DOKTERPEDIATRI

"Smart Parent Circle – Pediatric Health Support"

Malrotasi dan Volvulus pada Bayi dan Anak

Malrotasi dan Volvulus pada Bayi dan Anak: Tinjauan Sistematis

Abstrak

Malrotasi usus adalah kelainan kongenital akibat rotasi dan fiksasi usus yang abnormal selama perkembangan embrionik, yang pada beberapa kasus dapat menyebabkan volvulus. Volvulus adalah komplikasi serius yang menyebabkan iskemia dan obstruksi usus. Artikel ini membahas epidemiologi, penyebab, tanda dan gejala, diagnosis, diagnosis banding, penanganan, terapi medikamentosa, alur manajemen, prognosis, dan kesimpulan pada bayi dan anak.


Malrotasi usus terjadi akibat kegagalan rotasi 270° normal dari usus selama minggu ke-4 hingga ke-12 perkembangan janin. Kondisi ini dapat tetap tidak terdiagnosis hingga masa kanak-kanak atau menimbulkan komplikasi akut seperti volvulus, yang mengancam nyawa.

Volvulus akibat malrotasi merupakan kondisi darurat bedah pediatrik. Iskemia usus yang cepat dapat menyebabkan nekrosis, sepsis, dan kematian jika tidak ditangani segera. Oleh karena itu, deteksi dini dan manajemen yang tepat menjadi kunci keberhasilan terapi pada bayi dan anak.

Angka Kejadian

  • Insidensi malrotasi diperkirakan 1 per 500–600 kelahiran hidup. Sekitar 60–85% kasus terdiagnosis pada usia <1 tahun, dengan sebagian besar bayi mengalami komplikasi volvulus pada bulan pertama kehidupan.
  • Meskipun lebih jarang terjadi pada anak >1 tahun, kasus malrotasi dapat muncul dengan gejala kronis seperti nyeri perut intermiten, muntah, dan gangguan pertumbuhan. Diagnosis sering terlambat karena gejala yang tidak khas, meningkatkan risiko komplikasi.

Penyebab

  1. Kelainan kongenital rotasi usus: kegagalan rotasi 270° normal selama perkembangan janin.
  2. Fiksasi usus abnormal: ligamentum Ladd yang pendek atau tidak terbentuk dapat menyebabkan mobilitas usus abnormal.
  3. Faktor predisposisi lain: kelainan kongenital lain seperti hernia diafragma, penyakit jantung bawaan, atau kromosom abnormal dapat meningkatkan risiko malrotasi dan volvulus.

Tabel 1. Tanda dan Gejala Malrotasi/Volvulus pada Bayi dan Anak

Usia Tanda Klinis Gejala Umum
Bayi Muntah bilious (hijau), distensi abdomen, nyeri perut intermiten, letargi Tidak mau menyusu, dehidrasi, shock pada kasus berat
Anak Nyeri perut intermiten, muntah, distensi, konstipasi Anoreksia, malaise, penurunan berat badan jika kronis

Penjelasan:

  • Pada bayi, muntah hijau adalah tanda klasik volvulus.
  • Pada anak lebih tua, gejala bisa lebih tidak spesifik, dengan nyeri perut episodik dan gangguan pertumbuhan.

Diagnosis

Diagnosis meliputi:

  • Pemeriksaan fisik: distensi abdomen, nyeri tekan, tanda dehidrasi, dan tanda shock pada kasus berat.
  • Pemeriksaan radiologi: USG abdomen, radiografi polos, dan kontras upper GI (gold standard) untuk menilai posisi duodenum dan volvulus.
  • Laboratorium: leukositosis, peningkatan CRP, asam laktat tinggi pada iskemia usus.

Diagnosis Banding

  • Gastroenteritis akut
  • Obstruksi usus akibat intususepsi
  • Hirschsprung disease
  • Ileus paralitik
  • Penyakit inflamasi usus

Diagnosis banding penting untuk menghindari keterlambatan penanganan volvulus yang mengancam nyawa.

Penanganan

  • Stabilisasi awal: hidrasi IV, koreksi elektrolit, analgesia, dan monitoring tanda vital.
  • Nasogastric tube: dekompresi lambung untuk mengurangi distensi.
  • Antibiotik IV: empiris untuk mencegah infeksi intraabdominal.
  • Operasi darurat (Ladd procedure): untwisting volvulus, reseksi usus nekrotik, pembentukan mesenterium lebih aman, dan appendektomi profilaksis.
  • Pascaoperatif: pemantauan komplikasi, nutrisi parenteral jika diperlukan, dan follow-up pertumbuhan.
  • Terapi Medikamentosa
Obat Indikasi Dosis / Pemberian Catatan
Ceftriaxone Antibiotik empiris 50–75 mg/kg IV/hari Digunakan sebelum operasi
Metronidazol Antibiotik anaerob 15 mg/kg IV/hari dibagi 2–3 dosis Kombinasi pada kasus nekrosis usus
Paracetamol Analgesik 10–15 mg/kg per 6–8 jam Pantau fungsi hati

Alur Diagnosis dan Penanganan

  • Anak/bayi dengan muntah bilious atau nyeri perut
  • Pemeriksaan fisik dan vital sign
  • Laboratorium: leukosit, CRP, laktat
  • Radiologi: USG/kontras GI
  • Diagnosis volvulus → stabilisasi cairan & antibiotik
  • Operasi darurat (Ladd procedure ± reseksi usus)
  • Pemantauan pascaoperatif, analgesia, nutrisi, dan follow-up

Prognosis

  • Prognosis sangat bergantung pada waktu diagnosis dan luas nekrosis usus.
  • Penanganan dini dengan Ladd procedure memiliki hasil baik dengan mortalitas <5% pada bayi yang stabil.
  • Komplikasi jangka panjang termasuk sindrom usus pendek jika reseksi usus luas dilakukan.

Kesimpulan

Malrotasi dan volvulus merupakan kondisi darurat bedah pediatrik yang memerlukan deteksi dini dan manajemen cepat. Kombinasi anamnesis, pemeriksaan fisik, laboratorium, dan pencitraan selektif penting untuk diagnosis. Penanganan meliputi stabilisasi, antibiotik, dan Ladd procedure sebagai tindakan definitif untuk mencegah komplikasi serius dan mortalitas.

Daftar Pustaka

  • Grosfeld JL, et al. Pediatric Surgery, 7th Edition. Elsevier, 2019.
  • St. Peter SD, et al. “Malrotation and Midgut Volvulus in Children.” Surgery, 2012;152:925–930.
  • Al-Salem AH. Textbook of Pediatric Surgery. Springer, 2020.
  • Puri P, Höllwarth ME. Pediatric Surgery: Diagnosis and Management. Springer, 2018.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *