DOKTERPEDIATRI

"Smart Parent Circle – Pediatric Health Support"

Strabismus pada Anak dan Remaja

Audi Yudhasmara

Strabismus, atau yang sering disebut mata juling, adalah kondisi di mana kedua mata tidak sejajar dan tidak bergerak secara bersamaan ke arah yang sama. Kondisi ini dapat terjadi secara terus-menerus atau hanya pada waktu tertentu. Strabismus merupakan salah satu gangguan mata yang umum terjadi pada anak-anak, tetapi juga dapat ditemukan pada remaja. Deteksi dini sangat penting karena strabismus yang tidak ditangani dapat menyebabkan komplikasi seperti amblyopia (mata malas) atau gangguan persepsi kedalaman.

Penyebab strabismus bervariasi, mulai dari faktor genetik hingga kelainan otot mata. Strabismus tidak hanya memengaruhi fungsi visual, tetapi juga dapat berdampak pada perkembangan sosial dan emosional anak. Dengan penanganan yang tepat, seperti terapi visual, penggunaan kacamata, atau bahkan operasi, sebagian besar kasus strabismus dapat diatasi dengan hasil yang memuaskan.

Penyebab Strabismus

  1. Ketidakseimbangan Otot Mata: Gangguan pada otot yang mengontrol pergerakan mata.
  2. Kelainan Refraksi: Kesalahan refraksi seperti rabun jauh atau astigmatisme yang tidak terkoreksi.
  3. Faktor Genetik: Riwayat keluarga dengan strabismus.
  4. Kondisi Neurologis: Gangguan pada sistem saraf yang mengontrol otot mata, seperti cerebral palsy atau sindrom Down.
  5. Cedera Mata: Trauma pada mata atau otot mata.
  6. Kondisi Medis Lain: Misalnya, katarak kongenital atau tumor mata.

Tanda dan Gejala Strabismus Tanda dan gejala strabismus dapat berbeda tergantung pada usia anak. Berikut adalah tabel tanda dan gejala berdasarkan usia:

Usia Anak Tanda dan Gejala
Bayi Mata tampak tidak sejajar, sering kehilangan fokus pada objek, kesulitan mengikuti benda bergerak.
Balita Sering memiringkan kepala, menutup salah satu mata saat melihat, tampak bingung dengan jarak atau arah.
Anak Usia Sekolah Kesulitan membaca atau menulis, sering mengeluh mata lelah, sakit kepala, atau penglihatan ganda.
Remaja Kesadaran adanya ketidaksejajaran mata, gangguan persepsi kedalaman, kesulitan dalam aktivitas olahraga atau belajar.

Penanganan Strabismus

  1. Kacamata atau Lensa Kontak: Mengoreksi kelainan refraksi yang mendasari.
  2. Terapi Penutup Mata (Patching): Menutup mata yang lebih kuat untuk mendorong penggunaan mata yang lebih lemah.
  3. Latihan Mata (Terapi Visual): Latihan khusus untuk memperbaiki koordinasi dan kekuatan otot mata.
  4. Obat-obatan: Seperti tetes mata atropin untuk membantu memperbaiki penglihatan.
  5. Operasi: Pada kasus di mana terapi non-bedah tidak berhasil, operasi otot mata dapat dilakukan untuk memperbaiki kesejajaran.
  6. Pendekatan Multidisiplin: Konsultasi dengan dokter spesialis mata, ahli terapi visual, dan psikolog untuk mendukung perkembangan visual dan emosional anak.

Daftar Pustaka

  1. Helveston, E. M. (2008). Visual training: Current status in ophthalmology. American Journal of Ophthalmology, 145(5), 787-794.
  2. Kushner, B. J. (2009). Strabismus and amblyopia: The pediatric ophthalmologist’s perspective. Pediatrics in Review, 30(6), 195-204.
  3. Von Noorden, G. K., & Campos, E. C. (2002). Binocular Vision and Ocular Motility: Theory and Management of Strabismus. Mosby.
  4. Wright, K. W., & Spiegel, P. H. (2013). Pediatric Ophthalmology and Strabismus. Springer.
  5. American Academy of Ophthalmology. (2021). Strabismus: Causes, Symptoms, and Treatments. AAO Guidelines.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *