DOKTERPEDIATRI

"Smart Parent Circle – Pediatric Health Support"

Mengapa Tes Panel IgE Alergi Makanan Tidak Dianjurkan untuk Menegakkan Diagnosis Alergi Makanan pada Anak? Tinjauan Berdasarkan Pedoman WAO, EAACI, AAAAI, dan ASCIA

Mengapa Tes Panel IgE Alergi Makanan Tidak Dianjurkan untuk Menegakkan Diagnosis Alergi Makanan pada Anak? Tinjauan Berdasarkan Pedoman WAO, EAACI, AAAAI, dan ASCIA

Abstrak

Alergi makanan merupakan salah satu penyakit yang sering dijumpai pada anak dengan manifestasi pada kulit, saluran cerna, saluran napas, hingga reaksi sistemik. Diagnosis yang tepat sangat penting karena kesalahan diagnosis dapat menyebabkan pembatasan makanan yang tidak diperlukan, gangguan pertumbuhan, defisiensi zat gizi, peningkatan biaya pengobatan, dan penurunan kualitas hidup. Pemeriksaan serum specific immunoglobulin E (sIgE) merupakan pemeriksaan penunjang yang bermanfaat bila digunakan sesuai indikasi. Namun, penggunaan tes panel IgE makanan yang memeriksa banyak alergen secara bersamaan semakin sering dijadikan pemeriksaan skrining atau dasar penegakan diagnosis, meskipun tidak direkomendasikan oleh berbagai pedoman internasional. World Allergy Organization (WAO), European Academy of Allergy and Clinical Immunology (EAACI), American Academy of Allergy, Asthma & Immunology (AAAAI), dan Australasian Society of Clinical Immunology and Allergy (ASCIA) menegaskan bahwa panel IgE hanya menunjukkan sensitisasi, bukan alergi makanan yang terbukti secara klinis. Diagnosis harus didasarkan pada riwayat klinis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang yang dipilih sesuai kecurigaan klinis, serta Oral Food Challenge (OFC) bila diperlukan.

Kata kunci: alergi makanan, IgE spesifik, panel IgE, Oral Food Challenge, WAO, EAACI, AAAAI, ASCIA.


Pendahuluan

Alergi makanan dialami sekitar 6 hingga 8% anak dan dapat menimbulkan gejala yang sangat beragam, mulai dari urtikaria, dermatitis atopik, muntah, diare, nyeri perut, konstipasi, batuk berulang, mengi, hingga anafilaksis. Karena manifestasinya menyerupai banyak penyakit lain, diagnosis alergi makanan harus dilakukan secara sistematis agar tidak terjadi overdiagnosis maupun underdiagnosis.

Perkembangan teknologi laboratorium membuat tes panel IgE makanan semakin mudah diperoleh. Pemeriksaan ini mengukur antibodi IgE terhadap puluhan makanan sekaligus. Kemudahan tersebut sering menimbulkan anggapan bahwa panel IgE dapat menentukan apakah seorang anak mengalami alergi makanan. Padahal, berbagai organisasi alergi dunia tidak menganjurkan penggunaan panel IgE sebagai pemeriksaan skrining maupun sebagai dasar tunggal dalam menegakkan diagnosis alergi makanan.


Apa yang Diukur oleh Tes Panel IgE?

Tes panel IgE mengukur kadar antibodi IgE terhadap berbagai protein makanan. Hasil positif menunjukkan bahwa sistem imun telah mengenali suatu alergen atau mengalami sensitisasi. Namun, sensitisasi tidak selalu berarti seseorang akan mengalami reaksi alergi ketika mengonsumsi makanan tersebut.

Sebaliknya, hasil negatif juga tidak selalu menyingkirkan alergi makanan karena sebagian alergi makanan diperantarai mekanisme non-IgE sehingga tidak dapat dideteksi melalui pemeriksaan ini.

Tabel 1. Arti Hasil Pemeriksaan IgE

Hasil Pemeriksaan Arti Klinis
IgE positif Menunjukkan sensitisasi, belum tentu alergi makanan
IgE negatif Tidak selalu menyingkirkan alergi non-IgE
Diagnosis Harus dikaitkan dengan riwayat klinis dan pemeriksaan fisik

Mengapa Panel IgE Tidak Direkomendasikan?

WAO, EAACI, AAAAI, dan ASCIA memiliki rekomendasi yang konsisten. Pemeriksaan IgE hanya dilakukan bila terdapat dugaan alergi terhadap makanan tertentu berdasarkan riwayat klinis. Pemeriksaan terhadap puluhan makanan sekaligus tanpa indikasi meningkatkan risiko salah diagnosis.

Hasil positif sering menyebabkan orang tua menghentikan banyak jenis makanan yang sebenarnya masih aman dikonsumsi. Sebaliknya, hasil negatif dapat memberikan rasa aman yang keliru pada anak dengan alergi non-IgE.

 Mengapa Panel IgE Tidak Dianjurkan

Alasan Dampak
Banyak hasil positif palsu secara klinis Overdiagnosis
Tidak mendeteksi alergi non-IgE False negative
Tidak menunjukkan beratnya alergi Salah interpretasi
Tidak menentukan makanan harus dipantang Diet eliminasi tidak tepat
Tidak dapat berdiri sendiri Diagnosis menjadi tidak akurat

Rekomendasi Organisasi Internasional

Semua pedoman internasional menekankan bahwa pemeriksaan laboratorium hanya merupakan alat bantu. Diagnosis tetap dimulai dari riwayat penyakit.

Tabel 1. Apa Kata Pedoman Dunia tentang Tes Panel IgE?

Organisasi Rekomendasi
WAO IgE spesifik dan skin prick test hanya digunakan untuk mendukung dugaan klinis. Bukan pemeriksaan skrining dan bukan penentu diagnosis tunggal.
EAACI Pemeriksaan IgE dilakukan bila ada riwayat yang mengarah pada makanan tertentu. Oral Food Challenge merupakan baku emas diagnosis.
AAAAI Tidak merekomendasikan panel IgE terhadap banyak makanan sebagai skrining karena dapat menyebabkan overdiagnosis dan pantangan makanan yang tidak perlu.
ASCIA Hasil IgE positif hanya menunjukkan sensitisasi. Diagnosis harus didasarkan pada riwayat klinis dan pemeriksaan dokter.

Pemeriksaan serum specific IgE mengukur antibodi IgE terhadap protein makanan tertentu. Pemeriksaan ini memiliki sensitivitas yang cukup baik pada alergi yang diperantarai IgE, tetapi spesifisitasnya relatif rendah. Artinya, hasil positif tidak selalu berarti seseorang akan mengalami reaksi alergi ketika mengonsumsi makanan tersebut. Banyak individu sehat memiliki hasil IgE positif karena telah mengalami sensitisasi tanpa menunjukkan gejala klinis. Sebaliknya, pada alergi makanan non-IgE atau campuran IgE dan non-IgE, hasil pemeriksaan dapat tetap normal meskipun pasien benar-benar mengalami alergi. Oleh karena itu, interpretasi hasil laboratorium harus selalu dilakukan bersama riwayat klinis dan pemeriksaan fisik.

WAO menegaskan bahwa skin prick test dan serum specific IgE merupakan pemeriksaan konfirmasi terhadap dugaan klinis, bukan alat skrining. Pemeriksaan hanya dianjurkan bila terdapat riwayat yang mengarah pada makanan tertentu sebagai penyebab reaksi alergi. Penggunaan panel IgE terhadap banyak makanan tanpa indikasi klinis meningkatkan kemungkinan ditemukannya sensitisasi yang tidak bermakna secara klinis sehingga berpotensi menyebabkan overdiagnosis.

EAACI juga menyatakan bahwa diagnosis alergi makanan harus dimulai dari anamnesis yang rinci dan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan IgE spesifik maupun skin prick test dipilih berdasarkan makanan yang dicurigai, bukan dilakukan sebagai pemeriksaan menyeluruh terhadap semua makanan. Bila diagnosis masih meragukan, Oral Food Challenge tetap merupakan baku emas untuk memastikan hubungan sebab akibat antara makanan dan timbulnya gejala.

AAAAI melalui berbagai publikasi dan tinjauan ilmiah menjelaskan bahwa pemeriksaan panel IgE makanan memiliki lebih banyak risiko daripada manfaat bila digunakan sebagai skrining. Sensitivitas pemeriksaan memang tinggi, tetapi spesifisitasnya rendah sehingga banyak hasil positif tidak memiliki arti klinis. Kondisi tersebut menyebabkan anak menjalani diet eliminasi yang tidak diperlukan, meningkatkan risiko kekurangan zat gizi, memperburuk selective eating, menambah biaya kesehatan, serta meningkatkan kecemasan keluarga.

ASCIA memiliki rekomendasi yang sejalan. Organisasi ini menyatakan bahwa hasil IgE positif hanya menunjukkan sensitisasi terhadap suatu alergen dan tidak dapat membuktikan adanya alergi makanan. Pemeriksaan laboratorium harus dipilih berdasarkan riwayat klinis yang konsisten. Tanpa adanya hubungan yang jelas antara konsumsi makanan dan munculnya gejala, hasil IgE positif tidak boleh dijadikan dasar untuk memberikan pantangan makanan.

Masalah lain yang perlu diperhatikan adalah kemungkinan hasil negatif palsu. Pemeriksaan IgE hanya mampu mendeteksi alergi yang diperantarai IgE. Pada pasien dengan alergi non-IgE, seperti Food Protein-Induced Enterocolitis Syndrome (FPIES), Food Protein-Induced Allergic Proctocolitis (FPIAP), atau sebagian kasus eosinophilic gastrointestinal disease, hasil IgE dapat tetap negatif. Oleh karena itu, hasil negatif tidak selalu menyingkirkan kemungkinan alergi makanan bila riwayat klinis sangat mengarah.

Pendekatan diagnosis yang direkomendasikan seluruh pedoman internasional dimulai dari anamnesis yang rinci mengenai hubungan antara makanan dan timbulnya gejala, pemeriksaan fisik, evaluasi pertumbuhan, pemilihan pemeriksaan penunjang sesuai indikasi, diet eliminasi yang terarah pada kasus tertentu, serta konfirmasi menggunakan Oral Food Challenge bila diperlukan. Pendekatan berbasis bukti ini memberikan akurasi diagnosis yang jauh lebih baik dibandingkan penggunaan panel IgE sebagai pemeriksaan skrining.

Tabel 2. Apa Arti Hasil Tes IgE?

Hasil Pemeriksaan Artinya
IgE positif Belum tentu alergi. Hanya menunjukkan adanya sensitisasi terhadap makanan tersebut.
IgE negatif Belum tentu bebas alergi. Alergi non-IgE dapat memberikan hasil negatif.
Banyak makanan positif Tidak berarti semua makanan harus dipantang.
Banyak makanan negatif Tidak menyingkirkan seluruh kemungkinan alergi makanan.

Tabel 3. Pemeriksaan yang Direkomendasikan untuk Mendiagnosis Alergi Makanan

Pemeriksaan Peran
Riwayat penyakit Langkah paling penting dalam diagnosis
Pemeriksaan fisik Menilai tanda alergi dan penyakit lain
Skin Prick Test Membantu diagnosis bila ada indikasi
IgE spesifik Membantu diagnosis bila dipilih sesuai riwayat
Panel IgE makanan Tidak dianjurkan sebagai pemeriksaan skrining
Diet eliminasi terarah Membantu menilai hubungan makanan dengan gejala
Oral Food Challenge Pemeriksaan paling akurat untuk memastikan alergi makanan

Tabel 4. Peran Pemeriksaan dalam Diagnosis Alergi Makanan

Pemeriksaan Apa yang Dinilai Dapat Memastikan Diagnosis?
Riwayat klinis Hubungan makanan dengan munculnya gejala Ya, merupakan dasar utama
Pemeriksaan fisik Manifestasi alergi dan kemungkinan penyakit lain Mendukung diagnosis
Skin Prick Test Sensitisasi yang diperantarai IgE Tidak bila digunakan sendiri
IgE spesifik Antibodi IgE terhadap makanan tertentu Tidak bila digunakan sendiri
Panel IgE makanan Sensitisasi terhadap banyak makanan Tidak dianjurkan sebagai skrining
Diet eliminasi terarah Perubahan gejala setelah makanan dihentikan Membantu evaluasi
Oral Food Challenge Reaksi setelah makanan diberikan kembali di bawah pengawasan medis Ya, merupakan baku emas diagnosis

Kesimpulan

Tes panel IgE makanan tidak direkomendasikan sebagai pemeriksaan skrining maupun sebagai dasar tunggal untuk menegakkan diagnosis alergi makanan pada anak. Hasil positif hanya menunjukkan sensitisasi, sedangkan hasil negatif tidak selalu menyingkirkan alergi, terutama alergi non-IgE. Seluruh pedoman internasional, termasuk WAO, EAACI, AAAAI, ASCIA, dan CSACI, menekankan bahwa diagnosis harus didasarkan pada riwayat klinis, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang yang dipilih secara selektif. Bila diagnosis masih meragukan, Oral Food Challenge tetap merupakan baku emas untuk memastikan apakah suatu makanan benar-benar menyebabkan alergi. Pendekatan berbasis bukti ini membantu mengurangi overdiagnosis, mencegah diet eliminasi yang tidak diperlukan, serta memberikan penanganan yang lebih tepat bagi anak dengan dugaan alergi makanan.

Referensi

  • Ansotegui IJ, Melioli G, Canonica GW, et al. IgE allergy diagnostics and other relevant tests in allergy: A World Allergy Organization position paper. World Allergy Organ J. 2020;13(2):100080. doi:10.1016/j.waojou.2019.100080.
  • Parrish CP. A review of food allergy panels and their consequences. Ann Allergy Asthma Immunol. 2023;131(4):421-426. doi:10.1016/j.anai.2023.04.011.
  • Muraro A, Werfel T, Hoffmann-Sommergruber K, et al. EAACI Food Allergy and Anaphylaxis Guidelines: Diagnosis and Management of Food Allergy. Allergy. 2014;69(8):1008-1025. doi:10.1111/all.12429.
  • Boyce JA, Assa’ad A, Burks AW, et al. Guidelines for the Diagnosis and Management of Food Allergy in the United States. J Allergy Clin Immunol. 2010;126(6 Suppl):S1-S58. doi:10.1016/j.jaci.2010.10.007.
  • Australasian Society of Clinical Immunology and Allergy (ASCIA). Skin Prick Testing for the Diagnosis of Allergic Disease. https://www.allergy.org.au/health-professionals/papers/skin-prick-testing-for-the-diagnosis-of-allergic-disease
  • Al Ghamdi A, Abrams EM, Carr S, et al. Canadian Society of Allergy and Clinical Immunology position statement: panel testing for food allergies. Allergy Asthma Clin Immunol. 2024;20:61. doi:10.1186/s13223-024-00937-0.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *