“Membaca Jejak Genetik di Balik Gangguan Bicara dan Bahasa Anak: Sebuah Tinjauan Sistematis”
Review Jurnal Sistematis : The clinical and genetic spectrum of paediatric speech and language disorders (Journal: Brain, Februari 2025, Vol 148, Issue 2, halaman 663-674)
Abstrak:
Gangguan bicara dan bahasa pada anak memiliki kontribusi genetik yang signifikan. Studi ini menganalisis 52.143 data pasien anak dari sistem rekam medis elektronik untuk mengidentifikasi spektrum klinis dan genetik dari gangguan ini. Usia terbanyak terdiagnosis adalah 2-5 tahun, mencakup 26 jenis diagnosis berbeda. Kombinasi teknologi natural language processing dan kode ICD-10 digunakan untuk identifikasi kasus. Hasilnya menunjukkan keterkaitan kuat antara gangguan bicara dan kondisi neurodevelopmental, epilepsi, dan gangguan gerak. Secara genetik, gen STXBP1, PTEN, dan CACNA1A paling banyak ditemukan terkait gangguan ini. Variasi genetik langka juga terdeteksi berhubungan dengan tipe gangguan bicara tertentu.
Pendahuluan:
Gangguan bicara dan bahasa pada anak merupakan salah satu tantangan besar dalam dunia tumbuh kembang. Tidak hanya mempengaruhi aspek komunikasi dan sosial anak, tetapi juga sering berkaitan dengan kondisi neurodevelopmental lain seperti autisme, epilepsi, atau gangguan motorik. Selama ini, penelitian lebih banyak fokus pada gangguan bahasa sebagai bagian dari sindrom lain, bukan sebagai fenomena klinis mandiri.
Penelitian terbaru ini memanfaatkan kekuatan big data dan teknologi analisis genetika untuk melihat lebih jauh pola klinis dan genetik dari gangguan bicara dan bahasa pada anak. Ini memberikan wawasan baru tentang peran mutasi genetik spesifik dan keragaman fenotipe yang ditimbulkan. Hal ini menjadi penting dalam menentukan diagnosis dini dan strategi terapi yang lebih personal.
Kesimpulan:
Penelitian ini memperluas pemahaman tentang kompleksitas gangguan bicara dan bahasa anak, baik dari aspek klinis maupun genetik. Ditemukan keterkaitan kuat antara gen tertentu (STXBP1, PTEN, CACNA1A) dengan jenis gangguan bicara tertentu seperti afasia dan apraxia. Studi ini menegaskan pentingnya skrining genetik dalam kasus gangguan bicara yang tidak biasa, serta perlunya pendekatan multidisiplin dalam penanganannya. Temuan ini membuka peluang terapi yang lebih spesifik berbasis profil genetik anak.
Daftar Pustaka
- Magielski JH, Ruggiero SM, Xian J, Parthasarathy S, Galer PD, Ganesan S, et al. The clinical and genetic spectrum of paediatric speech and language disorders. Brain. 2025 Feb 3;148(2):663-674. doi: 10.1093/brain/awae264.










Leave a Reply