Konsultasi Dong Dok: Anak Demam, Apakah cara Tradisional Direkomendasikan ?
Tanya dong Dok
Dok, anakku demam tinggi. Selama ini pakai obat demam dan cukup ampuh. Tapi ada yang menyarankan cara tradisional seperti herbal, dibaluri bawang atau minyak. Apakah benar cara itu bisa menurunkan demam tinggi pada anak? Bagaimana Cara yang benar rurunkan demam tingi pada anak
Jawaban Dr Widodo Judarwanto
Demam adalah respon alami tubuh terhadap infeksi atau peradangan. Pada anak, demam bukan penyakit, tapi tanda bahwa tubuh sedang melawan penyebab tertentu. Demam tinggi memang membuat anak tidak nyaman dan meningkatkan kebutuhan cairan serta energi. Pada kondisi tertentu, demam yang tinggi dan lama bisa menimbulkan risiko, sehingga perlu ditangani dengan tepat.
Kenapa banyak orang menggabungkan obat medis dan cara tradisional? Di masyarakat, penanganan demam anak sering bercampur antara pendekatan medis dan tradisional. Banyak orang tua memberi obat penurun panas lalu menambah ramuan tradisional. Hal ini wajar karena faktor budaya dan pengalaman. Namun, pertanyaan pentingnya adalah efektivitas, keamanan, dan dasar ilmiahnya.
Secara ilmiah, apa fungsi demam pada anak? Penelitian menunjukkan demam membantu sistem imun bekerja lebih efektif dengan menghambat pertumbuhan kuman dan mengaktifkan sel pertahanan tubuh. Namun, demam tinggi yang berlangsung lama bisa menyebabkan anak lemas, dehidrasi, dan tidak nyaman. Karena itu, tujuan penanganan demam adalah membuat anak lebih nyaman dan mencegah komplikasi, bukan sekadar menurunkan angka suhu.
Obat medis seperti parasetamol dan ibuprofen adalah terapi yang direkomendasikan secara ilmiah. Banyak penelitian membuktikan obat ini efektif menurunkan suhu dan memperbaiki kenyamanan anak jika dosisnya sesuai berat badan. Parasetamol bekerja di pusat pengatur suhu otak. Ibuprofen juga membantu meredakan peradangan. Obat ini aman bila digunakan sesuai aturan, tapi bisa berisiko bila dosis berlebihan atau dipakai sembarangan.
Penanganan medis yang benar dan ilmiah pada anak dengan demam tinggi.
- Nilai kondisi anak, bukan hanya angka suhu. Perhatikan aktivitas, kesadaran, minum, napas, dan warna kulit. Anak aktif dan mau minum biasanya aman walau demam tinggi. Anak lemas, rewel berat, atau tidak mau minum perlu evaluasi dokter.
- Gunakan obat demam berbasis bukti. Parasetamol adalah pilihan utama. Dosis 10 sampai 15 mg per kg berat badan per dosis, tiap 4 sampai 6 jam. Maksimal 4 kali sehari. Untuk bayi dan balita, gunakan sediaan sirup atau drop sesuai usia dan berat badan. Ibuprofen boleh untuk usia di atas 6 bulan dengan dosis 5 sampai 10 mg per kg berat badan tiap 6 sampai 8 jam.
- Pastikan perawatan suportif yang aman. Beri minum lebih sering untuk mencegah dehidrasi. Gunakan pakaian tipis dan nyaman. Jaga suhu ruangan sejuk. Kompres air hangat boleh, bukan air dingin, fokus pada kenyamanan anak.
- Waspadai tanda bahaya dan batas waktu. Segera ke fasilitas kesehatan bila demam lebih dari 3 hari, suhu sangat tinggi, kejang, muntah terus, napas cepat, atau anak tampak sangat lemah.
- Jangan mengandalkan cara tradisional sebagai pengganti obat medis.
- Lakukan kompres dengan cara yang benar. Gunakan air hangat suam kuku, bukan air dingin atau es. Kompres di ketiak, lipat paha, dan leher selama 10 sampai 15 menit. Tujuannya meningkatkan kenyamanan, bukan memaksa suhu turun cepat. Hentikan bila anak menggigil atau tidak nyaman.
- Pastikan perawatan suportif dan kewaspadaan. Beri minum lebih sering, pakaikan baju tipis, dan jaga ruangan sejuk. Segera ke fasilitas kesehatan bila demam lebih dari 3 hari, disertai kejang, muntah terus, napas cepat, atau anak sangat lemah.
- Intinya, mam bantu tubuh anak tetap nyaman, gunakan obat demam dengan dosis tepat sesuai berat badan, dan jangan menunda pemeriksaan bila muncul tanda bahaya.
Lalu bagaimana dengan herbal, jamu, atau balur bawang dan minyak? Sebagian besar tindakan tradisional belum punya bukti ilmiah kuat untuk menurunkan suhu inti tubuh anak. Efek yang dirasakan sering hanya sensasi di kulit. Beberapa herbal memang dilaporkan punya efek antiinflamasi ringan, tapi data pada anak sangat terbatas dan dosisnya tidak jelas. Baluran bawang, rempah, atau minyak juga berisiko menimbulkan iritasi kulit, alergi, atau rasa tidak nyaman, terutama pada bayi dan anak kecil.
Apakah cara tradisional boleh digunakan sama sekali? Cara tradisional tidak boleh menggantikan terapi medis, terutama pada demam tinggi, demam lama, atau disertai tanda bahaya. Hal yang masih bisa diterima sebagai pendukung adalah memastikan anak cukup minum, pakaian tidak tebal, dan lingkungan nyaman. Prinsipnya jelas, jangan membahayakan dan jangan menunda penanganan yang dibutuhkan.
Apa sikap terbaik orang tua saat anak demam tinggi? Orang tua perlu fokus pada kondisi anak secara keseluruhan, bukan hanya angka suhu. Jika anak lemah, sulit minum, napas cepat, kejang, atau demam tidak turun, segera periksa ke tenaga kesehatan. Gunakan obat medis sesuai anjuran. Perawatan tambahan harus aman dan tidak berbasis mitos. Keputusan yang tenang dan rasional sangat penting untuk keselamatan anak.
Daftar Pustaka
- Sullivan JE, Farrar HC. Fever and antipyretic use in children. Pediatrics. 2011;127(3):580–587. Artikel ini menjadi rujukan utama American Academy of Pediatrics tentang demam anak, tujuan terapi, serta penggunaan parasetamol dan ibuprofen yang aman dan berbasis bukti.
- Chiappini E, Venturini E, Remaschi G, et al. 2016 Update of the Italian Pediatric Society Guidelines for management of fever in children. Journal of Pediatrics. 2017;180:177–183. Panduan ini membahas demam sebagai respon fisiologis, indikasi antipiretik, serta menegaskan bahwa terapi tradisional tidak memiliki bukti kuat untuk menurunkan suhu inti tubuh.
- World Health Organization. Pocket Book of Hospital Care for Children. 2nd ed. WHO Press; 2013. Buku pedoman WHO ini menekankan penilaian klinis demam anak, penggunaan obat penurun panas yang rasional, serta peringatan terhadap praktik tradisional yang berpotensi membahayakan anak.








Leave a Reply