DOKTERPEDIATRI

"Smart Parent Circle – Pediatric Health Support"

Tahukah Anda: Mudah Batuk Sesak Asma Pada Anak Akan Muncul dan Hilang Pada Usia Tertentu

Allergic March: Perjalanan Alami Alergi pada Anak. Tahukah Anda: Mudah Batuk Sesak Asma Pada Anak Akan Muncul dan Hilang Pada Usia Tertentu

Gejala alergi pada anak cenderung berubah seiring bertambahnya usia, dan tiap anak menunjukkan pola yang berbeda tergantung tipe alerginya. Pada anak di bawah 5 tahun, sebagian lebih sering mengalami batuk atau sesak napas, termasuk manifestasi awal asma, sementara gejala hidung seperti bersin, mimisan, hidung buntu, atau gangguan tidur akibat obstruksi saluran napas atas (misalnya OSA atau ngorok) biasanya jarang muncul. Namun, beberapa anak justru jarang batuk dan lebih menonjol keluhan hidung. Hal ini menunjukkan bahwa manifestasi alergi pada usia dini bersifat individual dan tidak selalu mengikuti pola umum.

Setelah usia 5 tahun, gejala alergi biasanya mengalami perubahan. Pada anak yang sebelumnya sering batuk atau sesak, keluhan pernapasan dapat berkurang, sementara gejala hidung seperti bersin, hidung tersumbat, mimisan, ngorok, atau OSA mulai lebih dominan.

Sebaliknya, beberapa kelompok  anak mulai menunjukkan batuk atau gejala asma setelah usia 5 tahun meski sebelumnya jarang mengalami keluhan pernapasan. Pada rentang usia 5–12 tahun, alergi hidung cenderung lebih menonjol dengan bersin berulang, hidung buntu, dan lendir berlebih, sementara batuk atau sesak biasanya menurun, meski beberapa anak tetap mengalami asma ringan atau fluktuatif.

Di atas usia 12 tahun, sebagian besar anak dengan riwayat alergi menunjukkan dominasi gejala rinokonjungtivitis, seperti bersin, hidung tersumbat, dan lendir kental, sedangkan batuk atau sesak napas lebih jarang terjadi. Perubahan gejala ini merupakan bagian dari evolusi alami sistem imun anak dan dipengaruhi oleh faktor genetika serta lingkungan. Penting dicatat bahwa fluktuasi gejala bukan disebabkan oleh obat, vitamin, madu, atau faktor eksternal seperti sekolah, sehingga diagnosis dan manajemen alergi harus disesuaikan dengan usia dan perjalanan alami gejala masing-masing anak.

Allergic march pada anak adalah perjalanan alami manifestasi alergi yang muncul dan berubah seiring bertambahnya usia, biasanya dimulai dengan eksim atau dermatitis atopik dan alergi makanan pada bayi, kemudian berkembang menjadi gejala saluran napas seperti asma dan batuk, dan selanjutnya muncul gejala alergi hidung (rinokonjungtivitis) pada usia sekolah hingga remaja. Pola ini mencerminkan evolusi sistem imun anak yang cenderung mengarah pada manifestasi alergi yang berbeda dari waktu ke waktu, meskipun urutan dan jenis gejalanya dapat bervariasi pada tiap individu.

referensi ilmiah

  • Goksör E, Loid P, Alm B, Åberg N, Wennergren G. The allergic march comprises the coexistence of related patterns of allergic disease not just the progressive development of one disease. Acta Paediatr. 2016;105(12):1472–1479. doi:10.1111/apa.13515
  • Belgrave D, et al. (dalam “Developmental profiles of eczema, wheeze, and rhinitis: two population-based birth cohort studies”) — meskipun autor‑analisis sendiri menolak bahwa semua anak mengikuti march klasik.
  • Wu Y, et al. Shared prenatal impacts among childhood asthma, allergic rhinitis and atopic dermatitis: a population-based study. Allergy Asthma Clin Immunol. 2019;15:56. doi:10.1186/s13223‑019‑0365-y

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *