HUBUNGAN ALERGI MAKANAN, ASMA, GANGGUAN PENCERNAAN, INFEKSI BERULANG, DAN DAMPAK INTERVENSI DIET ELIMINASI SERTA ORAL FOOD CHALLENGE PADA ANAK USIA SEKOLAH DENGAN ASMA
Widodo Judarwanto, Sandiaz yudhamara
ABSTRAK
Latar belakang: Asma pada anak merupakan penyakit inflamasi kronis saluran napas yang sering berhubungan dengan penyakit alergi lain, termasuk alergi makanan. Alergi makanan dapat memengaruhi sistem imun, kesehatan saluran cerna, mikrobiota usus, serta berperan dalam meningkatkan risiko eksaserbasi asma dan infeksi berulang. Diagnosis alergi makanan yang tepat penting untuk menentukan terapi, termasuk diet eliminasi dan evaluasi toleransi melalui Oral Food Challenge (OFC).
Tujuan: Menilai perubahan klinis pada anak usia sekolah dengan asma yang disertai alergi makanan, gangguan pencernaan, dan infeksi berulang setelah dilakukan penatalaksanaan alergi makanan melalui penghindaran makanan pemicu dan evaluasi menggunakan Oral Food Challenge.
Metode: Dilakukan studi observasional pada 30 anak usia sekolah dengan diagnosis asma dan dugaan alergi makanan berdasarkan riwayat klinis, gejala pencernaan, serta pola kekambuhan penyakit. Intervensi dilakukan berupa identifikasi makanan pencetus, diet eliminasi terarah, edukasi keluarga, dan evaluasi toleransi makanan menggunakan Oral Food Challenge sesuai indikasi. Parameter yang dinilai sebelum dan sesudah intervensi meliputi frekuensi kekambuhan asma, penggunaan obat pelega, gejala saluran cerna, serta kejadian infeksi berulang.
Hasil: Setelah dilakukan penanganan alergi makanan, terdapat perbaikan klinis bermakna pada sebagian besar pasien. Frekuensi kekambuhan asma menurun, gejala gangguan pencernaan berkurang, dan kejadian infeksi berulang mengalami penurunan. Analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan bermakna antara kondisi sebelum dan sesudah intervensi (p<0,05). Evaluasi dengan Oral Food Challenge membantu menentukan pasien yang masih memiliki alergi aktif dan pasien yang telah mencapai toleransi terhadap makanan tertentu.
Kesimpulan: Pada anak usia sekolah dengan asma, evaluasi alergi makanan perlu dipertimbangkan terutama bila disertai gangguan pencernaan, infeksi berulang, atau asma yang sulit terkontrol. Penanganan berbasis eliminasi makanan yang tepat dan konfirmasi melalui Oral Food Challenge dapat memberikan perbaikan klinis serta membantu mengurangi pembatasan diet yang tidak diperlukan.
Kata kunci: Alergi makanan, asma anak, Oral Food Challenge, diet eliminasi, infeksi berulang, sistem imun.
DAFTAR PUSTAKA
- Cunico D, Giannì G, Scavone S, Buono EV, Caffarelli C. The Relationship Between Asthma and Food Allergies in Children. Children (Basel). 2024;11(11):1295. doi:10.3390/children11111295. PMID:39594870.
- Loftus MC, Wise SK. The relationship between food allergy and asthma. Current Allergy and Asthma Reports. 2020;20(10):58.
- Roberts G, Bahnson HT, Spergel JM, et al. Food allergy and asthma: mechanisms and clinical implications. Pediatric Allergy and Immunology. 2021;32(6):1093-1103.
- European Academy of Allergy and Clinical Immunology (EAACI). EAACI Guidelines on the Management of IgE-Mediated Food Allergy. Allergy. 2024.
- American Academy of Allergy, Asthma & Immunology (AAAAI). Food Allergy and Asthma Practice Parameters Update. 2024.
- Sicherer SH, Warren CM, Dant C, et al. The public health impact of food allergy and associated allergic diseases in childhood. Pediatrics. 2023;151(4):e2022058795.
- Nowak-Wegrzyn A, Assa’ad AH, Bahna SL, Bock SA, et al. Work Group Report: Oral Food Challenge Testing. Journal of Allergy and Clinical Immunology. 2009;123(6 Suppl):S365-S383.
- Sampson HA. Food allergy: past, present and future. Allergology International. 2016;65(4):363-369.






Leave a Reply