DOKTERPEDIATRI

Advancing Children's Health Through Science

INFLUENZA A PADA ANAK: KAPAN HARUS DIRAWAT DAN KAPAN MEMERLUKAN ANTIVIRUS?

INFLUENZA A PADA ANAK: KAPAN HARUS DIRAWAT DAN KAPAN MEMERLUKAN ANTIVIRUS?

Audi Yudhasmara, Widodo Judarwanto

Influenza A merupakan infeksi saluran napas yang dapat menimbulkan penyakit ringan sampai berat pada anak. Hasil pemeriksaan influenza A positif tidak secara otomatis menunjukkan kebutuhan rawat inap dan tidak selalu berarti anak harus mendapatkan antivirus. Keputusan klinis perlu mempertimbangkan usia, kondisi dasar, derajat penyakit, perjalanan penyakit, komplikasi, kemampuan mempertahankan hidrasi, status pernapasan, serta faktor risiko komplikasi. AAP, CDC, dan WHO menempatkan anak dengan penyakit berat, progresif, berkomplikasi, dirawat di rumah sakit, atau memiliki risiko tinggi sebagai kelompok yang memerlukan perhatian khusus terhadap terapi antivirus. Oseltamivir menjadi salah satu pilihan utama, terutama pada anak yang memerlukan terapi antivirus. Manfaat terapi paling besar bila diberikan sedini mungkin, terutama dalam 48 jam pertama, tetapi pada penyakit berat, progresif, berkomplikasi, atau kelompok berisiko tinggi, terapi tetap dapat diberikan setelah 48 jam.

Influenza pada anak mempunyai spektrum klinis yang luas. Sebagian besar anak mengalami penyakit yang dapat ditangani secara rawat jalan, tetapi sebagian dapat mengalami pneumonia, dehidrasi, eksaserbasi penyakit kronis, atau komplikasi lain yang membutuhkan perawatan rumah sakit. Anak berusia di bawah 5 tahun, terutama di bawah 2 tahun, termasuk kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi influenza. Karena itu, hasil pemeriksaan laboratorium harus dibaca bersama kondisi klinis anak. Diagnosis positif membantu mengidentifikasi penyebab infeksi, tetapi keputusan rawat inap dan pemberian antivirus tetap membutuhkan penilaian klinis.

Influenza A dan hasil pemeriksaan positif

  • Influenza A merupakan salah satu kelompok virus influenza yang menyebabkan influenza musiman. Gejalanya dapat berupa demam, batuk, sakit tenggorokan, pilek atau hidung tersumbat, nyeri tubuh, sakit kepala, dan lemah. Pada anak, muntah dan diare juga dapat terjadi. Tidak semua anak dengan influenza mengalami demam.
  • Pemeriksaan influenza dapat membantu memastikan etiologi, terutama ketika hasilnya akan memengaruhi keputusan klinis. Namun, AAP menegaskan bahwa terapi antivirus pada kelompok tertentu tidak perlu menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Pada anak yang dirawat di rumah sakit, mengalami penyakit berat, berkomplikasi, atau progresif, terapi antivirus perlu dimulai sedini mungkin bila influenza dicurigai.

Apakah influenza A positif harus dirawat di rumah sakit?

Tidak. Hasil positif influenza A tidak dengan sendirinya menjadi indikasi rawat inap. Dokter perlu menilai kondisi anak secara keseluruhan.

Rawat inap lebih dipertimbangkan bila terdapat:

  • • Gangguan pernapasan atau hipoksemia
  • • Penyakit berat atau semakin progresif
  • • Pneumonia atau komplikasi serius lainnya
  • • Dehidrasi yang tidak dapat dikoreksi dengan pemberian cairan secara oral
  • • Penurunan kesadaran atau gangguan neurologis
  • • Kejang
  • • Kondisi kronis yang memburuk
  • • Kondisi klinis yang membutuhkan pemantauan atau terapi rumah sakit
  • CDC mencantumkan napas cepat, kesulitan bernapas, retraksi dinding dada, bibir atau wajah kebiruan, nyeri dada, dehidrasi, tidak responsif, kejang, serta kondisi yang sempat membaik kemudian kembali memburuk sebagai tanda bahaya pada anak.

Anak risiko tinggi tidak selalu harus dirawat

  • Ini merupakan poin yang sering menimbulkan salah persepsi. Anak berusia di bawah 5 tahun memiliki risiko komplikasi influenza yang lebih tinggi, terutama anak di bawah 2 tahun. Anak dengan asma, diabetes, penyakit jantung atau paru, gangguan neurologis tertentu, imunosupresi, dan kondisi kronis tertentu juga memiliki risiko lebih tinggi.
  • Risiko tinggi berarti dokter perlu lebih cepat mempertimbangkan terapi dan pemantauan. Risiko tinggi tidak berarti setiap anak harus dirawat inap. Anak risiko tinggi yang secara klinis stabil dapat saja menjalani rawat jalan dengan pemantauan ketat dan terapi yang sesuai.

Kapan antivirus diperlukan?

  • AAP 2026–2027 merekomendasikan terapi antivirus untuk anak dengan influenza yang dirawat di rumah sakit atau mengalami penyakit berat maupun progresif. Pada pelayanan rawat jalan, terapi antivirus dianjurkan untuk anak yang memiliki risiko tinggi mengalami komplikasi, termasuk anak dengan penyakit kronis tertentu atau kondisi imunosupresi. AAP juga menyatakan bahwa terapi antivirus merupakan pilihan pada anak lain dengan influenza yang dicurigai atau terkonfirmasi.
  • CDC juga merekomendasikan terapi antivirus sedini mungkin pada pasien dengan influenza yang dirawat di rumah sakit, mengalami penyakit berat, berkomplikasi atau progresif, serta pada kelompok dengan risiko komplikasi yang lebih tinggi. Pada pasien rawat jalan yang tidak termasuk kelompok risiko tinggi, antivirus dapat dipertimbangkan berdasarkan penilaian klinis, terutama bila terapi dapat dimulai dalam 48 jam sejak onset gejala.

Oseltamivir sebagai pilihan utama

  • Oseltamivir merupakan antivirus yang banyak digunakan untuk influenza A dan B. AAP menempatkan oseltamivir sebagai antivirus pilihan untuk pengobatan influenza pada anak karena pengalaman penggunaannya pada populasi pediatrik, kemudahan pemberian, dan pertimbangan biaya. CDC juga memasukkan oseltamivir sebagai salah satu antivirus yang digunakan untuk terapi influenza pada anak.
  • Oseltamivir bekerja dengan menghambat neuraminidase virus influenza sehingga menghambat pelepasan virus baru dari sel yang terinfeksi. Obat ini harus digunakan berdasarkan penilaian dan resep dokter. Dosis anak bergantung pada usia, berat badan, fungsi ginjal, serta konteks terapi. Karena itu, dosis tidak sebaiknya ditentukan hanya berdasarkan hasil pemeriksaan influenza.

Mengapa 48 jam penting?

  • Antivirus influenza memberikan manfaat paling besar bila dimulai sedini mungkin, idealnya dalam 48 jam sejak gejala muncul. Terapi dini dapat mengurangi durasi dan berat gejala serta membantu menurunkan risiko beberapa komplikasi.
  • Namun, batas 48 jam bukan berarti antivirus tidak berguna setelah 48 jam. AAP merekomendasikan terapi pada anak dengan penyakit berat, progresif, berkomplikasi, dirawat di rumah sakit, atau berisiko tinggi meskipun sudah lebih dari 48 jam sejak gejala dimulai. CDC juga menyatakan bahwa anak tertentu tetap dapat memperoleh manfaat bila terapi dimulai setelah dua hari.
  • WHO juga menempatkan antivirus sebagai bagian dari penatalaksanaan influenza, terutama pada pasien dengan risiko tinggi atau penyakit berat. Pedoman WHO 2024 membahas penatalaksanaan influenza berat dan nonberat serta penggunaan antivirus berdasarkan tingkat keparahan dan risiko pasien.

Tabel. Hubungan kondisi anak dengan keputusan klinis

Kondisi anak Rawat inap Antivirus
Influenza A positif, gejala ringan, kondisi stabil Umumnya tidak Dapat dipertimbangkan
Influenza A positif, usia <5 tahun Tidak otomatis Dianjurkan dipertimbangkan kuat
Usia <2 tahun Tidak otomatis Perlu pertimbangan lebih serius
Penyakit kronis berisiko tinggi Tidak otomatis Dianjurkan bila influenza dicurigai atau terkonfirmasi
Penyakit berat Sering perlu Direkomendasikan
Penyakit progresif Perlu dipertimbangkan kuat Direkomendasikan
Komplikasi seperti pneumonia berat Dapat diperlukan Direkomendasikan
Dirawat di rumah sakit Sesuai kondisi klinis Direkomendasikan
Gejala ringan tetapi sudah >48 jam Biasanya tidak Tergantung risiko dan kondisi
Penyakit berat meskipun >48 jam Sesuai kondisi klinis Tetap direkomendasikan

Tabel ini merangkum prinsip AAP, CDC, dan WHO. Keputusan akhir tetap bergantung pada pemeriksaan klinis anak.

Mengapa hasil tes saja tidak cukup?

  • Pemeriksaan laboratorium memberikan informasi tentang keberadaan virus. Pemeriksaan tersebut tidak secara langsung mengukur derajat berat penyakit.
  • Dua anak dapat sama-sama positif influenza A, tetapi memiliki kondisi klinis berbeda. Anak pertama dapat aktif, mampu minum, bernapas normal, dan tidak memiliki komplikasi. Anak kedua dapat mengalami sesak, dehidrasi, pneumonia, atau penurunan kesadaran.

Karena itu, hasil tes harus ditempatkan dalam konteks klinis. Prinsipnya adalah:

  • POSITIF INFLUENZA A ≠ OTOMATIS RAWAT INAP
  • POSITIF INFLUENZA A ≠ OTOMATIS WAJIB ANTIVIRUS PADA SEMUA ANAK
  • Namun:
    • POSITIF INFLUENZA A + PENYAKIT BERAT/PROGRESIF/BERKOMPLIKASI → ANTIVIRUS SEGERA
    • POSITIF INFLUENZA A + RISIKO TINGGI → ANTIVIRUS PERLU DIPERTIMBANGKAN KUAT

Tanda bahaya yang memerlukan evaluasi segera

Orang tua perlu segera mencari pertolongan medis bila anak mengalami:

  • • Napas cepat atau sulit bernapas
  • • Tarikan dinding dada saat bernapas
  • • Bibir atau wajah kebiruan
  • • Nyeri dada
  • • Tidak mampu berjalan karena nyeri otot berat
  • • Tidak mau minum atau mengalami dehidrasi
  • • Tidak buang air kecil sekitar 8 jam
  • • Mulut kering dan tidak keluar air mata saat menangis
  • • Sangat lemah atau sulit dibangunkan
  • • Tidak berinteraksi seperti biasanya
  • • Kejang
  • • Demam atau batuk sempat membaik kemudian kembali memburuk
  • • Penyakit kronis menjadi lebih berat

Tanda tersebut sesuai dengan tanda bahaya influenza pada anak yang dicantumkan CDC.

Efek samping oseltamivir

  • Oseltamivir umumnya dapat digunakan pada anak bila terdapat indikasi. Efek samping yang paling sering dilaporkan adalah mual dan muntah. Karena influenza sendiri juga dapat menyebabkan mual atau muntah, dokter perlu mempertimbangkan hubungan gejala dengan penyakit dan obat.
  • Pemilihan antivirus juga perlu memperhatikan usia, berat badan, penyakit penyerta, fungsi ginjal, kemampuan anak menerima obat oral, serta kemungkinan komplikasi. Pada anak yang dirawat di rumah sakit, AAP menempatkan oseltamivir sebagai pilihan utama.

Poin penting untuk dokter dan orang tua

  • • Influenza A positif tidak otomatis berarti anak harus dirawat.
  • • Rawat inap ditentukan terutama oleh kondisi klinis dan kebutuhan perawatan rumah sakit.
  • • Anak di bawah 5 tahun memiliki risiko komplikasi lebih tinggi, terutama usia di bawah 2 tahun.
  • • Penyakit kronis tertentu meningkatkan risiko komplikasi.
  • • Penyakit berat, progresif, berkomplikasi, atau kebutuhan rawat inap merupakan indikasi kuat terapi antivirus.
  • • Oseltamivir merupakan pilihan utama yang direkomendasikan AAP untuk terapi influenza pada anak.
  • • Terapi paling bermanfaat bila dimulai sedini mungkin, terutama dalam 48 jam pertama.
  • • Pada penyakit berat, progresif, berkomplikasi, atau risiko tinggi, antivirus tetap dapat diberikan setelah 48 jam.
  • • Terapi tidak selalu harus menunggu hasil tes influenza pada kelompok prioritas.
  • • Anak dengan gejala ringan dan kondisi stabil dapat ditangani sebagai pasien rawat jalan setelah penilaian dokter.
  • • Sesak, dehidrasi, sianosis, penurunan kesadaran, kejang, atau perburukan setelah sempat membaik membutuhkan evaluasi segera.

Kesimpulan

  • Influenza A pada anak perlu dinilai berdasarkan kondisi klinis, bukan berdasarkan hasil tes semata. Anak dengan influenza A positif yang stabil, mampu minum, bernapas baik, dan tidak mengalami komplikasi umumnya tidak memerlukan rawat inap hanya karena hasil tes positif. Sebaliknya, penyakit berat, progresif, berkomplikasi, kebutuhan perawatan rumah sakit, atau faktor risiko tinggi menjadi alasan untuk segera mempertimbangkan terapi antivirus. AAP 2026–2027, CDC, dan WHO mendukung penggunaan antivirus pada kelompok yang tepat. Oseltamivir menjadi pilihan utama pada anak yang memerlukan terapi. Waktu pemberian penting, tetapi pada penyakit berat atau kelompok berisiko tinggi, keterlambatan lebih dari 48 jam tidak menjadi alasan untuk mengabaikan terapi.

Daftar pustaka

  • American Academy of Pediatrics, Committee on Infectious Diseases. Recommendations for Prevention and Control of Influenza in Children, 2026–2027: Policy Statement. Pediatrics. 2026. doi:10.1542/peds.2026-078778.
  • American Academy of Pediatrics, Committee on Infectious Diseases. Recommendations for Prevention and Control of Influenza in Children, 2026–2027: Technical Report. Pediatrics. 2026. doi:10.1542/peds.2026-078779.
  • Centers for Disease Control and Prevention. Influenza Antiviral Medications: Summary for Clinicians. Updated March 10, 2026.
  • Centers for Disease Control and Prevention. Treatment of Flu in Children. Updated September 6, 2024.
  • Centers for Disease Control and Prevention. Signs and Symptoms of Flu. Updated August 26, 2024.
  • World Health Organization. Clinical practice guidelines for influenza. WHO. September 12, 2024. ISBN 978-92-4-009775-9.
  • World Health Organization. Influenza, seasonal. WHO Health Topics.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *