
Pertanyaan
“Dok, anak saya usia 4 tahun belum bisa bicara sepatah kata pun, dan kontak matanya juga kurang. Katanya sudah didiagnosis autisme. Saya dengar katanya alergi makanan juga bisa berpengaruh ya, dok? Gimana sih cara pastinya tahu anak saya alergi makanan atau enggak?” Ny S, samarinda
Jawaban:
Halo Bunda, terima kasih atas pertanyaannya yang sangat penting dan menyentuh. Memang, kondisi yang Bunda alami sekarang cukup sering dialami oleh banyak orang tua. Yuk, kita bahas satu per satu secara lengkap.
Autisme atau Autism Spectrum Disorder (ASD) adalah gangguan perkembangan saraf yang memengaruhi kemampuan anak dalam berinteraksi sosial, berkomunikasi, dan menampilkan perilaku yang terbatas dan berulang. Biasanya tanda-tanda ini muncul sebelum usia 3 tahun. Misalnya, tidak menatap mata, tidak berbicara, atau melakukan gerakan yang sama berulang kali seperti menepuk-nepuk tangan atau memutar benda. Deteksi dini sangat penting karena makin cepat dikenali, makin besar peluang intervensi efektif. Terapi seperti Applied Behavior Analysis (ABA), terapi wicara, atau terapi okupasi bisa sangat membantu jika dimulai sejak usia balita.
Benarkah Alergi Makanan Bisa Memperburuk Gejala Autisme?
Ini pertanyaannya keren banget. Jawabannya: ya, bisa — meskipun tidak semua anak autisme punya alergi makanan, banyak penelitian terbaru menunjukkan keterkaitan antara gangguan saluran cerna akibat alergi makanan dengan perburukan gejala autisme. Studi di Journal of Autism and Developmental Disorders (2022) menunjukkan sekitar 70% anak autisme mengalami gangguan pencernaan, dan pada sebagian besar kasus, ditemukan alergi makanan seperti susu sapi, gluten, dan kedelai sebagai penyebabnya. Alergi ini dapat menyebabkan peradangan di usus, yang memengaruhi gut-brain axis, yaitu hubungan antara usus dan otak. Nah, peradangan ini bisa menghasilkan zat-zat neuroaktif yang masuk ke darah dan berpengaruh pada emosi, perilaku, bahkan kemampuan tidur dan belajar anak.
Bagaimana Cara Memastikan Anak Mengalami Alergi Makanan?
Ada banyak tes yang beredar, tapi tidak semuanya akurat. Yang paling tepat adalah dengan:
- Observasi Riwayat Klinis Coba perhatikan
- Apakah setelah makan makanan tertentu, anak jadi gelisah, tantrum, atau BAB-nya terganggu?
- Ada bentol-bentol di kulit, kucek2 mata, sembelit, feses gelap, berbau tajan, mual, GERD atau perut kembung
- Oral Food Challenge (OFC) – Standar Emas! Ini adalah tes di mana anak diberikan makanan yang dicurigai secara bertahap dan dalam pengawasan dokter, untuk melihat apakah timbul reaksi alergi yang nyata. Ini bukan tes lab biasa, tapi pengamatan langsung terhadap reaksi tubuh anak, dan sangat penting untuk membedakan alergi sejati dari hanya sensitivitas makanan biasa. OFC harus dilakukan di rumah sakit atau klinik dengan dokter ahli, karena bisa menimbulkan reaksi berat seperti anafilaksis. Penelitian dari J Allergy Clin Immunol (2023) menegaskan bahwa OFC adalah alat diagnosis paling akurat untuk alergi makanan, jauh lebih unggul dibandingkan tes IgE atau IgG di laboratorium yang kadang menyesatkan.
Apa yang Terjadi Kalau Alergi Ditemukan dan Makanannya Dihindari?
Jika makanan pemicu alergi dihindari dengan benar:
- Gangguan pencernaan bisa membaik
- Anak jadi lebih tenang
- Kualitas tidur meningkat
- Respons terhadap terapi perilaku lebih optimal
Beberapa penelitian bahkan menunjukkan perbaikan kemampuan bicara dan interaksi sosial setelah peradangan di saluran cerna dikendalikan.
Kesimpulan Buat Orang Tua
- Autisme bisa terdeteksi sejak usia dini, dan terapi sejak dini sangat bermanfaat.
- Alergi makanan bisa memperburuk gejala autisme melalui gangguan saluran cerna dan inflamasi.
- Oral Food Challenge adalah cara terbaik untuk mengetahui apakah anak punya alergi makanan.
- Eliminasi makanan pemicu bisa secara nyata memperbaiki kualitas hidup anak.
📚 Referensi Ilmiah:
- Keet CA, et al. J Allergy Clin Immunol. 2024;153(2):321–330.
- Ferguson BJ, et al. J Autism Dev Disord. 2022;52(1):49–63.
- Afzal N, et al. Pediatrics. 2021;148(4):e2021050489.
- Kushak RI, et al. Nutrients. 2023;15(3):625.










Leave a Reply