KONSULTASI DONG DOK: ANAKKU MAKAN BANYAK TAPI BB SERET DAN KURUS
Mengapa anak terlihat sering makan tetapi tetap kurus dan berat badannya sulit naik, padahal orangtua merasa jumlah makan sudah cukup, susu sudah sering diberikan, bahkan sudah mencoba berbagai aturan feeding rules dan pemeriksaan medis seperti TBC atau ISK, namun hasilnya tetap tidak memuaskan dan anak tetap sulit gemuk?
JAWABAN KONSULTASI DR WIDODO JUDARWANTO,pediatrician
Banyak orangtua merasa anaknya sudah sering makan dan minum susu, tetapi berat badan tetap sulit naik dan tubuh terlihat kurus. Kondisi ini sering menimbulkan kekhawatiran berlebihan hingga berujung pada salah penilaian pola makan dan salah arah pemeriksaan medis.
- Orangtua sering salah menilai jumlah dan konsistensi makan anak.
Banyak anak terlihat sering makan, tapi jika dihitung dengan benar, jumlahnya tidak cukup. Anak usia sekitar 1 tahun idealnya minum susu sekitar 150 hingga 180 cc sekali minum dan bisa habis dalam waktu wajar. Pada makan utama, porsi realistis adalah sekitar 10 hingga 12 sendok makan per kali makan. Faktanya, banyak anak hanya makan 4 hingga 5 sendok lalu berhenti, tetapi sudah dianggap banyak. Pola makan juga sering tidak konsisten, pagi sulit makan, siang sedikit lebih baik, malam kembali menolak. Minum susu 100 cc yang tidak habis dan diminum lama sering dianggap cukup, padahal secara kalori dan protein belum memenuhi kebutuhan tumbuh kembang. Akibatnya, asupan harian tidak pernah mencapai target meski anak terlihat sering makan - Sebagian anak memang memiliki pola pertumbuhan konstitusional.
Sekitar 20 persen anak mengalami konstitusional growth, yaitu pertumbuhan lebih lambat dibanding teman sebayanya tetapi masih dalam batas normal dan sehat. Tapi srkitar 80% ansk bisa gemuk atau BB mudah naik. Pada krlompok pertama, anak tetap aktif, perkembangan motorik dan kognitif sesuai usia, hanya berat badan dan tinggi badan naik perlahan. Biasanya anak alami alergi pencernaan non IgE, dengan keluhan sembelit, BAB tidak tiap hari, BAB ngeden, feses bau tajam, warna gelap, . Kondisi ini sering membuat orangtua cemas karena membandingkan dengan anak lain yang terlihat lebih gemuk. Pada kelompok ini, memaksa makan atau sering mengganti susu justru bisa menimbulkan masalah baru. Yang dibutuhkan adalah pemantauan kurva pertumbuhan secara berkala dan kesabaran mengikuti pola alami tubuh anak. - Penyebab utama susah makan sering berasal dari gangguan pencernaan fungsional.
Banyak gangguan pencernaan pada anak dianggap sepele karena tidak selalu dramatis. Gejalanya bisa berupa sembelit ringan, BAB harus ngeden, perut sering kembung, mual, muntah sesekali, nyeri perut yang datang dan pergi, bibir kering, air liur berlebihan, atau lidah tampak putih. Anak dengan kondisi ini biasanya cepat kenyang, makan sedikit lalu berhenti, atau menolak makan karena tidak nyaman. Selama penyebab ini tidak dikenali, berat badan akan sulit naik meski jadwal makan terlihat teratur. - Makanan tertentu bisa menjadi pemicu dan perlu dievaluasi dengan benar.
Jika dicurigai ada makanan pemicu gangguan pencernaan atau alergi, evaluasi harus dilakukan secara sistematis melalui oral food challenge di bawah pengawasan dokter. Pendekatan ini menilai reaksi nyata tubuh anak terhadap makanan, bukan sekadar dugaan. Bila dilakukan dengan tepat dan disiplin, banyak anak menunjukkan perbaikan nafsu makan dan kenaikan berat badan sekitar 200 hingga 260 gram per minggu. Tanpa pendekatan ini, anak sering menjalani diet eliminasi berlebihan yang justru mengurangi asupan gizi penting. -
Jangan buru-buru curiga TBC, ISK, atau menyalahkan feeding rules.
Anak dengan berat badan sulit naik dan susah makan sering langsung dicurigai TBC, ISK, atau dianggap salah pola feeding rules. Tidak jarang anak sudah divonis TBC atau ISK padahal bukan, hanya karena berat badan tidak naik atau nafsu makan buruk. Pemeriksaan laboratorium dan radiologi yang dilakukan terlalu dini sering menimbulkan overdiagnosis dan kecemasan berlebihan. Banyak kasus membaik setelah gangguan pencernaan dan pemicu makanan ditangani, tanpa terapi penyakit berat. Feeding rules memang penting, tetapi sering dijadikan kambing hitam, padahal masalah utamanya ada pada rasa tidak nyaman di saluran cerna anak. - Pemeriksaan dan intervensi medis harus dilakukan secara bertahap dan rasional.
Orangtua sebaiknya tidak terburu-buru melakukan pemeriksaan laboratorium untuk TBC, ISK, atau langsung memberi label alergi susu sapi dan mengganti dengan susu tinggi kalori. Banyak kasus berat badan sulit naik sebenarnya membaik setelah gangguan pencernaan fungsional ditangani dengan benar. Fokus utama adalah konsistensi pola makan, pemilihan makanan yang sesuai, pemantauan respons anak, dan evaluasi berkala. Dengan pendekatan yang tepat dan tenang, pertumbuhan anak bisa optimal tanpa panik dan tanpa intervensi yang tidak perlu. - Fokus pada penanganan tepat, konsistensi, dan pemantauan jangka menengah.
Pendekatan terbaik adalah tenang, konsisten, dan bertahap. Pantau pola makan, respons anak terhadap makanan, kenyamanan pencernaan, serta kenaikan berat badan secara berkala. Hindari panik, gonta-ganti susu, atau diet ekstrem tanpa indikasi jelas. Dengan penanganan yang tepat dan konsisten, pertumbuhan anak bisa optimal tanpa intervensi berlebihan dan tanpa salah diagnosis
Anak tidak butuh tekanan, anak butuh dipahami. Saat mam dan papa berhenti panik, mulai menghitung dengan jujur, dan mendengar bahasa tubuh anak, tubuhnya perlahan ikut bicara lewat nafsu makan dan timbangan yang bergerak. Pertumbuhan tidak selalu cepat, tapi selalu punya arah. Tugas mam bukan memaksa anak harusbgemuk hari ini, tapi menjaga agar tubuh kecil bisa bertumbuh dengan wajar, nyaman, cukup, dan aman untuk tumbuh dengan cara ilmiah yang benar dan baik








Leave a Reply