Tanya Jawab:
Apakah probiotik dianjurkan pada diare akut menurut WHO, IDAI, dan AAP?
Jawab:
Tidak semua organisasi memberikan rekomendasi yang sama.
- WHO (2024) tidak menganjurkan penggunaan probiotik secara rutin pada anak dengan diare akut berair. WHO menyatakan bahwa bukti manfaatnya berkualitas rendah, manfaat klinisnya kecil, serta terdapat pertimbangan biaya, kualitas produk, dan variasi strain. WHO lebih menekankan rehidrasi dengan oralit (ORS), suplementasi zinc, melanjutkan ASI dan pemberian makan, serta tata laksana dehidrasi.
- IDAI mengikuti bukti ilmiah internasional bahwa probiotik tertentu dapat dipertimbangkan sebagai terapi tambahan (adjuvan) pada diare akut, bukan sebagai terapi utama. Penanganan utama tetap rehidrasi, zinc, nutrisi, dan ASI. Bila digunakan, probiotik harus merupakan strain yang telah terbukti efektivitasnya, seperti Lacticaseibacillus rhamnosus GG (LGG) atau Saccharomyces boulardii. Manfaatnya umumnya hanya memperpendek durasi diare sekitar 1 hari.
- AAP (American Academy of Pediatrics) menyatakan bahwa pada anak yang sehat, probiotik dapat membantu memperpendek lama diare akut infeksius sekitar 1 hari, terutama bila diberikan sejak awal penyakit dan disebabkan oleh gastroenteritis virus. Namun, probiotik bukan terapi pengganti rehidrasi, dan manfaatnya bergantung pada strain yang digunakan.
Kesimpulan:
Penanganan utama diare akut pada anak tetap cairan rehidrasi oral (ORS), zinc, ASI atau nutrisi yang adekuat, dan penilaian derajat dehidrasi. Probiotik bukan terapi wajib. WHO tidak menyarankan penggunaan rutin, sedangkan IDAI dan AAP menyatakan probiotik tertentu dapat dipertimbangkan sebagai terapi tambahan, dengan manfaat yang relatif kecil dan bergantung pada strain yang digunakan.
Daftar Pustaka
- World Health Organization. Guideline on Management of Pneumonia and Diarrhoea in Children up to 10 Years of Age. Geneva: World Health Organization; 2024. Tersedia di: https://www.who.int/publications/i/item/9789240103412
- World Health Organization. Zinc Supplementation in the Management of Diarrhoea. WHO e-LENA; diperbarui 2023. Tersedia di: https://www.who.int/tools/elena/interventions/zinc-diarrhoea
- Guarino A, Ashkenazi S, Gendrel D, Lo Vecchio A, Shamir R, Szajewska H. European Society for Paediatric Gastroenterology, Hepatology and Nutrition (ESPGHAN) / European Society for Paediatric Infectious Diseases (ESPID) Guidelines for the Management of Acute Gastroenteritis in Children. Journal of Pediatric Gastroenterology and Nutrition. 2014;59(1):132–152.
- American Academy of Pediatrics. Thomas DW, Greer FR, Committee on Nutrition. Probiotics and Prebiotics in Pediatrics. Pediatrics. 2010;126(6):1217–1231.
- Ikatan Dokter Anak Indonesia. Pedoman Pelayanan Medis Ikatan Dokter Anak Indonesia: Diare Akut pada Anak. Jakarta: IDAI. (Edisi terbaru yang berlaku di Indonesia).
- World Gastroenterology Organisation. WGO Global Guideline: Probiotics and Prebiotics. Tersedia di: https://www.worldgastroenterology.org/guidelines/global-guidelines/probiotics-and-prebiotics






Leave a Reply