Disleksia
- Disleksia adalah kesulitan dalam cara otak memproses bahasa tertulis dan lisan. Sebagian besar memengaruhi membaca dan dapat disebut sebagai “gangguan membaca.” Namun, ini juga dapat memengaruhi menulis, mengeja, dan berbicara. Selain itu, disleksia dapat memengaruhi keterampilan sosial, pemahaman mendengarkan, manajemen waktu, memori, dan navigasi atau arah.
- Penyebab pasti disleksia belum teridentifikasi. Kita tahu bahwa perbedaan genetika, anatomi otak, dan aktivitas antara pusat pemrosesan bahasa di otak berperan dalam gangguan belajar ini. Disleksia adalah kondisi seumur hidup yang tidak akan bisa diatasi oleh seorang anak.
- Kesalahpahaman umum tentang disleksia adalah bahwa hal itu merupakan masalah penglihatan, tetapi bukan itu masalahnya. Sebaliknya, otak anak-anak yang mengalami disleksia membalikkan atau membalik informasi yang diterimanya dari mata. Penting juga untuk mengetahui bahwa disleksia bukanlah akibat dari kemalasan atau kurangnya kecerdasan.
Cara mendukung anak penderita disleksia
- Ada banyak cara untuk membantu anak penderita disleksia berkembang. Memberikan instruksi khusus tentang cara mengidentifikasi bunyi-bunyi individual dalam bahasa dapat membantu mereka mencocokkan bunyi-bunyi tersebut dengan huruf, misalnya. Program membaca dengan pendekatan multisensori—menggunakan semua indera untuk belajar—juga bermanfaat. Tidak ada bukti bahwa terapi penglihatan atau latihan mata dapat mengobati disleksia atau gangguan belajar lainnya.
Akomodasi sekolah yang dapat membantu anak-anak penderita disleksia meliputi:
- Pembelajaran satu lawan satu dalam kelompok kecil atau kelompok kecil
- Waktu tambahan untuk membaca dan menulis
- Petunjuk yang disederhanakan
- Buku audio atau buku rekaman
- Tugas yang dipersingkat
- Akses ke catatan guru untuk mengurangi kebutuhan membuat catatan
Di rumah, Anda dapat membantu anak Anda dengan membacakan cerita bersama mereka. Saat Anda membacakan cerita, anak Anda dapat mendengar cerita yang lebih tinggi dari tingkat kemampuan membaca mereka. Anda juga dapat mendengarkan buku audio bersama mereka dan membacakan lagu anak-anak atau lagu yang mudah diingat bersama anak-anak yang lebih kecil.
Disgrafia
- Disgrafia adalah kesulitan dalam tindakan fisik menulis. Hal ini dapat memengaruhi tulisan tangan atau mengetik di papan ketik.
- Disgrafia bukanlah gangguan dalam mengekspresikan diri (baca selengkapnya di bawah). Namun, hal ini menyebabkan anak-anak lebih fokus pada transkripsi kata secara fisik. Hal ini, pada gilirannya, dapat memengaruhi cara mereka berpikir dan menyampaikan ide.
- Disgrafia dapat disebabkan oleh disleksia, koordinasi keterampilan motorik (gerakan) atau masalah dalam memahami ruang (kesadaran spasial). Mengalami disgrafia tidak berarti bahwa seorang siswa malas atau kurang cerdas.
Cara mendukung anak dengan disgrafia
Terapi okupasi membantu anak-anak meningkatkan keterampilan motorik halus dan perencanaan. Ini adalah cara utama bagi anak-anak dengan disgrafia untuk mendapatkan bantuan.
Akomodasi, strategi, dan alat sekolah dapat membantu anak-anak dengan disgrafia meliputi:
- Waktu tambahan untuk tugas menulis
- Menanggapi dengan cara selain menulis (seperti secara lisan)
- Membagi tugas menulis menjadi langkah-langkah yang lebih kecil
- Mengambil waktu istirahat sebelum mengoreksi pekerjaan mereka
- Daftar periksa untuk mengedit pekerjaan (ejaan, kerapian, tata bahasa)
- Pengatur grafis seperti bagan dan diagram
- Alat seperti pegangan pensil dan program bicara-ke-teks
Di rumah, cara yang baik untuk mendukung anak dengan disgrafia meliputi melatih keterampilan mengetik atau mencoba program tulisan tangan. Anda dapat mencoba melatih mereka dalam pembentukan huruf dengan cara yang baru dan menyenangkan, seperti menulis di udara, dengan krim cukur, atau di pasir!
Gangguan ekspresi tertulis
- Ekspresi tertulis adalah proses yang kompleks. Proses ini membutuhkan kemampuan untuk menggunakan bahasa dengan keterampilan lain pada saat yang sama. Ini termasuk perhatian, pengorganisasian, perencanaan, dan koordinasi gerakan.
- Disgrafia, yang melibatkan keterampilan mekanis menulis, hanyalah separuh dari tantangan menulis. Terkadang seorang anak mengalami kesulitan menggunakan bahasa atau konsep yang terlibat untuk mengekspresikan diri mereka dalam tulisan. Ini disebut gangguan ekspresi tertulis. Kondisi ini juga dapat disebut sebagai gangguan bahasa tertulis.
- Gangguan ekspresi tertulis dapat terjadi bersamaan dengan ketidakmampuan belajar lainnya, bersama dengan gangguan perkembangan saraf seperti gangguan pemusatan perhatian/hiperaktivitas (ADHD). Diperkirakan sekitar 60% anak dengan ADHD memenuhi kriteria gangguan bahasa tertulis pada usia 19 tahun. Angka tersebut dibandingkan dengan sekitar 12% dari mereka yang tidak memiliki ADHD.
Cara mendukung anak dengan gangguan ekspresi tertulis
Akomodasi sekolah dan strategi lain untuk siswa dengan gangguan ekspresi tertulis dapat mencakup:
- Waktu tambahan untuk ujian dan tugas
- Instruksi yang sangat jelas
- Bank kata
- Mnemonik (trik memori)
- Latihan pra-menulis seperti curah pendapat
- Teknologi bantuan seperti pemeriksa tata bahasa dan ejaan serta program bicara-ke-teks
Diskalkulia
- Diskalkulia adalah ketidakmampuan belajar dalam matematika. Diskalkulia dapat melibatkan kesulitan dalam memahami kuantitas, konsep seperti lebih besar atau lebih kecil, dan simbol matematika. Siswa mungkin juga mengalami kesulitan menerapkan konsep yang mereka pahami untuk memecahkan masalah matematika.
- Diskalkulia tidak dipahami dengan baik seperti gangguan belajar lainnya seperti disleksia. Kita tahu bahwa diskalkulia terjadi pada tingkat yang sama di antara semua jenis kelamin. (Kita juga tahu bahwa anak laki-laki lebih baik dalam matematika daripada anak perempuan adalah mitos.)
Cara mendukung anak dengan diskalkulia
Tidak ada program pengajaran khusus untuk diskalkulia seperti untuk disleksia. Namun, pelajaran multisensori dapat membantu siswa dengan diskalkulia untuk belajar matematika.
Akomodasi sekolah yang dapat membantu anak-anak dengan diskalkulia dapat meliputi:
- waktu tambahan untuk ujian matematika
- lebih sedikit soal matematika yang harus dipecahkan dalam tugas
- penggunaan kalkulator
- Di rumah, anak-anak dapat menggunakan benda-benda seperti potongan sereal untuk memecahkan soal matematika sederhana. Bermain permainan papan dan permainan komputer juga dapat memberikan latihan matematika yang menyenangkan.
Mengevaluasi tantangan & kekuatan belajar anak Anda
- Sering kali bermanfaat untuk melakukan evaluasi gangguan belajar secara menyeluruh melalui sekolah atau secara pribadi.
- Evaluasi ini dapat membantu untuk lebih memahami kesulitan belajar khusus anak Anda, serta kekuatannya.
- Evaluasi ini juga dapat memberikan rekomendasi untuk akomodasi sekolah dan dukungan di rumah dan masyarakat yang akan paling membantu kebutuhan khusus anak Anda.
Membantu anak Anda menjaga pola pikir berkembang
- Mengalami kesulitan di sekolah dapat menjadi pukulan bagi kepercayaan diri siswa. Hal itu dapat membuat mereka merasa “bodoh” atau malu. Penting untuk mengingatkan anak Anda bahwa kita semua berjuang dengan sesuatu. Bantu mereka untuk fokus pada “pola pikir berkembang”, mengingat bahwa keterampilan mereka meningkat seiring waktu dan dukungan. Yang terpenting, keluarga membantu anak mereka untuk membangun harga diri dan kepercayaan diri.








Leave a Reply