukan intervensi segera.
Diagnosis Banding
- Lipoma atau kista di selangkangan atau pusar.
- Limfadenopati inguinalis.
- Testis retraktil atau hidrokel.
Diagnosis banding penting untuk mencegah tindakan bedah yang tidak perlu.
Penanganan
- Pengawasan: Hernia umbilikalis kecil pada anak <4 tahun dapat diamati karena kemungkinan menutup spontan.
- Operatif: Hernia inguinalis selalu memerlukan operasi (herniorafi) untuk mencegah komplikasi.
- Persiapan Preoperatif: Stabilkan cairan dan elektrolit bila ada muntah, evaluasi anemia.
- Operasi: Teknik terbuka atau laparoskopi dengan ligasi processus vaginalis, sesuai usia dan ukuran hernia.
- Pascaoperatif: Observasi nyeri, infeksi, dan pengeluaran urin. Aktivitas ringan boleh dilanjutkan sesuai toleransi.
- Terapi Medikamentosa (Supportive)
| Obat | Indikasi | Dosis / Pemberian | Catatan |
|---|---|---|---|
| Analgesik (Paracetamol) | Nyeri pascaoperasi | Bayi: 10–15 mg/kg per 6–8 jam | Pantau fungsi hati |
| Antibiotik profilaksis (Cefazolin) | Operasi | 25 mg/kg IV 30–60 menit sebelum insisi | Hanya preoperatif |
| Antiemetik (Ondansetron) | Mual muntah | 0,15 mg/kg IV/SC | Dapat diulang tiap 8 jam jika perlu |
Alur Diagnosis dan Penanganan
- Anamnesis: benjolan, nyeri, faktor pemicu
- Pemeriksaan fisik: reduksibilitas, kemerahan, nyeri tekan
- USG jika ragu atau bilateral
- Identifikasi komplikasi: strangulasi atau incarcerasi
- Penentuan terapi: observasi (umbilikalis kecil) atau operasi (inguinalis/umbilikalis besar)
- Preoperatif: stabilisasi
- Operasi: herniorafi terbuka/laparoskopi
- Postoperatif: analgesik, pemantauan, aktivitas bertahap
Prognosis
- Hernia umbilikalis kecil biasanya menutup spontan, prognosis baik.
- Hernia inguinalis dengan operasi tepat waktu memiliki prognosis sangat baik, komplikasi jarang jika tidak ada strangulasi.
- Strangulasi atau keterlambatan operasi meningkatkan risiko gangguan usus dan infeksi.
Kesimpulan
Hernia inguinalis dan umbilikalis pada anak merupakan kondisi umum dalam bedah pediatrik. Diagnosis dini dan penanganan tepat dapat mencegah komplikasi serius. Hernia inguinalis selalu memerlukan operasi, sementara hernia umbilikalis kecil dapat observasi. Pemantauan ketat dan edukasi keluarga merupakan bagian penting dari manajemen.
Daftar Pustaka
- Grosfeld JL, et al. Pediatric Surgery, 7th Edition. Elsevier, 2019.
- Shamberger RC. “Inguinal Hernia in Children.” NEJM, 2021;385:1839–1847.
- Al-Salem AH. Textbook of Pediatric Surgery. Springer, 2020.
- Puri P, Höllwarth ME. Pediatric Surgery: Diagnosis and Management. Springer, 2018.












Leave a Reply