DOKTERPEDIATRI

"Smart Parent Circle – Pediatric Health Support"

KONSULTASI PEDIATRI: “Menyusui Tidak Semudah yang Dibayangkan. Apa yang Harus Dilakukan Saat Masalah Terus Bermunculan?” .

 

“Menyusui Tidak Semudah yang Dibayangkan. Apa yang Harus Dilakukan Saat Masalah Terus Bermunculan?”

Pertanyaan

“Dok, bayi saya sekarang berusia satu bulan. Awalnya saya yakin bisa memberikan ASI eksklusif, tetapi kenyataannya tidak semudah yang saya bayangkan. Bayi sering tertidur saat baru beberapa menit menyusu sehingga saya khawatir ASI yang diminumnya tidak cukup. Kadang payudara terasa sangat penuh dan keras, tetapi di lain waktu terasa kosong sehingga saya bingung apakah produksi ASI normal. Saya juga mulai memerah ASI karena sebentar lagi akan kembali bekerja, tetapi hasilnya sedikit sehingga saya takut persediaan ASI tidak mencukupi. Ditambah lagi, saya sering mendapat nasihat yang berbeda-beda dari keluarga dan media sosial sehingga semakin bingung harus mengikuti yang mana. Bagaimana cara mengatasi masalah-masalah ini agar saya tetap berhasil memberikan ASI eksklusif?”

Jawaban, dr Widodo Judarwanto pediatrician

Benar, kondisi yang Anda alami merupakan masalah yang sangat sering terjadi pada minggu-minggu pertama setelah melahirkan dan dialami oleh banyak ibu menyusui. Bayi yang masih belajar menyusu dapat mengalami kesulitan melekat pada payudara, sementara tubuh ibu juga masih menyesuaikan produksi ASI sesuai kebutuhan bayi. Payudara yang terasa kosong tidak selalu berarti produksi ASI sedikit, karena ASI diproduksi secara terus-menerus selama bayi menyusu. Sebaliknya, payudara yang nyeri, kemerahan, dan disertai demam atau badan meriang dapat mengarah pada mastitis sehingga perlu segera dievaluasi oleh tenaga kesehatan. Perasaan cemas, mudah menangis, dan takut tidak mampu menjadi ibu yang baik juga sering muncul akibat perubahan hormon, kurang tidur, kelelahan, serta proses adaptasi setelah persalinan. Sebagian besar masalah tersebut dapat diatasi dengan memperbaiki teknik pelekatan bayi, menyusui sesering mungkin, memastikan payudara dikosongkan secara optimal, mendapatkan istirahat yang cukup, serta memperoleh dukungan dari suami, keluarga, dan konselor laktasi. Bila keluhan tidak membaik, bayi tidak bertambah berat badannya, atau ibu mengalami demam tinggi dan nyeri payudara yang semakin berat, segera berkonsultasi dengan dokter agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani sejak dini. Dengan pendampingan yang tepat, sebagian besar ibu tetap dapat berhasil memberikan ASI eksklusif kepada bayinya.

  1. Bayi Cepat Tertidur Saat Menyusu Bayi baru lahir sering tertidur ketika menyusu karena sistem sarafnya masih belum matang dan aktivitas menyusu membutuhkan energi yang cukup besar. Selama berat badan bayi bertambah sesuai kurva pertumbuhan, buang air kecil minimal enam kali sehari setelah usia lima hari, dan proses menyusu berlangsung efektif, kondisi ini umumnya masih normal. Agar bayi menyusu lebih optimal, lakukan kontak kulit dengan kulit sebelum menyusui, bangunkan bayi secara perlahan bila mulai tertidur, dan pastikan pelekatan pada payudara sudah benar sehingga ASI dapat mengalir dengan baik.
  2. Payudara Kadang Penuh, Kadang Terasa Kosong Banyak ibu mengira payudara yang lembek berarti ASI sudah habis. Padahal setelah beberapa minggu menyusui, tubuh mulai menyesuaikan produksi ASI dengan kebutuhan bayi sehingga payudara tidak selalu terasa penuh. Sebaliknya, payudara yang sangat penuh dapat terjadi bila ASI tidak sering dikeluarkan. Produksi ASI yang baik tidak dinilai dari rasa penuh pada payudara, tetapi dari pertumbuhan bayi, frekuensi menyusu, dan tanda kecukupan ASI. Teruslah menyusui sesuai kebutuhan bayi agar produksi tetap stabil.
  3. Hasil Memerah ASI Sedikit Jumlah ASI yang keluar saat diperah tidak selalu mencerminkan jumlah ASI yang dapat diminum bayi secara langsung. Bayi menyusu jauh lebih efektif dibandingkan pompa atau pemerahan tangan. Hasil pemerahan dipengaruhi oleh waktu memerah, jenis pompa, teknik pemerahan, kondisi psikologis ibu, dan frekuensi pemerahan. Jangan berkecil hati bila hasil awal masih sedikit. Dengan latihan yang rutin dan teknik yang benar, jumlah ASI perah biasanya akan meningkat.
  4. Bingung Menghadapi Banyak Nasihat Ibu sering menerima berbagai saran yang saling bertentangan, baik dari keluarga, teman, maupun media sosial. Ada yang menyarankan pemberian susu formula lebih awal, ada yang melarang makanan tertentu, bahkan ada yang menyarankan berhenti menyusui bila bayi sering menangis. Tidak semua informasi tersebut benar. Gunakan sumber yang berbasis bukti dan jangan ragu berdiskusi dengan dokter atau konselor laktasi bila menemukan informasi yang membingungkan. Keputusan mengenai menyusui sebaiknya didasarkan pada kondisi ibu dan bayi, bukan pada mitos atau pengalaman orang lain.
  5. Persiapan Kembali Bekerja Kembali bekerja tidak berarti harus menghentikan pemberian ASI. Mulailah membuat persediaan ASI beberapa minggu sebelum bekerja dengan memerah ASI secara teratur setelah atau di antara waktu menyusui. Pelajari cara penyimpanan dan pemberian ASI perah yang benar, serta usahakan tetap memerah ASI setiap tiga hingga empat jam selama bekerja. Dengan pengosongan payudara yang rutin, produksi ASI umumnya dapat tetap dipertahankan.
  6. Jaga Kesehatan dan Kepercayaan Diri Produksi ASI dipengaruhi oleh kesehatan ibu secara keseluruhan. Tidur yang cukup, makan dengan gizi seimbang, minum sesuai rasa haus, serta mengurangi stres dapat membantu proses menyusui. Jangan menyalahkan diri sendiri ketika menghadapi hambatan karena hampir semua ibu pernah mengalami tantangan pada awal menyusui. Dukungan dari pasangan dan keluarga sangat membantu meningkatkan rasa percaya diri dan keberhasilan menyusui.
  7. Cari Bantuan Sebelum Masalah Bertambah Berat Apabila bayi sulit menyusu, berat badan tidak naik sesuai harapan, ibu mengalami nyeri hebat saat menyusui, atau muncul demam dan kemerahan pada payudara, segera berkonsultasi dengan dokter, bidan, atau konselor laktasi. Sebagian besar masalah menyusui dapat diatasi bila dikenali lebih awal. Pendampingan yang tepat dapat membantu ibu tetap memberikan ASI eksklusif dan membuat proses menyusui menjadi lebih nyaman bagi ibu maupun bayi.

Daftar Pustaka

  • Academy of Breastfeeding Medicine. Clinical Protocol #36: The Mastitis Spectrum, Revised 2022. Breastfeed Med. 2022;17(5):360-376.
  • American Academy of Pediatrics. Breastfeeding and the Use of Human Milk. Pediatrics. 2022;150(6):e2022057988.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *