DOKTERPEDIATRI

"Smart Parent Circle – Pediatric Health Support"

Peran Oral Food Challenge dan Alergi Makanan dalam Patogenesis Adenoiditis Kronis pada Anak: Tinjauan Pustaka

Peran Oral Food Challenge dan Alergi Makanan dalam Patogenesis Adenoiditis Kronis pada Anak: Tinjauan Pustaka

Saandiaz Yudhasmara, Widodo Judarwanto

Abstrak

Adenoiditis kronis pada anak merupakan masalah klinis umum yang sering berhubungan dengan infeksi berulang dan proses inflamasi. Peran faktor alergi makanan dalam patogenesis adenoiditis belum banyak dibahas secara sistematis. Oral Food Challenge (OFC) telah diakui sebagai standar diagnostik untuk alergi makanan. Tinjauan pustaka ini mengevaluasi bukti ilmiah mengenai hubungan antara alergi makanan, mekanisme imunologi terkait adenoiditis, dan peran OFC dalam diagnosis alergi makanan pada anak. Hasil kajian menunjukkan bahwa alergi makanan berkontribusi terhadap peradangan mukosa saluran napas atas melalui respon imun IgE-mediated, dan OFC merupakan alat diagnostik paling valid untuk mengidentifikasi alergen makanan yang relevan secara klinis. Integrasi pendekatan alergi makanan dalam manajemen adenoiditis kronis dapat memberikan wawasan baru dalam perawatan klinik pediatrik.

Kata Kunci

Adenoiditis kronis, alergi makanan, oral food challenge, imunologi, pediatri, saluran pernapasan atas

Pendahuluan

Adenoid merupakan kumpulan jaringan limfoid yang terletak di nasofaring bagian posterior dan berperan dalam pertama kali memproses antigen yang masuk melalui saluran pernapasan dan pencernaan (Lieberman et al., 2019). Walaupun adenoid secara fisiologis mengatur respon imun pada anak, hipertrofi dan inflamasi kronisnya menyebabkan gejala obstruktif dan infeksi berulang yang signifikan.

Insiden adenoiditis kronis sering berkait dengan infeksi berulang dan kemungkinan kontribusi dari faktor alergi. Sederet penelitian menunjukkan hubungan antara alergi umumโ€”termasuk alergi makananโ€”dengan hipertrofi jaringan limfoid adenoid dan tonsil (De Corso et al., 2021).

Alergi Makanan dan Saluran Pernapasan Atas

Alergi makanan merupakan respon imun abnormal terhadap protein makanan yang umumnya dimediasi oleh imunoglobulin E (IgE) atau mekanisme non-IgE (Calvani et al., 2019). Respon alergi ini tidak hanya mengakibatkan gejala gastrointestinal atau kulit, tetapi juga dapat memicu manifestasi sistemik termasuk rhinoconjunctivitis dan gejala saluran napas atas.

Beberapa mekanisme imunologi penting terkait alergi makanan meliputi:

  1. Sensitisasi IgE terhadap antigen makanan,
  2. Aktivasi sel mast dan basofil melalui IgE cross-linking,
  3. Inflamasi mukosa lokal yang dapat mempengaruhi jaringan limfoid nasofaring.

Hal ini mendukung hipotesis bahwa alergi makanan dapat memperburuk kondisi inflamasi adenoid.

Patogenesis Adenoiditis Kronis

Adenoiditis kronis pada anak ditandai oleh peradangan berulang atau persisten dari jaringan adenoid. Literatur menyebutkan faktor risiko utama meliputi:

  • Infeksi bakteri berulang,
  • Sensitisasi alergen inhalan dan makanan,
  • Respon imun lokal berlebih.

De Corso et al. (2021) dalam tinjauan sistematik menemukan bukti adanya hubungan signifikan antara alergi (termasuk alergi inhalan) dan peningkatan ukuran adenoid sebagai respons terhadap inflamasi kronis.

Metode Diagnostik Alergi Makanan

Diagnostik alergi makanan mencakup:

  • Anamnesis klinis rinci,
  • Skin Prick Test (SPT),
  • Tes IgE spesifik serum,
  • Oral Food Challenge (OFC).

Di antara metode di atas, OFC merupakan standar emas untuk diagnosis alergi makanan karena sensitivitas dan spesifikitasnya yang tinggi serta kemampuannya membedakan hasil positif semu dari reaksi non-imunologis (Muraro et al., 2022; Lieberman et al., 2019).

OFC terdiri dari pemberian makanan uji secara terkontrol, bertahap, dan dapat dilakukan dalam bentuk:

  • Double-blind placebo-controlled food challenge (DBPCFC) โ€“ format paling valid,
  • Open food challenge โ€“ lebih sederhana, sering dipakai dalam setting klinik praktis.

Hubungan antara Alergi Makanan dan Adenoiditis

Kajian empiris menunjukkan bahwa anak dengan alergi makanan dan alergi inhalan memiliki tingkat kejadian penyakit adenoiditis yang lebih tinggi dibandingkan populasi umum. Beberapa studi imunohistokimia menemukan infiltrasi sel eosinofil dan IgE di jaringan adenoid pasien alergi, yang menunjukkan peran respon imun alergi lokal (Mahavar et al., 2023).

Aktivasi imun mediator alergi di nasofaring dapat memperkuat:

  • Respon inflamasi lokal,
  • Pertumbuhan jaringan adenoid,
  • Kerentanan terhadap infeksi berulang.

Peran OFC dalam Manajemen Klinis

Dengan mengidentifikasi alergen makanan yang benar-benar memicu reaksi klinis melalui OFC, dokter dapat mengikuti pendekatan diet eliminasi yang ditargetkan. Beberapa penelitian review menyatakan bahwa diet eliminasi berdasarkan OFC membantu menurunkan gejala alergi sistemik dan memperbaiki kualitas hidup pasien, meskipun bukti spesifik terkait adenoiditis masih terbatas dan memerlukan kajian lanjutan (Gupta et al., 2018).

Implikasi Klinis

  • Pentingnya evaluasi alergi makanan dalam anak dengan adenoiditis kronis, terutama ketika ditemukan gejala alergi komorbid.
  • OFC sebagai instrumen diagnostik andal dalam mengidentifikasi alergen yang relevan secara klinis, lebih unggul dibanding SPT atau IgE spesifik sendiri.
  • Diet eliminasi yang direncanakan berdasarkan OFC dapat memperbaiki manifestasi alergi dan, secara teori, mengurangi beban inflamasi adenoid.

Keterbatasan Bukti

Sebagian besar literatur yang tersedia adalah observasional dan tinjauan kasus, dengan sedikit studi longitudinal besar tentang efek diet eliminasi alergi makanan terhadap jaringan adenoid. Diperlukan penelitian klinis prospektif untuk memperkuat hubungan kausal.

Kesimpulan

Bukti tinjauan pustaka menunjukkan bahwa alergi makanan dapat berkontribusi pada peningkatan inflamasi jaringan adenoid pada anak. OFC adalah alat diagnostik yang valid untuk mengidentifikasi alergi makanan secara akurat. Integrasi evaluasi alergi makanan dan manajemen diet eliminasi berpeluang menjadi strategi tambahan dalam menangani adenoiditis kronis pada anak.

Daftar Pustakaย 

  1. Calvani M, et al. Oral Food Challenge: The Gold Standard Diagnostic Test for Food Allergy. Medicina (Kaunas). 2019;55(7):384.
  2. Lieberman JA, et al. Practice parameters for oral food challenges. J Allergy Clin Immunol. 2019;144(6):1467โ€“1484.
  3. Muraro A, et al. EAACI Food Allergy Guidelines: Diagnosis and Management. Allergy. 2022;77(4):1104โ€“1139.
  4. De Corso E, et al. Allergy and Adeno-tonsillar Disease in Children: A Systematic Review. Int J Pediatr Otorhinolaryngol. 2021;147:110757.
  5. Gupta RS, et al. Food allergy: Impact on quality of life in children and families. J Allergy Clin Immunol Pract. 2018;6(1):101โ€“114.
  6. Mahavar N, et al. Evaluation of Sensitization Patterns in Adenotonsillar Hypertrophy. Eur Arch Otorhinolaryngol. 2023;280(9):3765โ€“3775.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *