Diagnosis Alergi Makanan pada Anak. Pendekatan Praktis dan Berbasis Bukti
Widodo Judarwanto, Audi Yudhasmara
Alergi makanan merupakan salah satu penyakit alergi yang paling sering dijumpai pada anak. Manifestasi klinis sangat bervariasi, mulai dari urtikaria akut, anafilaksis, dermatitis atopik, gangguan saluran cerna kronis, hingga gangguan pertumbuhan. Tidak ada satu pemeriksaan laboratorium yang dapat menegakkan diagnosis secara mandiri. Diagnosis harus ditegakkan melalui integrasi riwayat klinis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang yang sesuai, serta konfirmasi menggunakan Oral Food Challenge (OFC) bila diperlukan.
Pedoman EAACI, WAO, AAAAI, NIAID, dan AAP menegaskan bahwa diagnosis alergi makanan dimulai dari probabilitas klinis (pre-test probability). Pemeriksaan IgE spesifik atau Skin Prick Test (SPT) hanya digunakan untuk mengonfirmasi dugaan klinis, bukan sebagai alat skrining pada semua pasien. OFC tetap merupakan baku emas (gold standard) untuk memastikan hubungan sebab akibat antara makanan dan gejala klinis.
Algoritma Diagnosis Alergi Makanan
Pendekatan Diagnosis Berjenjang
| Tahap | Pertanyaan Klinis | Pemeriksaan | Keputusan |
|---|---|---|---|
| 1 | Apakah gejala berhubungan dengan makanan tertentu? | Anamnesis rinci | Tentukan probabilitas klinis |
| 2 | Apakah gejala sesuai mekanisme alergi? | Pemeriksaan fisik | Tentukan fenotipe alergi |
| 3 | Apakah dicurigai alergi IgE? | Skin Prick Test atau specific IgE | Menilai sensitisasi |
| 4 | Apakah hasil sesuai riwayat? | Korelasi klinis | Diagnosis sementara |
| 5 | Masih meragukan? | Oral Food Challenge | Diagnosis definitif |
Prinsip utama: Riwayat klinis → pemeriksaan penunjang → OFC bila diperlukan.
Manifestasi Klinis Berdasarkan Mekanisme Imun
Karakteristik Klinis
| Mekanisme | Awitan Gejala | Manifestasi Utama | Pemeriksaan |
|---|---|---|---|
| IgE mediated | Menit hingga 2 jam | Urtikaria, angioedema, muntah akut, bronkospasme, anafilaksis | SPT, specific IgE |
| Non-IgE mediated | Jam hingga beberapa hari | Diare kronis, konstipasi, FPIAP, FPIES, enteropati | Tidak ada biomarker spesifik |
| Mixed IgE/non-IgE | Bervariasi | Dermatitis atopik, eosinophilic esophagitis | SPT, IgE, endoskopi bila perlu |
Pemeriksaan Penunjang
Peran Pemeriksaan Diagnosis
| Pemeriksaan | Kapan Dilakukan | Kelebihan | Keterbatasan |
|---|---|---|---|
| Skin Prick Test | Dugaan alergi IgE | Sensitivitas tinggi | Tidak membedakan sensitisasi dan alergi klinis |
| Specific IgE | Bila SPT tidak tersedia atau tidak dapat dilakukan | Kuantitatif | False positive masih cukup tinggi |
| Component Resolved Diagnostics | Kasus kompleks | Stratifikasi risiko reaksi sistemik | Belum tersedia luas |
| Basophil Activation Test | Kasus tersier | Akurasi tinggi | Terbatas di pusat rujukan |
| Oral Food Challenge | Diagnosis belum pasti | Gold standard | Membutuhkan fasilitas lengkap |
Interpretasi Pemeriksaan IgE
Interpretasi Klinis
| Hasil | Makna | Tindakan |
|---|---|---|
| SPT (-), IgE (-), riwayat tidak mendukung | Alergi IgE sangat kecil kemungkinan | Cari diagnosis lain |
| SPT (+), IgE (+), tanpa gejala | Sensitisasi | Jangan eliminasi makanan |
| SPT (+), IgE (+), riwayat khas | Probabilitas tinggi | Eliminasi sementara, pertimbangkan OFC |
| SPT (-), IgE (-), gejala gastrointestinal kronis | Curiga alergi non-IgE | Eliminasi diagnostik dan OFC |
| IgE sangat tinggi tetapi tanpa riwayat | Belum cukup menegakkan diagnosis | Korelasikan dengan klinis |
Kapan Oral Food Challenge Diperlukan?
Indikasi OFC
| Kondisi | Tujuan |
|---|---|
| Riwayat tidak konsisten | Konfirmasi diagnosis |
| Hasil IgE atau SPT tidak sesuai gejala | Menentukan relevansi klinis |
| Eliminasi makanan jangka panjang | Evaluasi toleransi |
| Dugaan alergi non-IgE | Konfirmasi diagnosis |
| Menilai resolusi alergi | Reintroduksi makanan |
Diagnosis Banding
Penyakit yang Sering Menyerupai Alergi Makanan
| Diagnosis | Petunjuk Klinis | Pemeriksaan |
|---|---|---|
| Intoleransi laktosa | Kembung setelah susu, tanpa gejala imun | Uji napas hidrogen atau eliminasi |
| Penyakit celiac | Diare kronis, gagal tumbuh | Anti-tTG IgA |
| GERD | Regurgitasi kronis | Evaluasi klinis |
| Pediatric Feeding Disorder | Selektif makan, gangguan perilaku makan | Penilaian multidisiplin |
| IBS | Nyeri perut berulang | Diagnosis klinis |
| Infeksi saluran cerna | Diare akut, demam | Pemeriksaan feses |
| Penyakit inflamasi usus | Diare berdarah, berat badan turun | Endoskopi |
Pemeriksaan yang Tidak Direkomendasikan
Pemeriksaan dengan Bukti Ilmiah Rendah
| Pemeriksaan | Status |
|---|---|
| IgG makanan | Tidak direkomendasikan |
| IgG4 makanan | Tidak direkomendasikan |
| Hair analysis | Tidak direkomendasikan |
| Bioresonance | Tidak direkomendasikan |
| Vega test | Tidak direkomendasikan |
| Electrodermal test | Tidak direkomendasikan |
| Applied kinesiology | Tidak direkomendasikan |
Kesalahan Diagnosis yang Sering Terjadi
Pitfall Diagnosis
| Kesalahan | Dampak |
|---|---|
| Diagnosis hanya berdasarkan IgE | Overdiagnosis |
| Diagnosis hanya berdasarkan SPT | Eliminasi makanan yang tidak perlu |
| Tidak mempertimbangkan alergi non-IgE | Diagnosis terlewat |
| Tidak melakukan OFC saat indikasi ada | Diagnosis tetap tidak pasti |
| Eliminasi banyak makanan tanpa konfirmasi | Gangguan nutrisi dan pertumbuhan |
| Menggunakan IgG makanan | Diagnosis tidak akurat |
Pesan Praktis
- Riwayat klinis memiliki nilai diagnostik tertinggi dan menentukan probabilitas awal.
- Skin Prick Test dan specific IgE hanya mendeteksi sensitisasi, bukan alergi makanan yang terbukti secara klinis.
- Nilai prediktif hasil laboratorium bergantung pada kesesuaian dengan riwayat klinis.
- Hasil negatif SPT atau IgE tidak menyingkirkan alergi makanan non-IgE.
- Oral Food Challenge tetap menjadi standar emas untuk diagnosis, evaluasi resolusi alergi, dan penentuan makanan yang aman dikonsumsi kembali.
- Pemeriksaan IgG makanan, bioresonance, dan metode alternatif lain tidak direkomendasikan karena tidak memiliki validitas diagnostik.
- Tujuan utama diagnosis bukan hanya menemukan makanan penyebab, tetapi juga mencegah eliminasi yang tidak perlu, mempertahankan status gizi, dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Daftar Pustaka
- European Academy of Allergy and Clinical Immunology. Muraro A, de Silva D, et al. EAACI Guidelines on the Diagnosis of IgE-Mediated Food Allergy. Allergy. 2023.
- World Allergy Organization. Fiocchi A, Brożek J, et al. World Allergy Organization DRACMA Guideline Update. World Allergy Organization Journal. 2023.
- American Academy of Allergy Asthma & Immunology. Bird JA, Leonard S, Groetch M, et al. Conducting an Oral Food Challenge: An Update to the 2009 Adverse Reactions to Foods Committee Work Group Report. J Allergy Clin Immunol Pract. 2020;8(1):75-90.e17.







Leave a Reply