DOKTERPEDIATRI

"Smart Parent Circle – Pediatric Health Support"

Memahami Gangguan Kepribadian pada Anak: Diagnosis, Gejala, dan Penanganan

Memahami Gangguan Kepribadian pada Anak: Diagnosis, Gejala, dan Penanganan

Abstrak:

Gangguan kepribadian pada anak merupakan kondisi yang kontroversial untuk didiagnosis karena perubahan alami dalam suasana hati dan perilaku selama perkembangan. Gangguan kepribadian ditandai oleh pola perilaku dan sifat yang maladaptif, kaku, dan menetap yang berbeda secara signifikan dari norma budaya. Meskipun biasanya muncul pada masa remaja atau dewasa awal, diagnosis pada anak di bawah 18 tahun dapat diberikan jika pola maladaptif berlangsung setidaknya satu tahun dan bersifat persisten serta luas. Artikel ini membahas diagnosis, jenis yang paling umum, gejala, serta pendekatan penanganan termasuk terapi psikologis dan penggunaan obat bila diperlukan.


Diagnosis gangguan kepribadian pada anak merupakan topik yang kontroversial karena sifat kepribadian dan identitas anak masih dalam tahap perkembangan dan perubahan. Perilaku anak yang tampak maladaptif atau berbeda secara signifikan dari teman sebayanya seringkali merupakan bagian dari proses belajar dan pertumbuhan, sehingga membedakan antara perilaku normal dan gangguan kepribadian membutuhkan evaluasi yang cermat.

Meski demikian, ketika pola perilaku maladaptif bersifat persisten, meluas, dan tidak terkait dengan tahap perkembangan tertentu atau kondisi kesehatan mental lain, gangguan kepribadian mungkin hadir. Pemahaman mengenai gejala, jenis, dan penanganan gangguan ini sangat penting bagi tenaga kesehatan, guru, dan orang tua untuk memberikan intervensi yang tepat dan mendukung perkembangan emosional dan sosial anak.

Diagnosis Gangguan Kepribadian pada Anak

  • Mendiagnosis gangguan kepribadian pada anak kontroversial karena adanya pergeseran alami dalam suasana hati dan perilaku seiring pertumbuhan. Namun, ketika sifat maladaptif menetap dan meluas, gangguan kepribadian mungkin ada.
  • Gangguan kepribadian adalah pola jangka panjang dari sifat dan perilaku maladaptif dan kaku yang berbeda secara signifikan dari norma budaya yang diterima. Sifat-sifat ini stabil dari waktu ke waktu dan menyebabkan gangguan pada area fungsi utama.
  • Tenaga kesehatan umumnya menerima bahwa gangguan kepribadian biasanya muncul pada masa remaja dan dewasa awal. Sebelum tahap tersebut, kepribadian dan identitas anak masih dalam kondisi berubah-ubah, sehingga diagnosis pada anak sangat menantang dan kontroversial.

Apakah Dokter Bisa Mendiagnosis Gangguan Kepribadian pada Anak?

  • Menurut pedoman DSM-5-TR (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, edisi ke-5 revisi teks), dokter dapat mendiagnosis gangguan kepribadian pada anak di bawah usia 18 tahun.
  • Pengecualian hanya berlaku untuk antisocial personality disorder, yang memerlukan usia di atas 18 tahun. DSM-5-TR menyatakan bahwa diagnosis gangguan kepribadian pada anak tidak umum, tetapi dapat diberikan jika sifat maladaptif berlangsung setidaknya satu tahun, persisten, meluas, dan tidak terkait dengan tahap perkembangan tertentu atau kondisi kesehatan mental lain.

Kontroversi

  • Mendiagnosis gangguan kepribadian pada anak seperti mencoba menentukan cerita yang masih berlangsung, yang sering kali baru jelas pada masa remaja atau dewasa awal, menurut Marina Kerlow, seorang terapis keluarga berlisensi di Takoma Park, Maryland.
  • Gangguan kepribadian sulit didiagnosis karena perkembangan kepribadian anak yang terus berubah dan gejala yang dapat berubah seiring waktu. DSM-5-TR mencatat bahwa anak sering menunjukkan sifat yang menyerupai gangguan kepribadian tetapi secara alami berkurang saat mendekati dewasa awal. Contohnya adalah narsisme, yang merupakan bagian dari pembelajaran perkembangan.
  • Sebuah studi kohort longitudinal tahun 2019 menemukan bahwa sifat terkait gangguan kepribadian pada anak usia sekolah cenderung menurun secara alami dalam periode 36 bulan.
  • Meskipun ada kekhawatiran tentang membingungkan perilaku perkembangan normal dengan gangguan kepribadian, batasannya tetap samar. Beberapa ahli percaya bahwa gangguan kepribadian yang muncul sejak masa kanak-kanak sering kurang dikenali.

Gangguan Kepribadian yang Paling Umum pada Anak

Karena kontroversi ini, penelitian terbatas dan prevalensi pasti gangguan kepribadian pada anak tidak diketahui.

Sebuah studi besar di Denmark tahun 2023 (lebih dari 115.000 anak dan remaja) menemukan gangguan kepribadian paling umum pada anak:

  • Borderline Personality Disorder (BPD)
  • Unspecified Personality Disorder
  • Schizotypal Personality Disorder

Anak di bawah 10 tahun hanya 3–6% dari mereka yang menerima diagnosis gangguan kepribadian, sebagian besar diagnosis terjadi pada usia 15 tahun ke atas.

Borderline Personality Disorder (BPD)

  • Anak atau remaja dengan BPD sering menunjukkan ketakutan yang intens terhadap penolakan atau ditinggalkan, baik di rumah maupun di sekolah. Hubungan interpersonal mereka biasanya sangat fluktuatif, dari idealisasi ke devaluasi dalam waktu singkat. Mereka juga cenderung memiliki citra diri yang tidak stabil, dan sering mengalami perasaan hampa atau tidak berharga.
  • Gejala lain termasuk perubahan suasana hati yang cepat, kemarahan yang tidak proporsional, perilaku impulsif (misal belanja berlebihan, melukai diri sendiri, atau perilaku berisiko), dan kesulitan mengontrol emosi. Anak-anak dengan BPD juga bisa menunjukkan perilaku manipulatif, ketergantungan emosional yang tinggi, dan kadang-kadang tindakan menyakiti diri sebagai cara mengatasi ketidaknyamanan emosional.
  • Terapi psikologis merupakan pendekatan utama, khususnya Dialectical Behavior Therapy (DBT) yang membantu anak mengatur emosi dan meningkatkan keterampilan interpersonal. Cognitive Behavioral Therapy (CBT) juga bermanfaat untuk menata pola pikir maladaptif. Dalam beberapa kasus, obat-obatan dapat diberikan untuk mengurangi gejala spesifik seperti kecemasan, depresi, atau impulsivitas, tetapi terapi psikologis tetap menjadi fokus utama.

Unspecified Personality Disorder (Gangguan Kepribadian Tidak Spesifik)

  • Anak dengan gangguan kepribadian tidak spesifik menunjukkan pola perilaku maladaptif yang konsisten namun tidak sesuai dengan kriteria spesifik gangguan kepribadian lain. Mereka mungkin memiliki kesulitan dalam hubungan sosial, ketidakstabilan emosi, atau pola perilaku yang berbeda dari teman sebaya, namun tidak cukup memenuhi kriteria untuk BPD, schizotypal, atau cluster lain.
  • Gejala bisa meliputi kesulitan menyesuaikan diri dengan norma sosial, impulsivitas, atau kecemasan berlebih dalam interaksi sosial. Anak juga mungkin menunjukkan perilaku dramatis, mudah tersinggung, atau kurang kontrol diri. Gejala cenderung stabil dan mengganggu fungsi akademik, sosial, atau keluarga, namun fleksibilitas atau variasi perilaku tidak jelas seperti pada gangguan kepribadian tertentu.
  • Terapi psikologis individual, seperti CBT, adalah pendekatan awal untuk membantu anak mengenali pola pikir dan perilaku maladaptif. Pendekatan terapi keluarga juga penting untuk mendukung pemahaman dan pengelolaan perilaku anak di rumah. Pemantauan rutin oleh psikolog atau psikiater dianjurkan untuk menilai perkembangan dan menyesuaikan intervensi sesuai kebutuhan anak.

Schizotypal Personality Disorder

  • Anak atau remaja dengan schizotypal personality disorder sering menunjukkan perilaku aneh atau eksentrik, kesulitan menjalin hubungan dekat, dan keterbatasan dalam mengekspresikan emosi. Mereka mungkin tampak canggung secara sosial, memiliki cara berpikir atau berbicara yang tidak biasa, dan mudah merasa cemas dalam interaksi sosial.
  • Gejala dapat mencakup pemikiran magis atau kepercayaan aneh, persepsi atau pengalaman sensorik yang tidak biasa, dan kecenderungan menarik diri dari kelompok sebaya. Anak juga mungkin menunjukkan ketidakpercayaan atau paranoid ringan terhadap orang lain. Fungsi sosial dan akademik bisa terganggu karena kesulitan beradaptasi dengan norma sosial dan perilaku eksentrik yang konsisten.
  • Pendekatan utama adalah terapi psikologis, termasuk CBT untuk schizotypal traits, yang membantu anak memahami dan menyesuaikan pola pikir aneh serta meningkatkan keterampilan sosial. Terapi kelompok atau sosial dapat memperkuat kemampuan berinteraksi dengan teman sebaya secara lebih aman. Obat-obatan dapat digunakan untuk mengurangi gejala cemas atau paranoid, tetapi fokus tetap pada pengembangan keterampilan sosial dan regulasi emosi.

Borderline Personality Disorder

  • BPD termasuk dalam Cluster B gangguan kepribadian, yang ditandai perilaku dramatis, emosional, atau tidak stabil.
  • BPD ditandai oleh pola ketidakstabilan dalam hubungan, suasana hati, dan citra diri, serta impulsivitas yang signifikan di berbagai aspek kehidupan.

Tanda Anak Mungkin Mengalami Gangguan Kepribadian

Mengenali gangguan kepribadian pada anak menantang, bahkan untuk profesional. Anak-anak terus belajar, tumbuh, dan menyesuaikan diri, sehingga emosi yang volatile dan perilaku impulsif tidak selalu menandakan gangguan kepribadian.

Kim Homan, terapis keluarga berlisensi, menyatakan bahwa tanda pertama mungkin adalah pola perilaku kronis dan meluas yang sangat berbeda dari teman sebayanya.

Gejala dapat meliputi:

  • Perubahan suasana hati yang ekstrem
  • Hubungan intens dan tidak stabil
  • Kesulitan persisten di sekolah atau dengan teman sebaya
  • Perilaku impulsif
  • Ketidaksesuaian tindakan dengan harapan sosial

Selain itu, gangguan kepribadian dapat berbeda pada anak dibanding dewasa karena proses perkembangan yang masih berlangsung. Anak mungkin menunjukkan pola ini terutama dalam interaksi dengan keluarga dan teman sebaya.

Gejala BPD pada Anak

Kriteria diagnostik BPD sama antara anak dan dewasa. Gejala BPD meliputi:

  • Ketakutan intens terhadap pengabaian
  • Perasaan kosong yang sering muncul
  • Enggan sendiri
  • Volatilitas emosi dan kemarahan yang tidak pantas
  • Impulsivitas
  • Perilaku berisiko
  • Tindakan menyakiti diri sendiri
  • Citra diri yang terdistorsi

Prediktor awal BPD pada anak juga dapat mencakup:

  • Agresivitas, terutama terhadap orang dekat
  • Impulsivitas
  • Ketidakstabilan emosi
  • Kecenderungan terhadap emosi negatif
  • Kontrol emosi yang terbatas terhadap perlakuan buruk
  • Kondisi psikologis lain, seperti depresi, kecemasan, disosiasi, perilaku menyakiti diri, penyalahgunaan zat, ADHD, ODD, dan gangguan perilaku

Penanganan Gangguan Kepribadian pada Anak

Terapi utama adalah psikoterapi atau terapi bicara, termasuk:

  • Cognitive Behavioral Therapy (CBT)
  • Dialectical Behavior Therapy (DBT)

Terapi ini membantu anak mengubah pola kepribadian yang maladaptif dan belajar mengendalikan reaktivitas emosional. Beberapa anak juga dapat diberikan obat untuk mengurangi gejala yang mengganggu, seperti kekhawatiran atau impulsivitas.

tabel ringkas untuk tiga gangguan kepribadian anak Cluster B dan terkait:

Gangguan Kepribadian Tanda Harian Gejala Utama Penanganan / Intervensi
Borderline Personality Disorder (BPD) Ketakutan ditinggalkan, hubungan fluktuatif dengan teman/keluarga, citra diri tidak stabil Perubahan suasana hati cepat, kemarahan berlebihan, impulsivitas, perilaku berisiko, menyakiti diri Terapi psikologis: DBT, CBT; dukungan orang tua; obat untuk gejala spesifik (misal kecemasan/impulsivitas)
Unspecified Personality Disorder Pola perilaku maladaptif tidak spesifik, kesulitan sosial, ketidakstabilan emosi Impulsivitas, kesulitan menyesuaikan diri, mudah tersinggung, fungsi akademik/sosial terganggu CBT individual; terapi keluarga; pemantauan psikolog/psikiater; adaptasi strategi belajar dan sosial di rumah & sekolah
Schizotypal Personality Disorder Perilaku eksentrik, canggung sosial, keterbatasan ekspresi emosi Pemikiran/kepercayaan magis, pengalaman sensorik aneh, menarik diri dari teman sebaya, paranoid ringan CBT untuk schizotypal traits; terapi sosial/kelompok; latihan keterampilan sosial; obat bila ada kecemasan/paranoid signifikan

 


Kesimpulan

Profesional kesehatan dapat mendiagnosis gangguan kepribadian pada anak, meskipun kontroversial. Gangguan kepribadian pada anak jarang terjadi dan banyak sifat yang membaik secara alami dengan bertambahnya usia.Jika anak benar-benar mengalami gangguan kepribadian, perilakunya berbeda secara signifikan dari teman sebayanya, konsisten, dan meluas. Diagnosis dapat diberikan jika pola maladaptif hadir selama setidaknya satu tahun.


 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *