Pemeriksaan Laboratorium pada Anak Sulit Makan dan Berat Badan Sulit Naik: Pendekatan Berbasis Indikasi Klinis
Sandiaz Yudhasmara, Widodo Judarwanto
Kesulitan makan dan berat badan yang tidak meningkat sesuai pola pertumbuhan merupakan masalah pediatri yang bersifat multifaktorial. Kondisi ini dapat berkaitan dengan asupan energi yang tidak adekuat, pediatric feeding disorder, gangguan oral-motor, penyakit gastrointestinal, alergi makanan, infeksi kronis, penyakit endokrin, penyakit organik kronis, gangguan perkembangan, maupun faktor psikososial. Pemeriksaan laboratorium sering dilakukan secara luas, tetapi pendekatan tersebut tidak selalu memberikan manfaat diagnostik.
Clinical Practice Guideline American Academy of Pediatrics (AAP) dan North American Society for Pediatric Gastroenterology, Hepatology and Nutrition (NASPGHAN) tahun 2026 menempatkan evaluasi klinis dan antropometri sebagai dasar diagnosis faltering weight. Pedoman tersebut secara kuat tidak merekomendasikan pemeriksaan diagnostik rutin pada evaluasi awal anak yang tidak mempunyai tanda, gejala, atau faktor risiko yang mengarah pada penyakit tertentu. Pemeriksaan diagnostik dipertimbangkan pada malnutrisi yang lebih berat, faltering weight persisten, riwayat keluarga yang relevan, atau adanya tanda dan gejala yang mengarahkan pada evaluasi fokal. (American Academy of Pediatrics)
WHO menekankan pemantauan pertumbuhan menggunakan berat badan, panjang atau tinggi badan, serta indikator antropometri yang sesuai usia. CDC juga menegaskan bahwa growth chart merupakan alat untuk membentuk gambaran klinis secara keseluruhan dan bukan alat diagnosis tunggal. (World Health Organization) Dengan demikian, pemeriksaan laboratorium sebaiknya mengikuti hipotesis klinis. Prinsipnya adalah clinical assessment first, targeted testing second.
- Istilah failure to thrive semakin ditinggalkan dalam pedoman AAP karena dianggap kurang menggambarkan proses klinis yang sebenarnya. Pedoman AAP dan NASPGHAN tahun 2026 menggunakan istilah faltering weight untuk menggambarkan pola pertumbuhan yang tidak memadai. Kriteria yang digunakan meliputi weight-for-length atau BMI-for-age <−1,65 z-score, kecepatan pertambahan berat badan <−2 z-score pada anak di bawah 2 tahun, atau penurunan weight, weight-for-length, atau BMI sebesar ≥1 z-score. (American Academy of Pediatrics)
- Diagnosis faltering weight tidak sama dengan diagnosis penyakit tertentu. Faltering weight merupakan manifestasi klinis yang dapat muncul akibat berbagai mekanisme. Karena itu, tujuan evaluasi bukan sekadar mencari hasil laboratorium yang abnormal, tetapi menentukan mengapa pertumbuhan tidak optimal.
- AAP 2026 menekankan bahwa evaluasi awal harus mencakup anamnesis komprehensif, pemeriksaan fisik, evaluasi perkembangan, riwayat makan, riwayat medis dan pembedahan, riwayat keluarga dan sosial, serta penilaian pola pertumbuhan. Pemeriksaan oral-motor dan keterampilan makan juga menjadi bagian penting. (American Academy of Pediatrics)
- Pendekatan ini memiliki konsekuensi penting. Anak dengan berat badan sulit naik tidak otomatis membutuhkan panel laboratorium yang luas.
Pertumbuhan harus dinilai sebelum menentukan pemeriksaan
- Pengukuran antropometri merupakan dasar evaluasi.
- WHO menyediakan indikator weight-for-age, length/height-for-age, weight-for-length atau weight-for-height, BMI-for-age, serta indikator kecepatan pertumbuhan. WHO Child Growth Standards untuk usia 0 sampai 5 tahun dirancang sebagai standar pertumbuhan yang dapat diterapkan pada anak di berbagai populasi. (World Health Organization)
- CDC menegaskan bahwa growth chart tidak boleh digunakan sebagai alat diagnosis tunggal. Grafik pertumbuhan harus diintegrasikan dengan pemeriksaan klinis dan informasi kesehatan anak secara keseluruhan. (CDC)
| Parameter | Pertanyaan klinis |
|---|---|
| Berat badan | Apakah berat bertambah sesuai waktu? |
| Panjang badan | Apakah pertumbuhan linear sesuai usia pada anak <2 tahun? |
| Tinggi badan | Apakah pertumbuhan linear sesuai usia pada anak ≥2 tahun? |
| Weight-for-age | Apakah berat relatif rendah untuk usia? |
| Weight-for-length/height | Apakah proporsi berat terhadap panjang atau tinggi terganggu? |
| BMI-for-age | Apakah status berat relatif terhadap tinggi terganggu? |
| Weight velocity | Apakah kecepatan pertambahan berat adekuat? |
| Height velocity | Apakah pertumbuhan linear berlangsung normal? |
| MUAC | Apakah terdapat risiko wasting pada kelompok usia yang sesuai? |
AAP secara khusus menyatakan bahwa pengukuran antropometri yang akurat merupakan komponen esensial dalam pemantauan pertumbuhan dan diagnosis faltering weight. (American Academy of Pediatrics)
Mengapa anak sulit makan dan berat badan sulit naik?
Etiologi harus dibagi berdasarkan mekanisme.
| Kelompok etiologi | Mekanisme | Contoh manifestasi |
|---|---|---|
| Asupan energi tidak adekuat | Energi masuk lebih rendah daripada kebutuhan | Porsi kecil, jadwal makan tidak adekuat |
| Pediatric feeding disorder | Gangguan kemampuan atau perilaku makan | Food refusal, selective eating, makan sangat lama |
| Gangguan oral-motor | Gangguan mengunyah atau menelan | Batuk, tersedak, sulit mengunyah |
| Gastrointestinal | Nyeri, inflamasi, gangguan absorpsi | Muntah, diare, konstipasi, nyeri abdomen |
| Alergi makanan | Reaksi imun terhadap makanan | Gejala gastrointestinal, kulit, respirasi |
| Infeksi kronis | Peningkatan kebutuhan atau gangguan asupan | Demam lama, gejala respirasi kronis |
| Endokrin | Gangguan metabolisme atau pertumbuhan | Gangguan pertumbuhan linear, poliuria |
| Penyakit organik kronis | Kebutuhan metabolik meningkat atau absorpsi terganggu | Penyakit jantung, ginjal, hati, paru |
| Neurologis atau perkembangan | Gangguan fungsi makan | Disfagia, koordinasi makan terganggu |
| Psikososial | Gangguan interaksi makan atau akses makanan | Food insecurity, konflik saat makan |
| Pola pertumbuhan familial | Variasi pertumbuhan fisiologis | Orang tua bertubuh kecil, pola pertumbuhan konsisten |
- AAP menyebut faltering weight sebagai kondisi multifaktorial. Sebagian besar kasus dapat dievaluasi dan ditangani berdasarkan informasi klinis, nutrisi, dan feeding tanpa pemeriksaan diagnostik luas. (American Academy of Pediatrics)
- Apakah semua anak memerlukan pemeriksaan laboratorium?
- Tidak.
- Ini merupakan salah satu rekomendasi penting AAP 2026.
- Pada anak yang diduga mengalami faltering weight tetapi tidak memiliki tanda, gejala, temuan pemeriksaan fisik, atau faktor klinis yang mengarah pada penyakit tertentu, AAP merekomendasikan untuk tidak melakukan pemeriksaan diagnostik rutin pada evaluasi awal. Rekomendasi tersebut bersifat strong recommendation, meskipun kepastian bukti dinilai sangat rendah. (American Academy of Pediatrics)
- Alasannya bukan karena pemeriksaan laboratorium tidak berguna. Masalahnya adalah pemeriksaan tanpa indikasi memiliki yield diagnostik yang rendah dan dapat menghasilkan temuan yang tidak spesifik, biaya tambahan, kecemasan, serta pemeriksaan lanjutan yang tidak diperlukan. (American Academy of Pediatrics)
- Kapan pemeriksaan laboratorium diperlukan?
- AAP membedakan dua kelompok besar.
- Kelompok pertama adalah anak tanpa indikasi spesifik. Pemeriksaan laboratorium rutin tidak dianjurkan.
- Kelompok kedua adalah anak dengan kondisi yang menunjukkan perlunya focal evaluation atau faltering weight persisten. Pada kelompok ini pemeriksaan diagnostik dapat dipertimbangkan. Faktor yang disebutkan AAP mencakup derajat malnutrisi, lama berlangsungnya masalah, riwayat keluarga, tanda atau gejala tambahan, serta faltering weight yang menetap. (American Academy of Pediatrics)
| Temuan klinis | Pertimbangan pemeriksaan |
|---|---|
| Berat badan turun | Evaluasi penyakit sistemik dan asupan |
| Faltering weight persisten | Pemeriksaan terarah sesuai gejala |
| Malnutrisi sedang atau berat | Evaluasi metabolik dan defisiensi nutrisi sesuai kondisi |
| Diare kronis | Evaluasi gastrointestinal dan malabsorpsi |
| Muntah persisten | Elektrolit, fungsi ginjal dan pemeriksaan lain sesuai penyebab |
| Darah dalam feses | Evaluasi perdarahan dan penyakit intestinal |
| Nyeri abdomen kronis | Evaluasi inflamasi, celiac disease atau penyebab lain |
| Disfagia | Evaluasi orofaring atau esofagus |
| Pucat atau kelelahan | Evaluasi anemia dan defisiensi besi |
| Diet sangat terbatas | Evaluasi defisiensi mikronutrien sesuai pola diet |
| Poliuria dan polidipsia | Evaluasi diabetes |
| Gejala hipotiroid | Evaluasi fungsi tiroid |
| Edema | Evaluasi albumin dan fungsi ginjal atau hati |
| Demam berkepanjangan | Pemeriksaan infeksi sesuai epidemiologi dan gejala |
| Riwayat keluarga penyakit spesifik | Pemeriksaan diarahkan pada penyakit tersebut |
| Pemeriksaan fisik abnormal | Pemeriksaan organ atau sistem terkait |
Pemeriksaan laboratorium harus berbasis hipotesis klinis
- Tidak terdapat satu panel laboratorium yang tepat untuk seluruh anak dengan poor weight gain.
- Pendekatan yang lebih ilmiah adalah:
- Anamnesis → pemeriksaan fisik → antropometri → hipotesis etiologi → pemeriksaan terarah → interpretasi → intervensi → evaluasi respons.
| Hipotesis klinis | Pemeriksaan yang dapat dipertimbangkan | Tujuan |
|---|---|---|
| Anemia atau defisiensi besi | CBC, ferritin, transferrin saturation sesuai konteks | Menilai anemia dan status besi |
| Diet sangat terbatas | Pemeriksaan mikronutrien berdasarkan diet dan gejala | Menilai defisiensi spesifik |
| Muntah persisten | Elektrolit, glukosa, ureum, kreatinin | Menilai gangguan cairan, elektrolit dan metabolik |
| Diare kronis | Pemeriksaan feses yang sesuai | Mencari infeksi, perdarahan atau inflamasi |
| Celiac disease | tTG-IgA dan total IgA | Skrining celiac disease pada indikasi yang sesuai |
| Penyakit inflamasi intestinal | CBC, CRP/ESR, albumin, pemeriksaan feses seperti fecal calprotectin sesuai konteks | Menilai inflamasi sistemik dan intestinal |
| Hipotiroid | TSH dan free T4 | Menilai fungsi tiroid |
| Diabetes | Glukosa darah dan HbA1c sesuai kondisi klinis | Menilai gangguan glukosa |
| Penyakit ginjal | Urinalisis, kreatinin, ureum, elektrolit sesuai indikasi | Menilai fungsi ginjal |
| Penyakit hati | AST, ALT, bilirubin, albumin, GGT sesuai indikasi | Evaluasi hepatobilier |
| Infeksi spesifik | Pemeriksaan mikrobiologi atau serologi sesuai penyakit | Konfirmasi penyakit yang dicurigai |
| TB | TST atau IGRA sesuai usia, paparan dan pedoman setempat | Evaluasi infeksi TB |
| Malabsorpsi tertentu | Pemeriksaan spesifik sesuai dugaan penyakit | Konfirmasi etiologi |
Tabel tersebut bukan daftar “paket laboratorium faltering weight”. Pemeriksaan dipilih berdasarkan pertanyaan klinis yang ingin dijawab.
CBC tidak otomatis diperlukan
- CBC sering menjadi pemeriksaan pertama yang diminta pada anak dengan berat badan sulit naik. Namun, berat badan sulit naik saja tidak cukup menjadi indikasi untuk CBC.
- CBC menjadi lebih rasional ketika terdapat:
- pucat, kelelahan, diet sangat terbatas, perdarahan, infeksi berulang dengan indikasi klinis, penyakit kronis, atau tanda lain yang mengarah pada anemia atau gangguan hematologis.
- Dengan pendekatan tersebut, pemeriksaan CBC mempunyai tujuan diagnostik yang jelas.
- Pemeriksaan fungsi tiroid tidak otomatis diperlukan
- Hipotiroidisme dapat memengaruhi pertumbuhan. Namun pemeriksaan TSH dan free T4 tidak perlu dilakukan pada setiap anak dengan berat badan rendah.
- Pemeriksaan menjadi lebih rasional bila terdapat gejala atau tanda yang sesuai, terutama bila pertumbuhan linear terganggu atau terdapat manifestasi klinis yang mendukung gangguan tiroid.
- Hal yang penting adalah membedakan weight faltering akibat asupan energi rendah dari gangguan pertumbuhan akibat penyakit endokrin.
Pemeriksaan celiac disease harus berdasarkan indikasi
- Celiac disease perlu dipikirkan pada anak dengan kombinasi gejala gastrointestinal dan gangguan pertumbuhan yang sesuai.
- Pemeriksaan serologis yang umum digunakan adalah tissue transglutaminase IgA disertai total IgA. Interpretasi harus memperhatikan konsumsi gluten dan kondisi klinis.
- Tidak tepat menggunakan satu pemeriksaan celiac sebagai skrining universal untuk semua anak yang sulit makan tanpa mempertimbangkan gejala dan faktor risiko.
- Pemeriksaan feses harus selektif
- Pemeriksaan feses memiliki banyak jenis. Tidak semuanya bermanfaat pada setiap anak.
- Pemilihan bergantung pada manifestasi klinis.
| Gejala | Pemeriksaan yang mungkin relevan |
|---|---|
| Diare akut | Pemeriksaan infeksi sesuai epidemiologi |
| Diare kronis | Evaluasi feses berdasarkan dugaan etiologi |
| Darah dalam feses | Pemeriksaan perdarahan dan evaluasi gastrointestinal |
| Kecurigaan inflamasi intestinal | Fecal calprotectin sesuai usia dan konteks |
| Malabsorpsi tertentu | Pemeriksaan khusus berdasarkan hipotesis |
| Konstipasi fungsional tanpa red flags | Biasanya tidak membutuhkan pemeriksaan feses rutin |
Bagaimana posisi pemeriksaan alergi makanan?
- Alergi makanan harus dibedakan dari sensitisasi.
- Skin prick test dan serum specific IgE mendeteksi sensitisasi terhadap alergen. Hasil positif tidak secara otomatis membuktikan bahwa makanan tersebut menyebabkan gejala klinis.
- Pada anak dengan food refusal, muntah, nyeri abdomen, konstipasi, diare, atau pertumbuhan terganggu, evaluasi harus mempertimbangkan fenotipe penyakit gastrointestinal terkait makanan.
- Pemeriksaan alergi tidak seharusnya menjadi “panel alergi” tanpa dasar klinis.
- Pada kondisi seperti eosinophilic esophagitis, misalnya, manifestasi pada anak dapat berupa feeding difficulty, food refusal, muntah, nyeri abdomen dan gangguan pertumbuhan. Diagnosis membutuhkan evaluasi endoskopi dan histologi ketika terdapat indikasi, bukan hanya pemeriksaan IgE. Pedoman AAP 2026 juga menyatakan bahwa endoskopi tidak menjadi pemeriksaan awal rutin, tetapi dapat dipertimbangkan pada faltering weight persisten atau kondisi yang diagnosisnya memerlukan endoskopi dan biopsi. (American Academy of Pediatrics)
Kapan endoskopi dipertimbangkan?
- Endoskopi mempunyai posisi berbeda dari pemeriksaan laboratorium.
- AAP 2026 memberikan strong recommendation terhadap tidak melakukan endoskopi sebagai bagian dari pemeriksaan awal rutin faltering weight. Namun pada faltering weight persisten atau ketika terdapat dugaan penyakit yang tidak dapat ditegakkan tanpa pemeriksaan endoskopi, AAP memberikan conditional recommendation untuk endoskopi dengan biopsi. (American Academy of Pediatrics)
- Dengan demikian:
- Faltering weight saja → bukan indikasi otomatis endoskopi.
- Faltering weight persisten + gejala gastrointestinal yang relevan → evaluasi gastroenterologi dapat dipertimbangkan.
- Dugaan penyakit yang membutuhkan histologi → endoskopi dengan biopsi dapat diperlukan.
AAP, NASPGHAN, WHO, dan CDC memiliki titik tekan yang berbeda
| Organisasi | Fokus | Implikasi klinis |
|---|---|---|
| AAP/NASPGHAN 2026 | Faltering weight | Evaluasi klinis terlebih dahulu, pemeriksaan diagnostik berdasarkan indikasi |
| WHO | Pertumbuhan dan nutrisi | Antropometri dan pemantauan pola pertumbuhan |
| CDC | Monitoring pertumbuhan | Growth chart sebagai bagian dari gambaran klinis keseluruhan |
| ESPGHAN | Gastroenterologi dan nutrisi anak | Evaluasi penyakit gastrointestinal dan feeding problem sesuai manifestasi |
- AAP dan NASPGHAN memberikan rekomendasi paling spesifik mengenai penggunaan pemeriksaan diagnostik pada faltering weight. (American Academy of Pediatrics)
- WHO menempatkan pemantauan pertumbuhan sebagai komponen fundamental kesehatan anak dan menyediakan indikator antropometri yang luas untuk menilai pertumbuhan. (World Health Organization)
- CDC menegaskan bahwa growth chart bukan alat diagnosis tunggal. (CDC)
Algoritme klinis yang lebih rasional
| Tahap | Evaluasi | Keputusan |
|---|---|---|
| 1 | Berat, panjang/tinggi, BMI atau weight-for-length | Tentukan pola pertumbuhan |
| 2 | Riwayat makan 24 jam dan pola makan | Tentukan kecukupan energi |
| 3 | Feeding assessment | Identifikasi feeding disorder |
| 4 | Pemeriksaan fisik | Cari red flags |
| 5 | Riwayat gastrointestinal | Tentukan kebutuhan evaluasi GI |
| 6 | Riwayat keluarga | Cari penyakit herediter atau familial |
| 7 | Evaluasi perkembangan | Identifikasi gangguan oral-motor atau perkembangan |
| 8 | Intervensi nutrisi dan feeding | Evaluasi respons |
| 9 | Laboratorium | Hanya bila terdapat indikasi |
| 10 | Spesialisasi | Bila masalah persisten atau kompleks |
Pendekatan ini sesuai dengan prinsip AAP bahwa sebagian besar anak dengan faltering weight dapat dievaluasi secara efektif melalui penilaian klinis dan intervensi nutrisi sebelum melakukan pemeriksaan diagnostik yang luas. (American Academy of Pediatrics)
Kesalahan yang perlu dihindari
| Pendekatan | Masalah |
|---|---|
| Semua anak diperiksa CBC, TSH, vitamin D, IgE, fungsi hati dan ginjal | Tidak berbasis hipotesis klinis |
| Semua anak dilakukan panel alergi | Risiko menemukan sensitisasi tanpa alergi klinis |
| Semua anak dilakukan pemeriksaan feses | Yield rendah tanpa gejala gastrointestinal |
| Berat rendah langsung dianggap penyakit | Mengabaikan pola pertumbuhan dan familial pattern |
| Satu kali berat badan rendah dianggap faltering weight | Diagnosis membutuhkan evaluasi longitudinal |
| Growth chart digunakan sebagai diagnosis tunggal | Tidak sesuai prinsip CDC |
| Endoskopi langsung dilakukan | Tidak sesuai rekomendasi AAP sebagai evaluasi awal |
| Hasil laboratorium normal dianggap semua penyakit sudah tersingkir | Tidak semua penyakit dapat didiagnosis melalui laboratorium |
Pesan penting
- Pemeriksaan laboratorium bukan titik awal utama pada anak sulit makan.
- Titik awalnya adalah pertumbuhan.
- Kemudian pola makan.
- Kemudian kemampuan makan.
- Kemudian pemeriksaan fisik.
- Kemudian riwayat penyakit dan keluarga.
- Baru setelah itu pemeriksaan laboratorium dipilih berdasarkan hipotesis klinis.
- AAP 2026 secara kuat merekomendasikan untuk tidak melakukan pemeriksaan diagnostik rutin pada anak dengan faltering weight yang tidak mempunyai tanda, gejala, atau temuan yang mengarah pada penyakit tertentu. Sebaliknya, pemeriksaan diagnostik dipertimbangkan pada faltering weight persisten atau ketika terdapat indikasi klinis untuk focal evaluation. (American Academy of Pediatrics)
- WHO dan CDC juga menempatkan pengukuran serta interpretasi pertumbuhan sebagai dasar evaluasi. (World Health Organization)
- Kalimat klinis yang paling tepat adalah:
- “Anak dengan berat badan sulit naik tidak membutuhkan pemeriksaan laboratorium yang lebih banyak. Anak membutuhkan pemeriksaan yang lebih tepat.”
Kesimpulan
- Sulit makan dan berat badan sulit naik merupakan manifestasi klinis multifaktorial. Pemeriksaan laboratorium tidak dapat menjadi pengganti anamnesis, pemeriksaan fisik, evaluasi feeding, dan analisis pertumbuhan.
- AAP dan NASPGHAN 2026 merekomendasikan pemeriksaan diagnostik secara selektif. Pada anak tanpa tanda atau gejala yang mengarahkan pada penyakit tertentu, pemeriksaan laboratorium rutin tidak dianjurkan. Pada anak dengan faltering weight persisten, malnutrisi yang bermakna, riwayat keluarga tertentu, gejala gastrointestinal atau sistemik, serta temuan pemeriksaan fisik yang abnormal, pemeriksaan diagnostik dapat dilakukan secara terarah. (American Academy of Pediatrics)
- WHO memberikan dasar untuk menilai pola pertumbuhan melalui antropometri, sedangkan CDC menegaskan bahwa growth chart harus diinterpretasikan bersama gambaran klinis secara keseluruhan. (World Health Organization)
- Prinsip ilmiahnya adalah:
- Pertumbuhan → klinis → hipotesis etiologi → pemeriksaan terarah → intervensi → monitoring respons.
- Bukan:
- Berat badan sulit naik → semua laboratorium diperiksa.









Leave a Reply