Bagaimana Agar Menyusui Berhasil Sejak Hari Pertama? Panduan Berbasis Bukti untuk Ibu Menyusui
Pertanyaan
“Dok, saya sering mendengar cerita dari teman dan keluarga bahwa banyak ibu sebenarnya ingin memberikan ASI eksklusif, tetapi akhirnya gagal karena berbagai masalah. Ada yang mengatakan bayinya tidak mau menyusu langsung, ada yang merasa ASI tidak keluar pada hari pertama, ada yang bingung karena bayi terus menangis sehingga langsung diberi susu formula, dan ada juga yang berhenti menyusui setelah kembali bekerja. Saya menjadi khawatir mengalami hal yang sama. Apa saja langkah yang terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan keberhasilan menyusui sejak bayi lahir? Bagaimana cara mencegah masalah tersebut agar saya tetap bisa memberikan ASI secara optimal?”
Jawaban
1. Usahakan ibu dan bayi selalu bersama (rawat gabung). Salah satu penyebab kegagalan menyusui adalah ibu dan bayi terlalu lama dipisahkan setelah persalinan sehingga kesempatan menyusu menjadi berkurang. Penelitian menunjukkan bahwa rawat gabung memungkinkan ibu lebih cepat mengenali tanda lapar bayi, seperti membuka mulut, mengisap tangan, atau mencari puting sebelum bayi menangis. Bayi yang menyusu lebih dini umumnya memiliki pelekatan yang lebih baik sehingga pengosongan payudara menjadi lebih efektif. Kontak kulit dengan kulit juga meningkatkan pelepasan hormon oksitosin yang membantu pengeluaran ASI, memperkuat ikatan ibu dan bayi, serta meningkatkan keberhasilan ASI eksklusif.
2. Jangan hanya mengandalkan informasi dari media sosial atau pengalaman orang lain. Banyak ibu merasa panik karena memperoleh informasi yang saling bertentangan mengenai menyusui. Ada yang disarankan langsung memberikan susu formula ketika ASI belum banyak keluar pada hari pertama, padahal kolostrum memang diproduksi dalam jumlah sedikit tetapi sangat sesuai dengan kebutuhan lambung bayi yang masih kecil. Bila mengalami kesulitan, sebaiknya ibu berkonsultasi kepada dokter, bidan, perawat, atau konselor laktasi yang terlatih. Pendampingan sejak awal terbukti meningkatkan keberhasilan menyusui dan membantu mengatasi masalah seperti pelekatan yang kurang baik, puting lecet, atau payudara bengkak.
3. Ikuti kelas persiapan menyusui selama kehamilan. Banyak ibu baru belajar menyusui setelah bayi lahir sehingga sering merasa bingung ketika menghadapi masalah. Kelas menyusui memberikan bekal mengenai manfaat ASI, proses pembentukan ASI, teknik pelekatan yang benar, posisi menyusui yang nyaman, tanda bayi sudah cukup menyusu, hingga cara memerah dan menyimpan ASI. Penelitian menunjukkan bahwa ibu yang memperoleh edukasi sebelum persalinan memiliki kepercayaan diri lebih tinggi dan lebih berhasil mempertahankan ASI eksklusif dibandingkan ibu yang tidak mendapatkan persiapan.
4. Menyusuilah sesering mungkin sesuai kebutuhan bayi. Banyak ibu mengira bayi yang sering menyusu berarti ASI kurang, padahal kondisi tersebut sering kali normal, terutama pada minggu-minggu pertama kehidupan dan saat terjadi growth spurt. Produksi ASI mengikuti prinsip supply and demand. Semakin sering payudara dikosongkan melalui menyusui atau pemerahan, semakin banyak ASI yang diproduksi. Sebaliknya, pemberian susu formula tanpa indikasi medis dapat mengurangi frekuensi menyusu sehingga produksi ASI justru menurun.
5. Libatkan ayah dan keluarga dalam proses menyusui. Keberhasilan menyusui tidak hanya bergantung pada ibu. Dukungan pasangan dan keluarga sangat berpengaruh terhadap keberhasilan ASI eksklusif. Ayah dapat membantu menggendong bayi, menenangkan ibu, mengingatkan jadwal pemerahan ASI bila ibu bekerja, serta melindungi ibu dari berbagai mitos yang tidak sesuai dengan bukti ilmiah. Penelitian menunjukkan bahwa ibu yang memperoleh dukungan keluarga memiliki peluang lebih besar untuk mempertahankan pemberian ASI dibandingkan ibu yang kurang mendapat dukungan.
6. Bergabunglah dengan kelompok pendukung menyusui. Sebagian ibu merasa sendirian ketika menghadapi masalah menyusui. Padahal banyak tantangan yang sebenarnya umum dialami oleh ibu lain, seperti puting lecet, bayi sulit melekat, atau kekhawatiran mengenai produksi ASI. Kelompok pendukung menyusui memberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman, memperoleh motivasi, serta belajar dari pengalaman ibu lain. Bila dipadukan dengan pendampingan tenaga kesehatan, kelompok pendukung terbukti meningkatkan angka keberhasilan ASI eksklusif.
7. Jangan menunggu masalah menjadi berat sebelum mencari bantuan. Sebagian besar masalah menyusui dapat diatasi bila ditangani sejak dini. Bayi sulit menyusu, berat badan yang tidak bertambah sesuai harapan, puting yang nyeri, atau kekhawatiran mengenai produksi ASI sebaiknya segera dievaluasi. Penanganan dini dapat mencegah penghentian menyusui secara tidak perlu dan membantu ibu tetap berhasil memberikan ASI eksklusif. Keberhasilan menyusui bukan ditentukan oleh keberuntungan, melainkan oleh edukasi yang benar, teknik yang tepat, dukungan keluarga, dan pendampingan tenaga kesehatan yang kompeten.
Daftar Pustaka
- World Health Organization. Protecting, Promoting and Supporting Breastfeeding in Facilities Providing Maternity and Newborn Services: Guideline. Geneva: World Health Organization; 2017.
- American Academy of Pediatrics. Breastfeeding and the Use of Human Milk. Pediatrics. 2022;150(1):e2022057988.






Leave a Reply