Masalah makan sering terjadi pada anak-anak dengan penyakit gastrointestinal, ditandai dengan konsumsi makanan yang terbatas dalam jumlah maupun jenis. Meskipun prevalensi masalah makan cukup tinggi, sebagian besar penelitian sebelumnya tidak menggunakan alat ukur yang valid dan andal untuk mendeteksi masalah ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi masalah makan berbasis perilaku dan keterampilan pada anak-anak dengan penyakit gastrointestinal menggunakan Behavioral Pediatrics Feeding Assessment Scale (BPFAS), serta mengidentifikasi faktor demografis, antropometrik, dan lingkungan yang berhubungan dengan perilaku makan maladaptif.
Penelitian menemukan bahwa 18,6% anak memiliki skor abnormal pada Total Frequency Score (frekuensi perilaku makan bermasalah) dan 39,5% memiliki skor abnormal pada Total Problem Score (jumlah perilaku yang dianggap bermasalah oleh orang tua). Anak-anak yang lebih muda, dengan indeks massa tubuh (IMT) lebih rendah, berat lahir rendah, dan anak tunggal lebih cenderung memiliki masalah makan. Faktor lingkungan saat makan dan praktik pemberian makan oleh orang tua juga ditemukan berkontribusi terhadap masalah makan pada anak-anak ini.
Kompleksitas Masalah Makan
Masalah makan pada anak-anak mencakup berbagai aspek, seperti selektivitas makanan, nafsu makan rendah, kesulitan keterampilan makan, hingga penolakan total terhadap makanan. Faktor lingkungan, seperti suasana makan yang tidak mendukung dan praktik pemberian makan yang negatif oleh orang tua, sangat berperan dalam perkembangan masalah makan, terutama pada anak dengan penyakit gastrointestinal. Anak-anak ini sering kali harus mengikuti pola makan khusus yang menantang, sehingga memengaruhi perilaku makan mereka dan orang tua.
Gangguan alergi gastrointestinal (GI) pada anak merupakan salah satu penyebab utama sulit makan dan gangguan berat badan. Kondisi ini terjadi akibat reaksi imunologis yang dipicu oleh alergen makanan tertentu, seperti protein susu sapi, kedelai, atau bahan makanan lainnya. Reaksi alergi ini dapat menyebabkan peradangan pada saluran cerna, yang mengganggu fungsi pencernaan dan penyerapan nutrisi penting. Sebagai akibatnya, bayi dapat mengalami gejala yang bervariasi, mulai dari muntah, diare, hingga penurunan berat badan atau gagal tumbuh.
Kesulitan makan merupakan masalah yang sering dilaporkan pada anak dengan alergi gastrointestinal yang dipicu oleh protein makanan (Food Protein-Induced Gastrointestinal Allergies/FPIGA), meskipun data prevalensi dan karakteristik klinisnya masih terbatas. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara kesulitan makan dengan gejala gastrointestinal, gejala ekstra-intestinal, serta jumlah makanan yang dihindari pada anak dengan FPIGA. Studi retrospektif ini dilakukan di Great Ormond Street Children’s Hospital, London, berdasarkan data pasien dari tahun 2002 hingga 2009 yang didiagnosis FPIGA melalui diet eliminasi dan uji tantangan makanan.
Penting bagi orang tua dan tenaga medis untuk mengenali tanda-tanda gangguan alergi GI sejak dini. Diagnosis yang tepat dapat membantu mencegah komplikasi serius, seperti malnutrisi dan gangguan perkembangan. Artikel ini akan membahas gejala gangguan pencernaan pada bayi yang berkaitan dengan alergi, serta memberikan panduan untuk mengelola kondisi ini secara efektif.
Tabel Gejala Gangguan Pencernaan pada Anak
| Gejala | Deskripsi |
|---|---|
| Muntah | Muntah berulang setelah makan, sering kali terjadi dalam waktu singkat., mual, masuk tangan ke mulut , nagis atau batuk atau makan mual (hoek) |
| Diare | BAB lebih 3 kali, Tinja cair yang berlangsung terus-menerus, kadang bercampur lendir atau darah. |
| Kolik | Tangisan berlebihan akibat nyeri perut, sering terjadi setelah makan. malam gelisah, tidur nungging atau tengkurap, |
| Refluks | Regurgitasi makanan ke mulut tanpa usaha muntah yang kuat. |
| Sembelit | Kesulitan buang air besar, tinja keras, atau frekuensi BAB yang jarang. BAB ngeden, feses berwarna hijau, kadang gelap, kadang berbau tajam, feses bulat bulat |
| Perut kembung | Pembengkakan perut akibat gas berlebihan di saluran cerna. |
| Penurunan berat badan | Berat badan tidak bertambah sesuai usia, atau terjadi penurunan berat badan. |
| Gagal tumbuh (failure to thrive) | Pertumbuhan yang tidak sesuai dengan kurva normal untuk usia dan jenis kelamin. |
Kesimpulan
Penelitian ini menunjukkan bahwa masalah makan sering terjadi pada anak-anak dengan penyakit gastrointestinal, terutama yang memiliki alergi makanan. Namun, masih kurang data yang mendalam tentang hubungan antara masalah makan dan kondisi gastrointestinal tertentu. Alat ukur seperti BPFAS dianggap andal untuk menilai masalah makan, tetapi diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang hubungan antara lingkungan makan, praktik pemberian makan orang tua, dan masalah makan pada anak-anak dengan penyakit gastrointestinal.
Daftar Pustaka
- Sdravou K, Emmanouilidou-Fotoulaki E, Printza A, Andreoulakis E, Beropouli S, Makris G, Fotoulaki M. Factors Associated with Feeding Problems in Young Children with Gastrointestinal Diseases. Healthcare (Basel). 2021 Jun 17;9(6):741. doi: 10.3390/healthcare9060741. PMID: 34204179; PMCID: PMC8234215.
- Sdravou K., Emmanouilidou-Fotoulaki E., Mitakidou M.R., Printza A., Evangeliou A., Fotoulaki M. Children with diseases of the upper gastrointestinal tract are more likely to develop feeding problems. Ann. Gastroenterol. 2019;32:217. doi: 10.20524/aog.2019.0348.
- Meyer R, Rommel N, Van Oudenhove L, Fleming C, Dziubak R, Shah N. Feeding difficulties in children with food protein-induced gastrointestinal allergies. J Gastroenterol Hepatol. 2014 Oct;29(10):1764-9. doi: 10.1111/jgh.12593. PMID: 24720353.
- Chebar-Lozinsky A, De Koker C, Dziubak R, Rolnik DL, Godwin H, Dominguez-Ortega G, Skrapac AK, Gholmie Y, Reeve K, Shah N, Meyer R. Assessing Feeding Difficulties in Children Presenting with Non-IgE-Mediated Gastrointestinal Food Allergies-A Commonly Reported Problem. Nutrients. 2024 May 22;16(11):1563. doi: 10.3390/nu16111563. PMID: 38892497; PMCID: PMC11173616.
- Sicherer, S. H., & Sampson, H. A. (2018). Food allergy: A review and update on epidemiology, pathogenesis, diagnosis, prevention, and management. Journal of Allergy and Clinical Immunology, 141(1), 41-58.









Leave a Reply