
Penanganan Syok Septik pada Anak: Tinjauan Sistematis
Abstrak
Syok septik pada anak adalah kondisi kegawatan medis akibat infeksi sistemik berat yang menyebabkan disfungsi sirkulasi dan perfusi jaringan tidak adekuat, berpotensi mengarah pada gagal organ multipel dan kematian. Jenis syok ini ditandai oleh vasodilatasi, peningkatan permeabilitas kapiler, dan disfungsi miokard. Diagnosis dilakukan melalui pemeriksaan klinis, tanda vital, laboratorium, dan pemeriksaan penunjang. Penanganan meliputi resusitasi cairan, pemberian antibiotik sesuai protokol, terapi vasopresor atau inotropik, serta monitoring ketat. Artikel ini meninjau epidemiologi, penyebab, tanda dan gejala menurut usia, diagnosis, terapi medikamentosa, alur penanganan, serta prognosis syok septik pada anak.
Syok septik pada anak merupakan salah satu keadaan kegawatdaruratan dengan mortalitas tinggi jika tidak ditangani segera. Infeksi sistemik berat memicu pelepasan mediator inflamasi yang menyebabkan vasodilatasi, peningkatan permeabilitas kapiler, dan penurunan curah jantung, sehingga perfusi jaringan terganggu.
Bayi dan anak memiliki cadangan fisiologis yang terbatas, sehingga dekompensasi terjadi lebih cepat dibanding orang dewasa. Deteksi dini dan intervensi tepat, termasuk resusitasi cairan dan antibiotik, sangat penting untuk menurunkan morbiditas dan mortalitas.
Angka Kejadian
- Syok septik merupakan penyebab utama syok pada anak di unit gawat darurat dan ICU. Insidensi global diperkirakan 0,5–2% dari seluruh kunjungan pediatrik gawat darurat, dengan mortalitas sekitar 10–20% pada kasus berat.
- Di Indonesia, data rumah sakit menunjukkan syok septik menyumbang 25–30% dari total kasus syok anak, dengan angka kematian lebih tinggi pada bayi <1 tahun dan anak dengan imunokompromais. Faktor risiko tambahan termasuk malnutrisi, penyakit kronis, dan keterlambatan pengobatan antibiotik awal.
Penyebab Syok Septik pada Anak
- Infeksi Bakteri Sistemik:
Sepsis akibat bakteri Gram negatif dan Gram positif merupakan penyebab paling umum syok septik pada anak. Contoh: sepsis neonatal, pneumonia, infeksi saluran kemih berat. - Disfungsi Sistem Imun:
Anak dengan imunodefisiensi primer, malnutrisi, atau penyakit kronis lebih rentan mengalami syok septik akibat respons imun yang berlebihan atau tidak adekuat. - Disfungsi Organ Sekunder:
Sepsis dapat menyebabkan disfungsi organ multipel, termasuk gagal jantung, disfungsi ginjal, dan gangguan koagulasi, yang memperburuk perfusi jaringan dan volume efektif sirkulasi.
Tabel Tanda dan Gejala Syok Septik pada Bayi, Anak, dan Remaja
| Usia | Tanda Klinis | Penjelasan |
|---|---|---|
| Bayi | Takikardia, letargi, napas cepat, pucat, fontanel cekung, nadi lemah | Perfusi perifer menurun, cadangan fisiologis rendah |
| Anak | Takikardia, hipotensi, pucat, kulit dingin, oliguria, penurunan kesadaran | Respon kardiovaskular dan neuro-metabolik lebih jelas |
| Remaja | Hipotensi, takikardia, mual, pucat, penurunan urine output, demam/hipotermia | Dekomposisi lebih lambat, tetapi tanda hemodinamik muncul saat berat |
Penjelasan: Gejala dapat bervariasi menurut usia dan derajat infeksi; bayi dekompensasi lebih cepat, remaja dapat mempertahankan tekanan darah lebih lama.
Diagnosis
- Pemeriksaan Klinis: Evaluasi tanda vital (nadi, tekanan darah, respirasi), perfusi perifer, kesadaran, dan output urine.
- Pemeriksaan Laboratorium: CBC, elektrolit, gas darah, kultur darah, CRP, prokalcitonin, fungsi ginjal dan hati.
- Pemeriksaan Penunjang: Imaging untuk menilai fokus infeksi atau komplikasi sekunder; ekokardiografi bila dicurigai disfungsi miokard.
Diagnosis dini sangat penting untuk menentukan terapi cairan, antibiotik, dan vasopresor yang tepat.
Diagnosis Banding
- Syok Hipovolemik: Karena perdarahan atau dehidrasi primer; berbeda dari septik karena tekanan darah biasanya lebih cepat menurun dan terkait tanda infeksi.
- Syok Kardiogenik: Dapat menyerupai syok septik, tetapi disertai tanda gagal jantung dan edema paru.
- Syok Distributif Non-septik: Misalnya anafilaksis; perlu dibedakan melalui riwayat alergi dan respons terhadap epinefrin.
Penanganan Syok Septik pada Anak
- Stabilisasi ABC: Pastikan jalan napas terbuka, oksigenasi adekuat, ventilasi mendukung.
- Resusitasi Cairan: Bolus kristaloid 20 mL/kg IV, diulang sesuai respons; gunakan koloid bila perlu.
- Antibiotik Spektrum Luas: Segera setelah kultur diambil, sesuai protokol sepsis pediatrik; sesuaikan setelah hasil kultur.
- Terapi Vasopresor/Inotropik: Dopamin, dobutamin, atau norepinefrin jika hipotensi persisten setelah cairan.
- Monitoring Intensif: Tekanan darah, nadi, saturasi, urine output, laboratorium berulang, koreksi defisit cairan, elektrolit, dan metabolik.
- Tabel Terapi Medikamentosa Syok Septik pada Anak
| Obat / Terapi | Mekanisme | Indikasi |
|---|---|---|
| Cairan IV (Ringer Laktat / Saline) | Rehidrasi dan restore volume | Syok septik dengan perfusi buruk |
| Koloid (albumin 5%) | Meningkatkan volume plasma | Bila cairan kristaloid tidak cukup |
| Dopamin / Dobutamin | Inotropik, meningkatkan curah jantung | Hipotensi persisten setelah cairan |
| Norepinefrin / Epinefrin | Vasopresor, meningkatkan perfusi organ | Syok septik berat / distributif |
| Antibiotik IV | Melawan infeksi | Sepsis penyebab syok |
Alur Diagnosis dan Penanganan Syok Septik Anak
Anak dengan tanda syok → Evaluasi ABC → Tanda syok septik →
Cairan IV 20 mL/kg → Monitoring respons hemodinamik →
Ambil kultur darah → Antibiotik segera →
Vasopresor/Inotropik bila hipotensi persisten →
Monitoring lanjutan & evaluasi respons → Follow-up
Prognosis
- Prognosis bergantung pada kecepatan diagnosis dan intervensi, jenis infeksi, dan kondisi komorbid anak.
- Intervensi cepat dapat menurunkan mortalitas hingga 10–15%.
- Keterlambatan atau syok septik berat dapat menyebabkan gagal organ multipel, ensefalopati, dan kematian.
Kesimpulan
Syok septik pada anak adalah kondisi kegawatan yang mengancam nyawa akibat infeksi sistemik berat. Penilaian cepat, diagnosis dini, resusitasi cairan, terapi antibiotik, dukungan hemodinamik, dan monitoring ketat merupakan kunci menurunkan morbiditas dan mortalitas. Penerapan protokol standar resusitasi pediatrik sangat penting dalam meningkatkan outcome anak kritis.
Daftar Pustaka
- American Academy of Pediatrics. Textbook of Pediatric Emergency Medicine, 8th Edition. Elk Grove Village, IL: AAP; 2020.
- Marx JA, Hockberger RS, Walls RM. Rosen’s Emergency Medicine: Concepts and Clinical Practice, 9th Edition. Philadelphia, PA: Elsevier; 2018.
- Carcillo JA, Fields AI, Braude DA. Shock in children: pathophysiology, recognition, and management. Crit Care Clin. 2011;27(1):1–20. doi:10.1016/j.ccc.2010.09.002
- Ranjit S, et al. Pediatric shock: epidemiology and management in developing countries. Pediatr Crit Care Med. 2013;14(7):e287–e297. doi:10.1097/PCC.0b013e31827e3e2a












Leave a Reply