Terlalu Banyak Imunisasi Tidak Sebabkan Autis

Spread the love

Terlalu Banyak Imunisasi Tidak Sebabkan Autis

Kecemasan orangtua bahwa anak mereka mendapat terlalu banyak vaksin sebelum usia 2 tahun atau diberi vaksin terlalu banyak saat kunjungan ke dokter ternyata tidak meningkatkan risiko autis. Hal tersebut adalah salah satu kesimpulan penelitian yang dimuat dalam Journal of Pediatrics. Penelitian tersebut menjawab kekawatiran orangtua yang selama ini  menerima banyak imunisasi. Pada enam bulan pertama usia bayi sudah menerima sekitar 19 dosis dari enam jenis vaksin berbeda. Di usia 6 tahun, rata-rata seorang anak menerima 25 dosis dari 10 jenis vaksin.Penelitian yang dilakukan Center for Disease Control and Prevention, mengungkapkan kaitan antara paparan antigen (protein dalam vaksin yang merangsang sistem imun tubuh) dengan risiko anak terkena autisme. Banyak penelitian sebelumnya tidak menemukan kaitan antara jumlah vaksin yang diterima anak dan risiko gangguan saraf. Memang dalam studi tersebut tidak disebutkan secara spesifik risiko autis.

Peneliti lebih memilih untuk melihat paparan antigen daripada jumlah vaksin yang diterima anak karena sebenarnya yang jadi kecemasan orangtua adalah anak mendapat stimulasi imunologi lebih banyak dari yang sistem imun mereka bisa tangani.  Ternyata jumlah vaksin tidak bisa menjadi alat ukur dari respon imunologi karena vaksin mengandung berbagai jenis antigen dan beberapa antigen itu memberi perlindungan lebih dari satu penyakit.

Peneliti menganalisa informasi dari 250 anak dengan autis dan 750 anak tanpa autis, yang lahir antara tahun 1994 dan 1999.Anak dengan autis terpapar antigen dalam jumlah yang sama dengan anak tanpa autis di usia 3 bulan, 7 bulan, dan 2 tahun. Tidak ada perbedaan antara dua kelompok itu dalam total jumlah antigen yang diterima dalam satu hari.

BACA  Terapi Inovatif Terapi Lumba-Lumba Untuk Penderita Autis

Sebenarnya setiap hari anak juga terpapar banyak virus dan patogen yang merangsang kekebalan tubuh mereka, seperti halnya cara kerja vaksin. Dengan kata lain sebenarnya dalam sehari pun anak mendapat ribuan kali vaksinasi. Kendati jumlah vaksin yang diterima anak saat ini lebih banyak daripada anak di era tahun 1990-an, namun vaksin generasi terbaru memiliki antigen lebih sedikit. Jadi anak di era tahun 1990an mendapat antigen antara 3000 sampai 15.250 sebelum berusia 2 tahun, anak generasi sekarang hanya menerima sekitar 315 antigen.

 

Originally posted 2014-10-03 01:11:07.

loading...

Материалы по теме:

Masker N95 dan Masker Bedah: Rekomendasi Penggunaan dan Perbedaannya
Masker N95 dan Masker Bedah: Rekomendasi Penggunaan dan Perbedaannya Rekomendasi Penggunaan di depan umum CDC tidak merekomendasikan penggunaan rutin respirator di tempat umum. Paling sering, ...
WASPADAI DIAGNOSIS DEMAM TIFUS YANG BELUM TENTU BENAR
“OVERDIAGNOSIS DEMAM TIFOID”   Dr Widodo judarwanto pediatrician  CERMATI, DIAGNOSIS TIFUS YANG TIDAK BENAR, WIDAL POSITIF BELUM TENTU TIFUS. CIRI KHAS YANG DAPAT DIBEDAKAN ADALAH KARAKTERISTIK ...
Obesitas dan Diabetes Saat Hamil Lahirkan Bayi Autis
Penelitian terkini menunjukkan bahwa ibu hamil dengan obesitas dan diabetes ternyata lebih berisiko mengalami anak autisme. Peneliti menemukan, anak-anak yang masuk dalam studi yang ...
Permasalahan Tentang Susu Bagi Kehidupan Manusia
Susu adalah cairan bergizi berwarna putih yang dihasilkan oleh kelenjar susu mamalia dan manusia. Susu adalah sumber gizi utama bagi bayi sebelum mereka dapat ...
Kenali Deteksi Dini dan Tanda Bahaya DBD
Kenali Deteksi Dini dan Tanda Bahaya DBD
BACA  Sistem Kekebalan Tubuh Bayi Baru Lahir dan Manfaat Imunologis dari ASI
Si Udin yang berusia 5 tahun meninggal secara tragis karena penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue). Orangtuanya menolak bila ...

Leave a Reply

Your email address will not be published.