JENIS VAKSIN PADA ANAK USIA 1 SAMPAI 12 TAHUN: JADWAL, MANFAAT, EFEK SAMPING, NAMA VAKSIN, DAN PERKIRAAN HARGA DI JAKARTA 2026
Imunisasi pada usia 1 sampai 12 tahun membantu mempertahankan perlindungan dari berbagai penyakit infeksi. Pada periode ini, anak mendapatkan vaksin lanjutan, vaksin penguat atau booster, serta beberapa vaksin tambahan sesuai usia dan risiko. Rekomendasi IDAI mencakup imunisasi anak usia 0 sampai 18 tahun, sedangkan program pemerintah memiliki jadwal imunisasi rutin sampai usia sekolah. Vaksin yang dapat diberikan pada kelompok usia ini antara lain DPT atau Tdap, polio, campak-rubela atau MMR, PCV pada kondisi tertentu, varisela, Hepatitis A, influenza, tifoid, Japanese Encephalitis pada wilayah tertentu, dengue sesuai usia dan indikasi, serta HPV mulai usia 9 tahun. Jenis dan jadwal vaksin perlu disesuaikan dengan vaksin yang sudah pernah diterima anak.
Setelah melewati masa bayi, imunisasi anak belum selesai. Beberapa vaksin membutuhkan dosis penguat agar perlindungan tetap baik. Anak juga mulai menghadapi lingkungan yang lebih luas ketika masuk PAUD, TK, dan sekolah. Paparan terhadap virus dan bakteri dapat meningkat karena anak lebih sering berinteraksi dengan banyak orang.
IDAI menyediakan rekomendasi imunisasi anak usia 0 sampai 18 tahun. Pedoman IDAI Edisi 7 Tahun 2024 mencakup imunisasi rutin, vaksin tambahan, imunisasi kejar, pemberian beberapa vaksin dalam satu kunjungan, serta penanganan kejadian ikutan pascaimunisasi.
Untuk anak yang belum lengkap imunisasinya, orang tua tidak perlu mengulang semua vaksin dari awal. Dokter dapat membuat jadwal imunisasi kejar berdasarkan usia anak, vaksin yang sudah diterima, jarak antar dosis, dan kondisi kesehatan anak.
JENIS VAKSIN USIA 1 SAMPAI 12 TAHUN
- DPT, DTaP, atau Tdap
- Vaksin ini melindungi anak dari difteri, pertusis, dan tetanus. Anak membutuhkan dosis penguat setelah mendapatkan seri dasar saat bayi. Pada usia sekolah, vaksin dapat diberikan dalam bentuk DT atau Td sesuai program pemerintah dan dalam bentuk DTaP atau Tdap sesuai rekomendasi dokter.
- Polio
- Polio dapat menyebabkan kelumpuhan. Anak yang belum mendapatkan seri vaksin polio lengkap perlu melengkapinya. Program pemerintah memberikan vaksin polio pada beberapa tahap sejak bayi dan dilanjutkan sesuai program imunisasi anak sekolah. (Ministry of Health Indonesia)
- Campak-Rubela dan MMR
- Campak dapat menyebabkan pneumonia, radang otak, dan komplikasi berat. Rubela juga perlu dicegah. Vaksin MMR memberikan perlindungan terhadap campak, gondongan, dan rubela.
- Jika anak belum pernah mendapatkan vaksin campak atau MMR secara lengkap, vaksin dapat diberikan sebagai imunisasi kejar. Jadwal perlu disesuaikan dengan riwayat imunisasi anak. (imuni)
- Varisela
- Varisela adalah cacar air. Penyakit ini biasanya menyebabkan demam dan ruam berisi cairan. Pada sebagian anak, komplikasi seperti infeksi kulit, pneumonia, atau radang otak dapat terjadi.
- Vaksin Varivax merupakan salah satu vaksin varisela yang tersedia. Untuk anak usia 1 sampai 2 tahun, jadwal Varivax yang tercantum pada layanan vaksinasi adalah 2 dosis dengan interval sekitar 6 minggu sampai 3 bulan. (imuni)
- Hepatitis A
- Hepatitis A dapat menyebabkan peradangan hati. Penularannya terutama melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi.
- Vaksin Hepatitis A dapat diberikan pada anak sesuai usia dan jenis vaksin. Contoh vaksin yang tersedia adalah Avaxim 80 dan Havrix Junior.
- Influenza
- Influenza dapat menyebabkan demam, batuk, nyeri badan, dan pada sebagian anak dapat berkembang menjadi pneumonia atau komplikasi lain. Vaksin influenza diberikan setiap tahun karena virus influenza terus berubah.
- Vaksin influenza yang tersedia antara lain Vaxigrip Tetra dan vaksin influenza lain sesuai ketersediaan. Anak yang baru pertama kali mendapat vaksin influenza dapat membutuhkan 2 dosis dengan jarak minimal sesuai petunjuk produk.
- Tifoid
- Demam tifoid atau tipes disebabkan oleh Salmonella Typhi. Vaksin tifoid dapat dipertimbangkan terutama pada anak yang tinggal atau bepergian ke daerah dengan risiko tifoid.
- Contoh vaksin yang tersedia adalah Typhim Vi dan vaksin tifoid konjugat. Jadwal pengulangan bergantung pada jenis vaksin yang digunakan.
- Pneumokokus atau PCV
- PCV melindungi dari infeksi pneumokokus seperti pneumonia dan meningitis. Anak yang sudah mendapatkan seri PCV sejak bayi biasanya tidak membutuhkan vaksinasi tambahan rutin pada usia sekolah. Namun, anak dengan kondisi medis tertentu dapat membutuhkan PCV tambahan berdasarkan rekomendasi dokter.
- Beberapa vaksin yang tersedia adalah Prevenar 13, Vaxneuvance PCV15, Prevenar 20, dan Synflorix. (medivax.id)
- Japanese Encephalitis
- Japanese Encephalitis atau JE dapat menyebabkan radang otak. Vaksin terutama dipertimbangkan untuk anak yang tinggal di daerah endemis atau memiliki risiko paparan tertentu. Program pemerintah memberikan vaksin JE pada bayi di daerah endemis. Untuk anak yang lebih besar, pemberian disesuaikan dengan riwayat vaksinasi dan risiko paparan.
- Dengue
- Vaksin dengue dapat menjadi pilihan pada anak sesuai batas usia, riwayat kesehatan, dan rekomendasi dokter. Qdenga merupakan salah satu vaksin dengue yang tersedia. Vaksin ini tidak menggantikan upaya pencegahan gigitan nyamuk.
- HPV
- Vaksin HPV dapat dimulai sejak usia 9 tahun. Vaksin ini bertujuan mencegah infeksi HPV yang dapat menyebabkan kanker serviks serta beberapa kanker lain dan kutil genital. IDAI memasukkan vaksin HPV dalam jadwal imunisasi anak dan remaja. (IDAI)
- Untuk anak yang memulai vaksinasi pada usia 9 sampai 14 tahun, jumlah dosis mengikuti jenis vaksin dan pedoman yang digunakan. Anak yang mulai vaksinasi pada usia lebih tua dapat memerlukan lebih banyak dosis.
JADWAL VAKSIN ANAK USIA 1 SAMPAI 12 TAHUN
| Usia | Vaksin yang perlu diperhatikan | Keterangan |
|---|---|---|
| 12 bulan | PCV booster, varisela, Hepatitis A | Sesuai riwayat vaksin dan rekomendasi |
| 15 bulan | MMR | Dapat diberikan sesuai jadwal MMR |
| 18 bulan | DPT booster, polio, MMR atau MR | Sebagian mengikuti program pemerintah |
| 2 tahun | Tifoid, JE sesuai risiko | Influenza setiap tahun |
| 3 tahun | Influenza | Setiap tahun |
| 4 tahun | Influenza, dengue sesuai indikasi | Sesuai usia dan vaksin yang tersedia |
| 5 tahun | DPT booster, MMR booster | Influenza setiap tahun |
| 6 sampai 8 tahun | Influenza, tifoid sesuai jadwal | Evaluasi imunisasi yang belum lengkap |
| 9 tahun | HPV dapat dimulai | Influenza setiap tahun |
| 10 tahun | Tdap atau vaksin penguat sesuai rekomendasi | Influenza setiap tahun |
| 11 sampai 12 tahun | HPV, Tdap, influenza | Evaluasi imunisasi remaja |
Jadwal di atas merupakan gambaran praktis. Jadwal aktual harus disesuaikan dengan catatan imunisasi anak. Jadwal IDAI dan program pemerintah dapat memiliki perbedaan pada usia dan jenis vaksin. (IDAI)
NAMA VAKSIN DAN PERKIRAAN HARGA DI JAKARTA 2026
Harga vaksin swasta berubah menurut fasilitas, merek, layanan dokter, dan apakah vaksin diberikan di klinik atau melalui home service. Price list Medivax 2026 mencantumkan harga vaksin sebelum perubahan harga berikutnya dan menyatakan harga dapat berubah. (medivax.id)
| Vaksin | Contoh merek | Perkiraan harga 2026 |
|---|---|---|
| DTaP-IPV | Tetraxim | Rp705.000 |
| DTaP-Hib-IPV | Infanrix-Hib-IPV | Rp855.000 |
| DTaP-Hib-IPV-HepB | Infanrix Hexa | Rp1.055.000 |
| DTaP-Hib-IPV-HepB | Hexaxim | Rp1.105.000 |
| Hepatitis A anak | Avaxim 80 | Rp670.000 |
| Hepatitis A anak | Havrix Junior | Rp670.000 |
| Influenza | Vaxigrip Tetra | Rp455.000 |
| MMR | MMR II | Rp710.000 |
| PCV10 | Synflorix | Rp995.000 |
| PCV13 | Prevenar 13 | Rp1.110.000 |
| PCV15 | Vaxneuvance | Rp1.160.000 |
| PCV20 | Prevenar 20 | Rp1.210.000 |
| Varisela | Varivax | Rp890.000 |
| Tifoid | Typhim Vi | Rp555.000 |
| Japanese Encephalitis | Imojev | Rp675.000 |
| Dengue | Qdenga | Rp780.000 |
| HPV4 | Gardasil | Rp1.255.000 |
| HPV9 | Gardasil 9 | Rp2.500.000 |
Harga tersebut merupakan contoh price list vaksinasi 2026 dan bukan tarif resmi seluruh klinik Jakarta. Beberapa layanan memasukkan jasa dokter dan transportasi. Karena itu, harga akhir dapat berbeda. (medivax.id)
Sebagai contoh lain, layanan imuni pada 2026 mencantumkan harga all-in untuk beberapa vaksin. Varivax tercantum Rp865.000, MMR Rp735.000, HPV9 Rp2.345.000, influenza kuadrivalen Rp425.000, Prevenar20 Rp1.225.000, dan Typhim Vi Rp575.000. (imuni)
EFEK SAMPING VAKSIN
Sebagian besar efek samping vaksin ringan dan sementara. Keluhan yang paling sering berupa nyeri, kemerahan, atau bengkak pada tempat suntikan. Anak juga dapat mengalami demam ringan, mengantuk, lelah, atau rewel.
| Vaksin | Efek samping yang dapat terjadi |
|---|---|
| DPT, DTaP, Tdap | Nyeri suntikan, demam, rewel, lelah |
| Polio | Biasanya ringan |
| MR atau MMR | Demam ringan, ruam ringan, nyeri suntikan |
| Varisela | Demam ringan, ruam ringan, nyeri suntikan |
| Hepatitis A | Nyeri suntikan, demam ringan |
| Influenza | Nyeri suntikan, demam ringan, lelah |
| Tifoid | Nyeri suntikan, demam ringan |
| PCV | Nyeri, bengkak, demam, rewel |
| JE | Nyeri suntikan, demam ringan |
| Dengue | Nyeri suntikan, demam, sakit kepala, lelah |
| HPV | Nyeri, kemerahan, bengkak, sakit kepala, lelah |
Reaksi berat seperti anafilaksis sangat jarang. Anak perlu mendapat pemeriksaan jika setelah vaksin muncul sesak napas, pembengkakan wajah atau tenggorokan, kejang, penurunan kesadaran, atau kondisi berat lainnya.
BAGAIMANA MEMILIH VAKSIN UNTUK ANAK?
Orang tua sebaiknya menggunakan urutan sederhana.
- Pertama, pastikan imunisasi program pemerintah sudah lengkap.
- Kedua, periksa buku imunisasi anak.
- Ketiga, lengkapi vaksin yang tertinggal dengan imunisasi kejar.
- Keempat, pertimbangkan vaksin tambahan berdasarkan usia dan risiko anak.
- Kelima, pilih jenis vaksin berdasarkan bukti manfaat, keamanan, usia anak, kondisi kesehatan, dan ketersediaan vaksin.
- Keenam, jangan memilih vaksin hanya berdasarkan merek atau harga. Dua vaksin dengan harga berbeda dapat memiliki cakupan antigen dan jadwal penggunaan yang berbeda.
Untuk anak usia 1 sampai 12 tahun, vaksin yang paling sering perlu dievaluasi adalah DPT atau Tdap, polio, MR atau MMR, varisela, Hepatitis A, influenza, tifoid, PCV pada kelompok tertentu, dengue sesuai indikasi, dan HPV mulai usia 9 tahun. Jadwal final tetap perlu disesuaikan dengan riwayat imunisasi setiap anak.
:::








Leave a Reply