DOKTERPEDIATRI

"Smart Parent Circle – Pediatric Health Support"

TANYA JAWAB: Apakah zinc (seng) bermanfaat pada anak untuk mencegah alergi dan meningkatkan daya tahan tubuh?

TANYA JAWAB: Apakah zinc (seng) bermanfaat pada anak untuk mencegah alergi dan meningkatkan daya tahan tubuh?

Jawab:

Zinc (seng) adalah mineral esensial yang berperan penting dalam pertumbuhan, fungsi enzim, penyembuhan luka, dan sistem kekebalan tubuh. Anak yang mengalami kekurangan zinc dapat mengalami gangguan pertumbuhan, penurunan nafsu makan, serta lebih mudah terkena infeksi.

Namun, pada anak yang tidak mengalami kekurangan zinc, pemberian suplemen zinc secara rutin belum terbukti dapat mencegah alergi maupun meningkatkan daya tahan tubuh secara bermakna. Berbagai penelitian dan pedoman internasional menunjukkan bahwa suplementasi zinc tidak direkomendasikan sebagai pencegahan rutin untuk alergi, asma, rinitis alergi, atau dermatitis atopik pada anak sehat.

Zinc memiliki manfaat yang telah terbukti pada beberapa kondisi tertentu, antara lain:

  • Mengurangi durasi dan keparahan diare akut pada anak, terutama di negara dengan risiko kekurangan zinc yang tinggi.
  • Membantu memperbaiki status gizi dan pertumbuhan pada anak yang mengalami defisiensi zinc.
  • Mendukung fungsi sistem imun agar tetap normal pada anak yang kekurangan zinc.

Menentukan defisiensi zinc pada anak tidak dapat hanya berdasarkan gejala, tetapi harus melalui penilaian menyeluruh meliputi riwayat makanan, pertumbuhan, kondisi klinis, dan bila diperlukan pemeriksaan laboratorium. Gejala kekurangan zinc dapat berupa nafsu makan menurun, gangguan pertumbuhan (berat badan sulit naik atau tinggi badan terhambat), diare berulang atau berkepanjangan, gangguan penyembuhan luka, perubahan kulit (dermatitis), rambut mudah rontok, serta meningkatnya risiko infeksi. Namun, gejala tersebut tidak spesifik karena dapat terjadi pada berbagai kondisi lain seperti kekurangan nutrisi lain, infeksi kronis, atau gangguan penyerapan.

Pemeriksaan zinc serum/plasma dapat membantu diagnosis, tetapi hasilnya harus diinterpretasikan bersama kondisi klinis karena kadar zinc dapat dipengaruhi oleh infeksi, peradangan, waktu pengambilan darah, dan status gizi. Anak dengan risiko lebih tinggi mengalami defisiensi zinc antara lain anak dengan asupan makanan kurang beragam, malnutrisi, diare kronis, gangguan penyerapan usus, penyakit kronis tertentu, atau pola makan yang sangat rendah sumber zinc. Pencegahan utama adalah pemberian makanan bergizi seimbang dengan sumber zinc seperti daging, ikan, telur, susu, dan kacang-kacangan sesuai usia, sedangkan suplementasi zinc sebaiknya diberikan berdasarkan indikasi medis.

 

Sebaliknya, konsumsi zinc dalam dosis tinggi atau jangka panjang tanpa indikasi dapat menimbulkan efek samping, seperti mual, muntah, nyeri perut, diare, serta mengganggu penyerapan tembaga (copper) sehingga dapat menyebabkan kekurangan tembaga dan gangguan pembentukan sel darah.

Kesimpulan:

Zinc merupakan nutrisi penting, tetapi bukan suplemen yang perlu diberikan secara rutin kepada semua anak untuk mencegah alergi atau meningkatkan daya tahan tubuh. Suplementasi zinc sebaiknya diberikan bila terdapat indikasi medis, seperti defisiensi zinc atau diare akut, sesuai anjuran tenaga kesehatan. Pada anak sehat, kebutuhan zinc umumnya dapat dipenuhi melalui pola makan bergizi seimbang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *