Terapi Inovatif Terapi Lumba-Lumba Untuk Penderita Autis

Spread the love

Terapi Inovatif Terapi Lumba-Lumba Untuk Penderita Autis

Autis adalah gangguan perkembangan yang kompleks, disebabkan adanya kerusakan pada otak. Anak mengalami gangguan seputar perkembangan komunikasi, perilaku, kemampuan bersosialisasi, dan lain-lain. Sampai saat ini faktor penyebab masih belum jelas diketahui. Tetapi banyak faktOr resiko sudah mulai banyak diungkapkan sebagai salah satu penyebab. Demikian juga dengan penanganan dan terapi yang dberikan pada penderita sangat banyak intervensi terapi baik secara medis maupun non medis. Berbagai terapi inovatif atau terapi meski belum secara lengkap diteliti terapi yang diklaim dapat memperbaiki penderita autis adalah terapi lumba-lumba.

Terapi lumba-lumba (dolphin therapy). sebenarnya sudah dikenal manusia selama berabad-abad lamanya.Bangsa Yunani Kuno misalnya, menamakannya sebagai konstelasi bintang, delphinus, atau lumba-lumba. Bangsa Romawi kuno mempercayainya sebagai simbol cinta sejati, persahabatan, dan harmoni. Lumba-lumba mampu berenang dengan kecepatan lebih dari 40 km per jam. Hewan ini mampu mengirimkan serangkaian sinyal ultrasonik untuk mendeteksi keberadaan benda di sekitarnya. Lumba-lumba juga senang bermain-main. Otaknya yang lebih besar dari simpanse atau kera, membuatnya tergolong binatang cerdas. Kegemaran bermain memudahkan hewan menyusui ini akrab dengan manusia.

Stimulasi-stimulasi yang dilakukan lumba-lumba pada panca indra memungkinkan dicapainya kesembuhan bagi manusia. Suara lumba-lumba membuat rileks dan perasaan menjadi lebih tenang. Sentuhannya merangsang saraf sensoris, pendengaran, penglihatan, dan konsentrasi anak.  Lumba-lumba mempunyai gelomba sonar (gelombang suara dengan frewkuensi tertentu) yang dapat merangsang otak manusia untuk memproduksi energi yang ada dalam tulang tengkorak, dada, dan tulang belakang pasien sehingga dapat membentuk keseimbangan antara otak kanan dan kiri.  Gelombang suara dari lumba-lumba juga dapat meningkatkan neurotransmitter. Itu sebabnya beberapa ahli menyatakan terapi lumba-lumba baik untuk para penderita gangguan saraf. Terapi lumba-lumba bahkan disebut mampu meningkatkan kemampuan bicara dan keahlian motorik anak autistik.

DR. Nathanson mengamati dan meneliti ketika manusia dan lumba-lumba saling berinteraksi. Psikolog yang membuka terapi di Ocean World, Fort Lauderdale, Florida, Amerika Serikat itu mulanya menstimulasi panca indra anak-anak yang mengalami down syndrome atau keterbelakangan mental degan mengajak mereka bermain dan berenang bersama lumba-lumba. Hasilnya, anak-anak tersebut mampu menerima stimulasi dan mulai memberi perhatian. Dalam perkembangannya, lumba-lumba tidak hanya diperuntukkan bagi anak-anak down syndrome atau autis saja, juga untuk orang dewasa yang mengalami gangguan mental dan sensor saraf indra.

BACA  Campak Pada Bayi, Gejala dan Penanganannya

Lumba-lumba bisa dijadikan sarana terapi karena mampu berinteraksi dengan manusia. Hasil penelitian Vilchis Quiroz dari Medical Director Aragon Aquarium, Mexico City, Meksiko, ketika berinteraksi dengan lumba-lumba, hormon endorfin pada manusia meningkat. Hal ini membuat terbentuknya keseimbangan antara otak kiri dan kanan. Gelombang ultrasonik, hasil stimulasi suara-suara atau sonar yang dikeluarkan lumba-lumba, mampu diterima dengan sempurna oleh manusia.

Dr.David Nathanson, Ph.D. dari The Dolphin Human Therapy Centre di Florida, Amerika Serikat, mulai mengembangkan terapi ini pada awal 1980-an. Dalam sesi terapi yang berlangsung di kolam renang, pasien diminta berenang, menyentuh, memberi makan, hingga mengelus lumba-lumba. Tentunya yang digunakan adalah lumba-lumba jinak yang sudah terlatih. Selanjutnya, program terapi didesain sesuai kebutuhan anak dengan bimbingan khusus. Di Indonesia saat baru ada dua tempat yang memiliki fasilitas terapi lumba-lumba yakni di Bali dan Pulau Bidadari. Karena keterbatasan ini, sebuah situs kemudian menawarkan produk CD Terapi Anak Autis yang disebut-sebut menyerupai terapi lumba-lumba. Gelombang Sonar yang dihasilkan oleh lumba-lumba direkam, dan ditiru pola gelombangnya untuk diproduksi secara digital.

photo

 

Originally posted 2014-10-02 14:31:08.

loading...

Материалы по теме:

Permasalahan Ibu Menyusui Dengan Penyakit Endokrin
  Permasalahan Ibu Menyusui Dengan Penyakit Endokrin ASI mengandung hormon dan faktor pertumbuhan yang berperan dalam proses pematangan saluran cerna terutama fungsi kekebalan dan ketahanan terhadap ...
Gangguan Saluran Cerna Pada Bayi dan Gangguan Yang Menyertai
Gangguan Saluran Cerna Pada Bayi dan Dampak Yang Menyertai
BACA  Menegakkan Diagnosis Autis
Tampaknya 1 di antaranya 3 manusia sehat mengalami hipersensitif saluran cerna. Hal ini akan lebih sering ...
Penyebab dan Penanganan Peradangan Payudara Atau Mastitis
Penyebab dan Penanganan Peradangan Payudara Atau Mastitis Mastitis merupakan proses peradangan payudara yang mungkin disertai infeksi atau tanpa infeksi. Sebagian besar mastitis terjadi dalam 6 ...
ASI Bisa Cegah dan Bunuh Virus HIV
ASI Bisa Cegah dan Bunuh Virus HIV Penelitian terbaru dari University of North Carolina School of Medicine yang melakukan uji coba di tubuh tikus mendapatkan ...
Gejala Disleksia dan Penanganannya
Gejala Disleksia dan Penanganannya Ternyata, satu dari sepuluh orang didiagnosa memiliki kecenderungan Disleksi. Berasal dari kata Yunani, disleksia berarti ‘kesulitan dengan kata-kata’. Artinya, penderita ini ...

Leave a Reply

Your email address will not be published.