DOKTERPEDIATRI

Advancing Children's Health Through Science

Tahukah Anda? Protein Lebih Berpengaruh terhadap Pertumbuhan daripada Sekadar Minum Susu

Tahukah Anda? Protein Lebih Berpengaruh terhadap Pertumbuhan daripada Sekadar Minum Susu

Sandiaz Yudhasmara, Widodo Judarwanto pediatrcian

Protein merupakan zat gizi utama yang dibutuhkan anak untuk membentuk tulang, otot, organ, enzim, hormon, dan sistem kekebalan tubuh. Dibandingkan hanya berfokus pada konsumsi susu, kecukupan protein total dari seluruh makanan sehari-hari lebih berperan dalam mendukung pertumbuhan anak. Susu memang merupakan salah satu sumber protein yang baik, tetapi bukan satu-satunya, dan tidak dapat menggantikan pentingnya pola makan bergizi seimbang.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa asupan protein yang cukup berhubungan dengan pertumbuhan tinggi badan, berat badan, dan perkembangan massa otot pada anak. Protein menyediakan asam amino esensial yang diperlukan untuk pembentukan jaringan baru serta merangsang produksi Insulin-like Growth Factor-1 (IGF-1), yaitu hormon yang berperan penting dalam pertumbuhan tulang dan jaringan tubuh. Kekurangan protein dalam jangka panjang dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan, termasuk stunting dan gagal tumbuh.

Sebaliknya, minum susu saja tidak menjamin anak akan tumbuh optimal apabila kebutuhan energi, protein, vitamin, dan mineral dari makanan sehari-hari tidak terpenuhi. Sampai saat ini belum ada bukti ilmiah bahwa satu jenis susu tertentu dapat membuat anak lebih tinggi dibandingkan susu lainnya. Manfaat susu terutama berasal dari kandungan protein, kalsium, vitamin D, dan zat gizi lainnya yang melengkapi pola makan anak.

Rekomendasi World Health Organization (WHO) dan FAO menegaskan bahwa pertumbuhan optimal dicapai melalui pola makan bergizi seimbang yang mengandung cukup protein, energi, vitamin, dan mineral. Protein dapat diperoleh dari berbagai sumber, seperti ikan, telur, ayam, daging, susu, tempe, tahu, kacang-kacangan, dan produk kedelai. Mengonsumsi berbagai sumber protein juga membantu memenuhi kebutuhan asam amino esensial secara lebih lengkap.

Sebuah tinjauan sistematis yang dipublikasikan dalam Advances in Nutrition menunjukkan bahwa asupan protein yang memadai pada masa kanak-kanak berhubungan dengan pertumbuhan linier (tinggi badan) dan perkembangan jaringan tanpa lemak (lean body mass). Namun, penelitian juga menekankan bahwa manfaat tersebut hanya optimal bila kebutuhan energi dan zat gizi lainnya juga terpenuhi. Dengan kata lain, protein bekerja sebagai bagian dari pola makan yang sehat, bukan secara terpisah.

Bagi anak yang sulit makan atau berat badannya sulit naik, solusi utamanya bukan hanya menambah susu. Yang lebih penting adalah memastikan anak mendapatkan protein berkualitas pada setiap waktu makan, memperbaiki kebiasaan makan, memberikan variasi makanan, serta mencari penyebab bila gangguan makan berlangsung lama. Pada beberapa anak, gangguan kesehatan seperti infeksi kronis, gangguan saluran cerna, atau alergi makanan juga dapat menghambat pertumbuhan meskipun sudah minum susu setiap hari.

Jadi, protein lebih berpengaruh terhadap pertumbuhan anak daripada sekadar minum susu. Susu merupakan salah satu sumber protein yang baik, tetapi bukan satu-satunya. Pertumbuhan yang optimal dicapai melalui pola makan bergizi seimbang yang kaya protein, energi, vitamin, dan mineral, disertai tidur yang cukup, aktivitas fisik, serta penanganan bila terdapat penyakit yang mengganggu tumbuh kembang anak.

Tabel. Protein vs Susu dalam Mendukung Pertumbuhan Anak

Aspek Protein Susu
Peran utama Membentuk otot, tulang, organ, hormon, dan enzim Salah satu sumber protein, kalsium, vitamin D, dan energi
Pengaruh terhadap pertumbuhan Sangat besar bila kebutuhan terpenuhi Membantu sebagai bagian dari pola makan sehat
Apakah harus berasal dari susu? Tidak Tidak
Sumber utama Ikan, telur, ayam, daging, tempe, tahu, kacang-kacangan, susu Susu dan produk olahannya
Kekurangan Dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan dan gagal tumbuh Bila tidak minum susu, kebutuhan protein tetap dapat dipenuhi dari makanan lain
Bukti ilmiah Asupan protein cukup berhubungan dengan pertumbuhan tinggi badan dan massa otot Tidak ada bukti bahwa susu tertentu membuat anak lebih tinggi dibandingkan susu lain

Referensi

  1. World Health Organization (WHO). Guiding Principles for Complementary Feeding of the Breastfed Child. Geneva: WHO.
  2. FAO/WHO/UNU. Protein and Amino Acid Requirements in Human Nutrition. WHO Technical Report Series No. 935.
  3. Dror DK, Allen LH. The Importance of Milk and Other Animal-Source Foods for Children’s Growth and Development. Food and Nutrition Bulletin. 2011;32(3):227–243.
  4. Eaton JC, et al. Protein Intake and Growth in Healthy Children: A Systematic Review. Advances in Nutrition. 2020;11(6):1456–1477.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *