DOKTERPEDIATRI

Advancing Children's Health Through Science

BENDA ASING SALURAN CERNA PADA ANAK: DIAGNOSIS, PERBEDAAN DENGAN ASPIRASI, INDIKASI EKSTRAKSI, DAN TANDA BAHAYA KOMPLIKASI

BENDA ASING SALURAN CERNA PADA ANAK: DIAGNOSIS, PERBEDAAN DENGAN ASPIRASI, INDIKASI EKSTRAKSI, DAN TANDA BAHAYA KOMPLIKASI

Benda asing saluran cerna merupakan salah satu keadaan yang cukup sering ditemukan pada anak, terutama usia prasekolah. Sebagian besar benda asing dapat melewati saluran cerna secara spontan, tetapi beberapa jenis benda dapat menyebabkan obstruksi, perforasi, nekrosis, fistula, maupun komplikasi serius lainnya. Risiko terutama ditentukan oleh jenis, ukuran, bentuk, jumlah, lokasi benda asing, serta gejala klinis. Baterai kancing, magnet multipel, dan benda tajam merupakan kelompok berisiko tinggi yang memerlukan evaluasi dan tata laksana segera. Pemeriksaan awal pada benda asing yang diduga radiopak umumnya berupa radiografi polos dengan proyeksi yang sesuai. Pada koin, orientasi radiografis dapat membantu membedakan lokasi di esofagus dan jalan napas. Tata laksana meliputi observasi, pemantauan radiologis, endoskopi, hingga pembedahan sesuai karakteristik benda asing dan kondisi pasien. Artikel ini membahas pendekatan sistematis benda asing saluran cerna pada anak, perbedaannya dengan aspirasi benda asing saluran napas, indikasi ekstraksi, tanda bahaya komplikasi, serta prinsip pencegahan.

Anak, terutama pada usia balita, memiliki kecenderungan mengeksplorasi lingkungan dengan memasukkan berbagai benda ke dalam mulut. Akibatnya, tertelan benda asing merupakan masalah klinis yang cukup sering ditemukan pada pelayanan gawat darurat anak. Sebagian besar benda asing yang tertelan tidak menimbulkan komplikasi dan dapat melewati saluran cerna secara spontan. Namun, benda tertentu dapat menyebabkan keadaan yang mengancam jiwa sehingga membutuhkan identifikasi dan tindakan cepat.

Manifestasi klinis sangat bervariasi. Anak dapat sama sekali tidak bergejala, tetapi dapat pula mengalami nyeri, muntah, hipersalivasi, sulit menelan, penolakan makan, batuk, sesak, nyeri dada, nyeri perut, demam, atau tanda obstruksi. Oleh karena itu, anamnesis mengenai benda yang tertelan, jumlahnya, waktu kejadian, lokasi yang diperkirakan, serta munculnya gejala merupakan bagian penting dalam evaluasi.

Hal yang tidak kalah penting adalah membedakan benda asing yang tertelan ke saluran cerna dengan benda asing yang teraspirasi ke saluran pernapasan. Keduanya dapat memberikan gejala yang tumpang tindih, terutama batuk atau gangguan pernapasan, sehingga pemeriksaan radiologis dan evaluasi klinis harus dilakukan secara sistematis.


Mekanisme dan Faktor yang Menentukan Risiko

Risiko komplikasi benda asing terutama dipengaruhi oleh:

  • Jenis benda
  • baterai kancing;
  • magnet;
  • benda tajam atau runcing;
  • benda berukuran besar;
  • benda yang dapat mengembang.
  • Ukuran dan bentuk: diameter besar lebih sulit melewati bagian saluran cerna yang sempit;
  • benda panjang dapat mengalami kesulitan melewati pilorus atau duodenum.
  • Jumlah benda, Terutama penting pada magnet karena beberapa magnet dapat saling menarik melalui dinding usus.
  • Lokasi: benda asing yang tertahan di esofagus memiliki perhatian khusus karena dapat menyebabkan tekanan, erosi, dan perforasi.
  • Gejala klinis: keberadaan gejala dapat mengubah keputusan dari observasi menjadi tindakan segera.

Pedoman NASPGHAN dan ESGE/ESPGHAN menekankan bahwa keputusan tata laksana tidak boleh hanya didasarkan pada ukuran benda, tetapi harus mempertimbangkan jenis benda, lokasi, gejala, usia anak, serta perkembangan benda pada pemeriksaan serial.


Benda Asing Saluran Cerna vs Saluran Pernapasan

Benda asing saluran cerna

Benda asing yang tertelan masuk melalui mulut menuju faring, esofagus, lambung, usus halus, dan selanjutnya kolon. Gejala yang dapat muncul antara lain:

  • sulit atau nyeri menelan;
  • hipersalivasi;
  • muntah;
  • nyeri leher atau dada;
  • penolakan makan;
  • nyeri perut;
  • distensi abdomen;
  • demam jika telah terjadi komplikasi.

Benda asing saluran pernapasan

Benda asing yang masuk ke jalan napas dapat menyebabkan:

  • batuk mendadak;
  • tersedak;
  • suara napas abnormal;
  • mengi;
  • stridor;
  • sesak;
  • sianosis pada keadaan berat.

Perlu diperhatikan bahwa gejala respiratorik tidak selalu berarti benda berada di saluran pernapasan, karena benda asing esofagus dapat menimbulkan gejala akibat tekanan terhadap struktur di sekitarnya.


Pemeriksaan Radiologi

  • Pada anak dengan riwayat tertelan benda asing, pemeriksaan radiografi polos dapat digunakan untuk mencari benda asing yang radiopak, terutama benda berbahan logam. Pemeriksaan dapat mencakup leher, toraks, dan abdomen sesuai dugaan lokasi benda. Pada benda radiolusen, pemeriksaan lanjutan dapat dipertimbangkan berdasarkan kondisi klinis dan kecurigaan benda asing.

Tabel 1. Perbedaan orientasi koin pada saluran cerna dan saluran napas

Lokasi Proyeksi AP Proyeksi lateral
Esofagus Permukaan datar koin umumnya terlihat Tepi koin terlihat
Trakea Tepi koin terlihat Permukaan datar koin terlihat
  • Prinsip ini dapat membantu menentukan apakah koin berada di esofagus atau jalan napas, meskipun interpretasi harus tetap mempertimbangkan gambaran radiologis keseluruhan dan kondisi klinis.

Kapan Benda Asing Perlu Diekstraksi?

  • Tidak semua benda asing membutuhkan ekstraksi segera. Sebagian dapat diobservasi apabila telah melewati esofagus, tidak berbahaya, anak asimtomatik, dan memiliki kemungkinan tinggi untuk keluar spontan.
  • Namun, beberapa keadaan merupakan indikasi kuat untuk konsultasi dan tindakan endoskopi segera atau emergensi.

Tabel 2. Kelompok benda asing berisiko tinggi

Benda/kondisi Prinsip tata laksana
Baterai kancing di esofagus Emergensi; ekstraksi secepatnya, umumnya <2 jam
Benda tajam di esofagus Ekstraksi emergensi
Benda asing di esofagus Umumnya perlu pengeluaran segera/urgent
Magnet multipel Risiko tinggi perforasi dan obstruksi; evaluasi segera
Magnet + benda logam/baterai Risiko tinggi; memerlukan evaluasi segera
Benda besar/panjang Pertimbangkan ekstraksi berdasarkan ukuran dan lokasi
Benda asing simptomatik Evaluasi segera dan pertimbangkan endoskopi

Pedoman ESGE/ESPGHAN merekomendasikan pengeluaran benda tumpul atau koin yang tersangkut di esofagus secara urgent, umumnya dalam waktu <24 jam, sedangkan kondisi simptomatik tertentu membutuhkan tindakan lebih cepat.


Ukuran Benda Asing yang Perlu Mendapat Perhatian

  • Ukuran benda asing merupakan salah satu faktor penting, tetapi angka tidak boleh digunakan secara terpisah dari usia, bentuk, lokasi, dan kondisi klinis.
  • Pada pedoman ESGE/ESPGHAN, benda tumpul di lambung atau duodenum perlu dipertimbangkan untuk dikeluarkan terutama bila diameternya >2,5 cm atau panjangnya >6 cm, terutama bila tidak mengalami progresi atau menimbulkan gejala.
  • Dengan demikian, angka ukuran dalam sumber yang lebih lama perlu dibaca secara hati-hati dan disesuaikan dengan pedoman yang digunakan oleh fasilitas pelayanan kesehatan.

Baterai Kancing: Keadaan Gawat Darurat

Baterai kancing merupakan salah satu benda asing paling berbahaya pada anak. Ketika tersangkut di esofagus, baterai dapat menghasilkan kerusakan jaringan dalam waktu relatif cepat dan dapat menyebabkan nekrosis, perforasi, serta fistula, termasuk fistula dengan struktur pembuluh darah besar.

Prinsip penting:

  • Baterai kancing yang berada di esofagus merupakan keadaan emergensi.
  • Pedoman ESGE/ESPGHAN merekomendasikan pengeluaran emergensi, dengan target <2 jam.
  • Baterai yang sudah berada di lambung memiliki pendekatan berbeda dan bergantung pada ukuran, gejala, kondisi anatomi, serta apakah terdapat benda berisiko lain.
  • Anak dapat awalnya tampak baik meskipun cedera serius sedang berkembang.
  • Karena itu, dugaan tertelan baterai kancing harus dianggap serius dan memerlukan evaluasi medis segera.

Magnet

  • Magnet memiliki karakteristik khusus karena risiko meningkat apabila anak menelan lebih dari satu magnet, atau magnet bersamaan dengan benda logam.
  • Dua atau lebih magnet dapat saling menarik melalui bagian usus yang berbeda. Tekanan tersebut dapat menyebabkan jaringan terjepit, iskemia, nekrosis, perforasi, fistula, hingga obstruksi.
  • Karena itu, riwayat “menelan magnet” tidak boleh langsung dianggap sebagai kejadian ringan. Jumlah magnet, jenis magnet, lokasi, progresi pada radiografi, dan gejala harus ditentukan.

Benda Tajam

  • Benda seperti jarum, peniti, pecahan tulang, atau benda tajam lainnya memiliki risiko perforasi.
  • ESGE/ESPGHAN merekomendasikan pengeluaran segera benda tajam yang berada di esofagus, dan merekomendasikan pengeluaran emergensi benda tajam yang berada di lambung atau duodenum proksimal, termasuk pada anak yang tidak bergejala.

Kapan Pembedahan Dipertimbangkan?

Sebagian besar benda asing dapat ditangani dengan observasi atau endoskopi. Namun, pembedahan dapat diperlukan apabila telah terjadi komplikasi atau benda tidak dapat dikeluarkan secara aman dengan endoskopi.

Red flags:

  • muntah berulang;
  • nyeri perut hebat;
  • defans muskular;
  • distensi abdomen;
  • demam;
  • tanda peritonitis;
  • tanda obstruksi;
  • kecurigaan perforasi;
  • kondisi klinis memburuk.

Gejala tersebut dapat mengarah pada komplikasi seperti obstruksi saluran cerna, perforasi, atau peritonitis dan memerlukan evaluasi segera oleh tim medis, termasuk dokter anak, gastroenterologi anak, bedah anak, radiologi, serta anestesi sesuai kebutuhan.


Algoritme Pendekatan Klinis

Riwayat tertelan benda asing

↓

Evaluasi ABC dan kondisi klinis

↓

Apakah ada gangguan jalan napas?

→ Ya → Tata laksana jalan napas dan evaluasi benda asing saluran napas.

→ Tidak → Evaluasi saluran cerna.

↓

Identifikasi benda

baterai kancing;

magnet;

benda tajam;

koin/benda tumpul;

benda besar/panjang;

benda lain.

↓

Tentukan lokasi

esofagus;

lambung;

usus.

↓

Evaluasi gejala dan komplikasi

↓

Tentukan:

Observasi → Endoskopi → atau Pembedahan

berdasarkan jenis benda, lokasi, ukuran, gejala, dan perjalanan benda.


⚠️ PERINGATAN: KAPAN HARUS SEGERA KE IGD?

Jangan menunggu benda asing keluar sendiri apabila anak mengalami atau diduga mengalami salah satu kondisi berikut:

  • Tertelan baterai kancing, terutama bila kemungkinan berada di esofagus.
  • Tertelan lebih dari satu magnet, atau magnet bersama benda logam.
  • Tertelan benda tajam atau runcing, seperti jarum, peniti, atau pecahan benda.
  • Benda asing diketahui atau dicurigai tersangkut di esofagus.
  • Anak mengalami sesak napas, tersedak, batuk hebat, suara napas abnormal, atau kebiruan.
  • Sulit menelan atau air liur terus keluar.
  • Muntah berulang atau tidak dapat mempertahankan asupan.
  • Nyeri dada atau nyeri perut hebat.
  • Perut membesar/distensi, terutama bila disertai muntah.
  • Demam, lemas berat, atau kondisi anak semakin memburuk.
  • Terdapat nyeri perut dengan defans muskular atau tanda yang mengarah pada peritonitis.

🚑 Prinsip tindakan darurat

Pada kondisi berisiko tinggi, segera bawa anak ke IGD dan jangan mencoba mengeluarkan benda dengan cara memasukkan jari atau alat ke dalam mulut/tenggorokan. Jangan memberikan makanan atau minuman dengan tujuan “mendorong” benda asing tanpa arahan tenaga medis. Bawa informasi mengenai jenis benda, perkiraan jumlah, waktu tertelan, dan kemasan benda bila tersedia, karena informasi tersebut dapat membantu dokter menentukan pemeriksaan dan tindakan.

Khusus dugaan tertelan baterai kancing atau magnet multipel, jangan menunggu munculnya gejala. Anak perlu mendapatkan penilaian medis segera karena komplikasi serius dapat berkembang meskipun pada awalnya tampak baik.

Pesan utama: Benda asing pada anak tidak selalu merupakan keadaan darurat, tetapi baterai kancing, magnet multipel, benda tajam, benda yang tersangkut di esofagus, serta munculnya tanda bahaya harus diperlakukan sebagai kondisi yang memerlukan evaluasi segera.

Tabel Ringkas Pengambilan Keputusan

Situasi Risiko utama Pendekatan umum
Benda kecil, tumpul, asimtomatik, sudah melewati esofagus Biasanya rendah Observasi sesuai evaluasi klinis
Koin di esofagus Obstruksi/cedera mukosa Pengeluaran urgent
Baterai kancing di esofagus Nekrosis, perforasi, fistula Emergensi, ekstraksi <2 jam
Magnet multipel Nekrosis, fistula, perforasi, obstruksi Evaluasi segera; ekstraksi sesuai lokasi/progresi
Benda tajam Perforasi Ekstraksi segera sesuai lokasi
Benda besar/panjang Impaksi/obstruksi Pertimbangkan ekstraksi
Muntah + distensi + nyeri hebat Obstruksi/perforasi Evaluasi emergensi
Demam + defans abdomen Peritonitis Evaluasi bedah segera

Poin Penting untuk Klinisi dan Orang Tua

  • Tidak semua benda asing tertelan merupakan keadaan gawat, tetapi jenis benda tertentu dapat menjadi kegawatdaruratan.
  • Baterai kancing dan magnet multipel harus dianggap berisiko tinggi.
  • Benda asing di esofagus memerlukan perhatian khusus.
  • Benda tajam memiliki risiko perforasi.
  • Pemeriksaan radiografi membantu menentukan jenis, jumlah, lokasi, dan orientasi benda radiopak.
  • Ukuran benda penting, tetapi keputusan klinis tidak boleh hanya berdasarkan ukuran.
  • Anak dapat tidak menunjukkan gejala meskipun benda berbahaya telah tertelan.
  • Muntah berulang, nyeri perut hebat, defans, distensi, dan demam merupakan red flags.
  • Bila terdapat kecurigaan komplikasi, jangan menunggu benda keluar spontan.
  • Pencegahan melalui pengawasan anak dan penyimpanan baterai, magnet, benda tajam, dan benda kecil jauh dari jangkauan anak merupakan bagian penting dari penatalaksanaan.

Kesimpulan

  • Benda asing saluran cerna pada anak merupakan masalah yang sebagian besar dapat ditangani secara konservatif, tetapi kelompok tertentu memerlukan tindakan cepat. Pendekatan yang tepat harus mempertimbangkan jenis benda, ukuran, bentuk, jumlah, lokasi, waktu sejak tertelan, gejala, serta tanda komplikasi. Radiografi polos merupakan pemeriksaan awal penting untuk benda radiopak, sedangkan endoskopi menjadi modalitas diagnostik sekaligus terapeutik pada banyak kasus.
  • Baterai kancing yang tersangkut di esofagus merupakan kegawatdaruratan medis karena dapat menyebabkan kerusakan jaringan yang cepat. Magnet multipel, benda tajam, serta benda asing yang menetap di esofagus juga memerlukan perhatian khusus. Sementara itu, muntah berulang, nyeri abdomen hebat dengan defans, distensi, dan demam harus meningkatkan kecurigaan terhadap obstruksi, perforasi, atau peritonitis.
  • Dengan demikian, prinsip utama penanganan benda asing pada anak adalah kenali benda berisiko tinggi, tentukan lokasi dengan tepat, identifikasi red flags, dan lakukan intervensi sesuai urgensi klinis.

Daftar Pustaka

  • Kramer RE, Lerner DG, Lin T, Manfredi M, Shah M, Stephen TC, et al. Management of Ingested Foreign Bodies in Children: A Clinical Report of the NASPGHAN Endoscopy Committee. Journal of Pediatric Gastroenterology and Nutrition. 2015;60(4):562–574. doi:10.1097/MPA.0000000000000729.
  • Tringali A, Thomson M, Dumonceau JM, Tavares M, Tabbers MM, Furlano R, et al. Pediatric gastrointestinal endoscopy: European Society of Gastrointestinal Endoscopy (ESGE) and European Society for Paediatric Gastroenterology Hepatology and Nutrition (ESPGHAN) Guideline Executive Summary. Endoscopy. 2017;49:83–91. doi:10.1055/s-0042-111002.
  • Bishop WP. Sistem Pencernaan. Dalam: Kliegman RM, St Geme JW, Blum NJ, Shah SS, Tasker RC, Wilson KM, penyunting. Nelson Textbook of Pediatrics. Edisi ke-21. Philadelphia: Elsevier; 2019. hlm. 470–473.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *