Audi Yudhasmara, Widodo Hudarwanto
Masalah tali pusat pada bayi baru lahir, meskipun jarang terjadi, dapat menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua. Tali pusat berfungsi sebagai penghubung vital antara ibu dan bayi selama kehamilan, mengalirkan darah yang kaya oksigen dan nutrisi penting untuk perkembangan bayi. Setelah bayi lahir, tali pusat akan dipotong dan sisa tali pusat (umbilical stump) akan mulai mengering dan jatuh dalam waktu 1 hingga 3 minggu. Proses ini biasanya berlangsung tanpa masalah, tetapi ada beberapa kondisi yang perlu diwaspadai yang bisa mempengaruhi penyembuhan tali pusat.
Salah satu masalah umum yang bisa terjadi adalah perdarahan pada tali pusat. Meskipun beberapa tetes darah pada saat tali pusat terlepas adalah hal yang normal, perdarahan yang lebih banyak atau berlangsung lama bisa menandakan infeksi atau gangguan pembekuan darah. Selain itu, infeksi pada tali pusat juga bisa terjadi jika area tersebut tidak dijaga kebersihannya dengan baik, yang bisa menyebabkan kemerahan, pembengkakan, dan keluarnya cairan berbau dari pangkal tali pusat. Infeksi ini harus segera ditangani untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
Masalah lain yang perlu diperhatikan adalah granuloma umbilikalis, yang merupakan benjolan merah kecil yang terbentuk setelah tali pusat terlepas, dan hernia umbilikalis, yang terjadi ketika ada lubang kecil di dinding perut dekat pusar yang memungkinkan jaringan atau usus menonjol keluar saat bayi menangis. Granuloma biasanya sembuh dengan sendirinya, namun dalam beberapa kasus memerlukan perawatan medis. Sementara itu, hernia umbilikalis seringkali sembuh dengan sendirinya dalam beberapa bulan, namun jika tidak sembuh hingga usia 3-5 tahun, tindakan medis seperti operasi mungkin diperlukan. Orang tua harus waspada dan segera berkonsultasi dengan dokter jika melihat gejala-gejala yang mencurigakan pada area tali pusat bayi mereka.
Penyebab, Tanda, dan Gejala Masalah Tali Pusat
Beberapa masalah yang mungkin terjadi pada tali pusat antara lain perdarahan dari tali pusat, infeksi, granuloma umbilikalis, dan hernia umbilikalis. Perdarahan ringan pada waktu tali pusat lepas adalah hal yang normal, namun jika perdarahan terus berlanjut atau terjadi infeksi, seperti keluarnya cairan kuning berbau busuk atau kulit merah di sekitar pangkal tali pusat, segera hubungi dokter. Granuloma umbilikalis adalah kondisi di mana sisa tali pusat membentuk benjolan kecil yang berwarna merah dan mengeluarkan cairan kuning. Kondisi ini umumnya sembuh dalam waktu seminggu, tetapi jika tidak, mungkin diperlukan tindakan medis. Sementara itu, hernia umbilikalis terjadi ketika ada lubang kecil di dinding perut yang memungkinkan jaringan keluar saat bayi menangis. Meskipun kondisi ini tidak berbahaya dan biasanya sembuh dengan sendirinya, dalam beberapa kasus, terutama jika tidak sembuh dalam waktu 3-5 tahun, operasi mungkin diperlukan.
5 Masalah Tali Pusat pada Bayi Baru Lahir
- Perdarahan pada Tali Pusat Perdarahan ringan setelah tali pusat terlepas adalah hal yang normal. Ketika tali pusat mulai mengering dan terlepas, kadang-kadang akan ada beberapa tetes darah yang keluar, yang biasanya berhenti dengan sendirinya. Namun, perdarahan yang lebih berat atau berlangsung lama dapat menunjukkan masalah, seperti infeksi atau gangguan pembekuan darah. Jika perdarahan tidak berhenti atau terus berlanjut, segera konsultasikan dengan dokter anak.
Untuk mencegah perdarahan lebih lanjut, pastikan area sekitar tali pusat tetap bersih dan kering. Hindari menarik atau menarik tali pusat yang masih terpasang, dan pastikan area tersebut tidak terkena iritasi. Jika terjadi perdarahan yang lebih banyak atau tanda infeksi, seperti kemerahan atau pembengkakan, segera hubungi dokter.
- Infeksi Tali Pusat Infeksi pada tali pusat terjadi ketika bakteri masuk ke dalam luka tali pusat yang belum sembuh. Gejala infeksi termasuk kemerahan, pembengkakan, dan keluarnya cairan kuning atau berbau busuk dari pangkal tali pusat. Infeksi ini dapat berkembang jika area sekitar tali pusat tidak dirawat dengan benar atau terkena kuman. Infeksi tali pusat yang tidak segera diobati dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti sepsis.
Untuk mencegah infeksi, orang tua harus memastikan bahwa area sekitar tali pusat selalu bersih dan kering. Jika ada tanda-tanda infeksi, seperti keluarnya cairan berbau atau demam, segera hubungi dokter. Pengobatan antibiotik mungkin diperlukan untuk mengatasi infeksi tersebut.
- Granuloma Umbilikalis Granuloma umbilikalis adalah kondisi di mana jaringan yang tumbuh berlebihan terbentuk setelah tali pusat terlepas. Ini biasanya muncul sebagai benjolan merah kecil di sekitar area pusar yang dapat mengeluarkan cairan kuning. Granuloma ini tidak berbahaya dan biasanya sembuh dengan sendirinya dalam beberapa minggu. Namun, jika tidak sembuh atau semakin membesar, dokter mungkin akan melakukan prosedur untuk menghilangkannya.
Penanganan granuloma umbilikalis sering melibatkan perawatan medis, seperti kauterisasi (pembakaran jaringan) untuk menghilangkan benjolan tersebut. Jika granula tidak hilang dalam waktu yang wajar, dokter anak akan memberikan rekomendasi lebih lanjut mengenai perawatan dan pengobatan yang tepat.
- Hernia Umbilikalis Hernia umbilikalis terjadi ketika ada lubang kecil di dinding perut dekat pusar yang memungkinkan bagian dari usus atau jaringan lainnya menonjol keluar. Ini biasanya terjadi ketika bayi menangis atau mengalami peningkatan tekanan perut. Kondisi ini umumnya tidak berbahaya dan seringkali sembuh dengan sendirinya dalam beberapa bulan hingga tahun pertama kehidupan bayi.
Meskipun tidak berbahaya, hernia umbilikalis harus dipantau. Jika hernia tidak menghilang setelah bayi berusia 3 hingga 5 tahun atau jika ada gejala lain seperti nyeri atau pembengkakan, operasi mungkin diperlukan untuk menutup lubang tersebut. Orang tua disarankan untuk tidak menempelkan benda seperti koin atau plester pada pusar bayi karena hal ini tidak akan membantu dan bisa menyebabkan iritasi kulit.
- Tali Pusat Tidak Jatuh pada Waktu yang Tepat Pada sebagian besar bayi, tali pusat akan terlepas dalam waktu 1 hingga 3 minggu setelah kelahiran. Namun, pada beberapa bayi, tali pusat bisa jatuh lebih lambat, yang bisa menyebabkan kekhawatiran bagi orang tua. Jika tali pusat tidak jatuh setelah 4 minggu atau lebih, bisa jadi ada masalah dalam proses penyembuhan atau infeksi yang menghambat proses tersebut.
Jika tali pusat tidak jatuh dalam waktu yang wajar, orang tua harus berkonsultasi dengan dokter anak. Dokter akan memeriksa apakah ada masalah kesehatan yang mendasari, seperti infeksi atau kelainan lainnya. Perawatan medis atau prosedur tertentu mungkin diperlukan untuk mempercepat penyembuhan dan mencegah komplikasi.
Penanganan
Untuk penanganan masalah tali pusat, orang tua harus menjaga kebersihan area sekitar tali pusat dan menghindari iritasi. Jika ada perdarahan atau tanda infeksi, segera konsultasikan dengan dokter anak. Untuk granuloma umbilikalis, dokter mungkin akan melakukan prosedur kauterisasi untuk menghilangkan jaringan yang tidak normal. Pada kasus hernia umbilikalis, meskipun kondisi ini tidak berbahaya, penting untuk memantau perkembangannya. Jika hernia tidak sembuh dalam waktu yang wajar, dokter akan memberikan saran terkait langkah selanjutnya, yang mungkin termasuk pembedahan.
Penutup
Masalah tali pusat pada bayi baru lahir umumnya dapat ditangani dengan perawatan yang tepat. Orang tua perlu memperhatikan tanda-tanda yang muncul dan segera mencari bantuan medis jika ada gejala yang mencurigakan. Dengan pemantauan yang cermat dan perhatian yang tepat, sebagian besar masalah tali pusat dapat sembuh dengan sendirinya tanpa komplikasi lebih lanjut.
Daftar Pustaka
- American Academy of Pediatrics. (2020). Newborn Care: Umbilical Cord Problems. Retrieved from AAP website
- Mayo Clinic. (2021). Umbilical Cord Problems in Newborns. Retrieved from Mayo Clinic website
- National Health Service (NHS). (2022). Umbilical Cord Care and Complications. Retrieved from NHS website













Leave a Reply