Audi Yudhasmara, Widodo Judarwanto
Croup dan batuk rejan adalah dua penyakit pernapasan yang dapat memengaruhi anak-anak, tetapi keduanya memiliki penyebab, gejala, dan cara penanganan yang berbeda. Croup disebabkan oleh infeksi virus parainfluenza dan umumnya ditandai dengan batuk menggonggong, suara serak, dan kesulitan bernapas. Penyakit ini sering terjadi pada anak di bawah usia 5 tahun dan biasanya sembuh dalam waktu 3 hingga 10 hari dengan pengobatan ringan di rumah, seperti menggunakan udara lembap dan cairan yang cukup. Croup juga menular, terutama saat anak mengalami demam, tetapi biasanya hanya berlangsung selama beberapa hari.
Sementara itu, batuk rejan (pertusis) disebabkan oleh infeksi bakteri dan lebih serius, terutama pada bayi kecil. Batuk rejan ditandai dengan batuk parah yang disertai suara “whooping” dan terengah-engah setelah 1 hingga 2 minggu, serta gejala lainnya seperti demam ringan, hidung meler, dan kesulitan bernapas. Penyakit ini bisa berlangsung hingga 100 hari dan sangat menular, terutama jika tidak diobati dengan antibiotik. Jika tidak segera ditangani, batuk rejan dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti pneumonia, kerusakan otak, kejang, dan bahkan kematian.
Croup Croup adalah infeksi saluran pernapasan viral yang memengaruhi anak-anak. Penyakit ini paling sering terjadi pada anak di bawah usia 5 tahun, meskipun bisa juga terjadi pada anak yang lebih besar. Croup jarang terjadi pada orang dewasa, namun bisa lebih serius jika terjadi pada kelompok usia ini. Croup biasanya berlangsung singkat, dan sembuh dalam waktu 3 hingga 10 hari.
- Penyebab dan Penularan Croup biasanya disebabkan oleh virus parainfluenza. Seperti halnya virus parainfluenza lainnya, tidak ada vaksin yang dapat mencegahnya. Croup juga dapat disebabkan oleh refluks asam atau alergi. Croup menyebar melalui udara dan ditularkan melalui tetesan mikro yang dilepaskan saat seseorang batuk atau bersin. Croup juga bisa ditularkan melalui sentuhan permukaan yang terkontaminasi. Croup dapat menular kapan saja sepanjang tahun, namun paling sering terjadi pada musim dingin dan semi.
- Gejala Croup ditandai dengan batuk menggonggong. Anak-anak dengan croup juga mungkin mengeluarkan suara kasar yang disebut stridor. Stridor dan demam ringan adalah gejala umum lainnya. Croup dimulai dengan gejala yang mirip dengan pilek biasa, termasuk demam ringan. Pembengkakan dan peradangan pada pita suara, trakea, dan bronkus menyebabkan batuk, kesulitan bernapas, dan suara serak.
- Pengobatan Berbeda dengan batuk rejan, croup biasanya sembuh dengan dukungan medis ringan di rumah. Menghirup udara lembap dan minum banyak cairan akan membantu mengencerkan lendir dan membuat anak merasa lebih nyaman. Tidur dengan kepala yang lebih tinggi juga dapat membantu meredakan batuk di malam hari. Dokter anak Anda mungkin meresepkan steroid untuk mengurangi peradangan pada trakea. Jika anak Anda kesulitan bernapas, dokter juga dapat memberikan epinefrin nebulisasi.
Batuk Rejan Batuk rejan (pertusis) adalah infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh bakteri Bordetella pertussis. Penyakit ini sangat menular dan lebih sering terjadi pada bayi dan anak-anak, meskipun dapat terjadi pada orang dewasa juga. Batuk rejan ditandai dengan batuk parah yang disertai suara “whooping” yang khas, serta kesulitan bernapas.
- Penyebab dan Penularan Batuk rejan disebabkan oleh infeksi bakteri Bordetella pertussis. Penyakit ini sangat menular dan menyebar melalui tetesan udara yang dilepaskan ketika seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin. Batuk rejan dapat menular kepada orang lain selama 5 hari setelah antibiotik dimulai, atau lebih lama jika tidak menggunakan antibiotik.
- Gejala Gejala batuk rejan biasanya dimulai dengan batuk ringan dan pilek, diikuti oleh batuk parah yang disertai suara “whooping” setelah 1 hingga 2 minggu. Anak yang terinfeksi juga bisa mengalami kesulitan bernapas, bibir kebiruan, muntah, dan cegukan. Batuk rejan bisa sangat serius, terutama pada bayi kecil, dan dapat menyebabkan komplikasi seperti pneumonia, kerusakan otak, kejang, dan bahkan kematian jika tidak diobati.
- Pengobatan Batuk rejan dapat diobati dengan antibiotik. Pengobatan ini dapat mengurangi durasi penyakit dan membantu mencegah penularan lebih lanjut. Jika tidak diobati, batuk rejan dapat menyebabkan komplikasi serius, terutama pada bayi dan anak-anak yang lebih muda.
| Croup | Whooping cough | |
|---|---|---|
| Penyebab | parainfluenza virus | bacterial infection |
| suara batuk |
|
|
| Gejala |
|
|
| Lama
penuaran |
|
|
| Pengobatan |
|
|
| Prognosis |
|
|












Leave a Reply