DOKTERPEDIATRI

"Smart Parent Circle – Pediatric Health Support"

Apakah probiotik bermanfaat untuk mencegah gangguan pencernaan dan alergi pada bayi dan anak?Bagaimana dampak pemberian probiotik dalam jangka panjang?

TANYA JAWAB
Apakah probiotik bermanfaat untuk mencegah gangguan pencernaan dan alergi pada bayi dan anak? Bagaimana dampak pemberian probiotik dalam jangka panjang?

Jawab:

Hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah yang kuat bahwa konsumsi probiotik jangka panjang pada bayi, anak, atau orang dewasa sehat memberikan manfaat tambahan yang konsisten untuk mencegah gangguan pencernaan, alergi, atau meningkatkan daya tahan tubuh. Sebagian besar penelitian hanya berlangsung beberapa minggu hingga beberapa bulan, sehingga keamanan dan efektivitas penggunaan selama bertahun-tahun masih belum dapat dipastikan.

Pada umumnya, probiotik aman bagi orang sehat, tetapi tidak semua strain memberikan manfaat yang sama. Setelah konsumsi dihentikan, sebagian besar bakteri probiotik tidak menetap secara permanen di usus dan jumlahnya akan menurun dalam beberapa hari hingga minggu. Oleh karena itu, manfaat probiotik umumnya bersifat sementara dan bergantung pada konsumsi yang berkelanjutan.

Selain itu, penggunaan probiotik jangka panjang tidak terbukti dapat mengubah mikrobiota usus secara permanen atau mencegah semua penyakit saluran cerna dan alergi. Pada beberapa penelitian bahkan ditemukan bahwa perubahan komposisi mikrobiota usus akibat probiotik sangat bervariasi antarindividu.

Pada kelompok tertentu, seperti bayi prematur, penderita gangguan sistem kekebalan tubuh, pasien dengan kateter intravena, atau pasien sakit berat, probiotik harus digunakan dengan sangat hati-hati karena, meskipun jarang, telah dilaporkan dapat menyebabkan infeksi akibat bakteri atau ragi yang terkandung dalam probiotik.

Berdasarkan bukti ilmiah saat ini, probiotik tidak dianjurkan dikonsumsi secara rutin dalam jangka panjang oleh semua orang untuk tujuan pencegahan. Penggunaannya sebaiknya hanya pada kondisi yang memang memiliki bukti manfaat, menggunakan strain yang tepat, dan sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Pada gangguan pencernaan, bukti ilmiah menunjukkan bahwa beberapa strain, seperti Lacticaseibacillus rhamnosus GG (LGG) dan Saccharomyces boulardii, dapat membantu mengurangi risiko diare akibat penggunaan antibiotik pada anak tertentu. Sementara itu, Lacticaseibacillus reuteri DSM 17938 memiliki bukti yang cukup baik dalam mengurangi gejala kolik pada bayi. Namun, hingga saat ini belum ada bukti bahwa probiotik dapat mencegah semua gangguan pencernaan, seperti konstipasi, kembung, nyeri perut berulang, atau infeksi saluran cerna pada anak sehat.

Pada alergi, penelitian menunjukkan bahwa beberapa strain probiotik mungkin sedikit menurunkan risiko dermatitis atopik (eksim) pada bayi yang memiliki risiko tinggi alergi, terutama bila diberikan pada periode kehamilan akhir, saat menyusui, atau awal kehidupan. Namun, manfaat tersebut tidak konsisten antarpenelitian dan umumnya tidak terbukti mencegah alergi makanan, asma, rinitis alergi, maupun penyakit alergi lainnya. Oleh karena itu, berbagai pedoman internasional tidak merekomendasikan penggunaan probiotik secara rutin untuk mencegah alergi pada semua bayi dan anak.

Selain itu, tidak semua produk probiotik memiliki kualitas, jumlah bakteri hidup, dan strain yang sama, sehingga efektivitas satu produk tidak dapat disamakan dengan produk lainnya. Produk yang mengandung banyak jenis bakteri juga belum tentu lebih efektif dibandingkan produk dengan satu strain yang telah terbukti melalui uji klinis.

Untuk menjaga kesehatan saluran cerna dan membantu menurunkan risiko berbagai penyakit, langkah yang memiliki bukti ilmiah lebih kuat adalah:

  • Memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan bila memungkinkan.
  • Memberikan MPASI yang adekuat dan beragam mulai usia 6 bulan.
  • Mengonsumsi makanan tinggi serat sesuai usia.
  • Menghindari penggunaan antibiotik tanpa indikasi medis.
  • Menjaga kebersihan tangan, keamanan makanan, dan melengkapi imunisasi.
  • Menghindari eliminasi makanan tanpa diagnosis alergi yang jelas dengan Otal Food Challenge

Kesimpulan:

Probiotik bukan suplemen yang wajib diberikan secara rutin untuk mencegah gangguan pencernaan maupun alergi. Penggunaannya sebaiknya berdasarkan indikasi medis dan menggunakan strain yang telah terbukti manfaatnya, bukan hanya berdasarkan merek atau jumlah bakteri yang terkandung.

Referensi ilmiah 

  1. World Gastroenterology Organisation (WGO). Probiotics and Prebiotics Guideline (2023): https://www.worldgastroenterology.org/guidelines/global-guidelines/probiotics-and-prebiotics
  2. . Guidelines for Allergic Disease Prevention (Probiotics), diterbitkan di World Allergy Organization Journal.
  3. . Position papers tentang penggunaan probiotik dan tata laksana alergi susu sapi.
  4. . Clinical Practice Guidelines on the Role of Probiotics in Gastrointestinal Disorders.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *