DOKTERPEDIATRI

Advancing Children's Health Through Science

Daftar Obat Demam Bayi, Balita, dan Anak Usia Sekolah

 

Daftar Obat Demam Bayi, Balita, dan Anak Usia Sekolah

Nama obat Golongan Indikasi Bayi Usia 1–5 tahun Anak usia sekolah Dosis pediatrik umum Frekuensi Sediaan Kontraindikasi/perhatian utama Efek samping penting Status Catatan keamanan
Parasetamol (asetaminofen) Analgesik-antipiretik Demam dan nyeri <3 bulan: hanya atas evaluasi dokter Dapat digunakan Dapat digunakan 10–15 mg/kg/dosis Setiap 4–6 jam bila diperlukan Drops, sirup/suspensi, tablet, suppositoria pada produk tertentu Penyakit hati berat, overdosis, penggunaan bersamaan dengan produk yang juga mengandung parasetamol Mual, ruam; hepatotoksisitas terutama pada overdosis Tergantung produk Pilihan utama untuk banyak anak. Jangan menggandakan dosis karena beberapa obat kombinasi mengandung parasetamol
Ibuprofen NSAID, analgesik-antipiretik Demam dan nyeri <6 bulan: jangan diberikan kecuali atas instruksi dokter Dapat digunakan bila sesuai kondisi Dapat digunakan 10 mg/kg/dosis Setiap 6–8 jam bila diperlukan Drops, sirup/suspensi, tablet Dehidrasi, gangguan ginjal, perdarahan/ulkus gastrointestinal, hipersensitivitas NSAID; hati-hati pada kondisi tertentu termasuk asma Nyeri lambung, mual, muntah, perdarahan GI, gangguan ginjal Tergantung produk Hindari ketika anak mengalami dehidrasi bermakna atau muntah/diare berat
Aspirin (asam asetilsalisilat) Salisilat/NSAID Bukan pilihan rutin untuk demam anak Tidak dianjurkan Tidak dianjurkan Tidak untuk terapi demam rutin Tidak digunakan sebagai antipiretik rutin anak — Tablet Risiko sindrom Reye, terutama berkaitan dengan infeksi virus Perdarahan, gangguan lambung, toksisitas salisilat Obat tertentu memerlukan resep Jangan menggunakan aspirin untuk demam atau infeksi virus pada anak kecuali terdapat indikasi spesialis yang sangat spesifik
Metamizol/dipiron Analgesik-antipiretik Nyeri dan demam tertentu Tidak untuk penggunaan mandiri Hanya berdasarkan indikasi dan dosis dokter Hanya berdasarkan indikasi dan dosis dokter Tidak dianjurkan digunakan sebagai pilihan rutin mandiri Berdasarkan resep Drops, tablet, injeksi, tergantung produk Hipersensitivitas, gangguan hematologi tertentu; perhatian khusus terhadap risiko agranulositosis Reaksi alergi berat, hipotensi, agranulositosis Bergantung produk dan sediaan Bukan pilihan pertama untuk demam anak tanpa evaluasi klinis
Naproksen NSAID Nyeri/inflamasi tertentu Tidak digunakan sebagai obat demam rutin Tidak sebagai pilihan rutin Penggunaan tergantung indikasi Tidak digunakan sebagai antipiretik rutin Berdasarkan indikasi Tablet/suspensi tertentu Gangguan ginjal, ulkus/perdarahan GI, dehidrasi, hipersensitivitas NSAID Gangguan GI, perdarahan, gangguan ginjal Tergantung produk Bukan pilihan standar untuk demam akut anak
  • Catatan: kolom “status” tidak dapat disamaratakan hanya berdasarkan nama zat aktif. Di Indonesia, status dan batas usia dapat berbeda menurut produk, kekuatan, bentuk sediaan, nomor izin edar, dan informasi produk BPOM. Contohnya, BPOM mencatat produk parasetamol anak dalam berbagai konsentrasi, termasuk drops 80 mg dan sirup 160 mg/5 mL atau produk lain dengan kekuatan berbeda. (Registrasi Obat)
  • Dosis yang paling praktis digunakan
  • Parasetamol
    • Dosis pediatrik yang lazim adalah:
    • 10–15 mg/kgBB per dosis setiap 4–6 jam bila diperlukan.
    • Contoh:
Berat badan Dosis 10 mg/kg Dosis 15 mg/kg
5 kg 50 mg 75 mg
7 kg 70 mg 105 mg
10 kg 100 mg 150 mg
12 kg 120 mg 180 mg
15 kg 150 mg 225 mg
20 kg 200 mg 300 mg
25 kg 250 mg 375 mg
30 kg 300 mg 450 mg
40 kg 400 mg 600 mg
  • AAP mencantumkan 10–15 mg/kg/dosis sebagai dosis oral yang lazim, dengan interval 4–6 jam. Risiko hepatotoksisitas terutama meningkat pada overdosis atau pemberian berulang melebihi dosis yang dianjurkan. (American Academy of Pediatrics)
  • Jangan menghitung dosis hanya berdasarkan “sendok obat”. Konsentrasi setiap produk harus diperiksa terlebih dahulu.
  • Misalnya:
    • 80 mg/0,8 mL
    • 120 mg/5 mL
    • 160 mg/5 mL
    • 250 mg/5 mL
  • semuanya menghasilkan volume pemberian yang berbeda meskipun dosis mg/kgBB sama.

Ibuprofen

  • Dosis yang umum digunakan:
  • 10 mg/kgBB per dosis setiap 6–8 jam bila diperlukan.
  • Contoh:
Berat badan Dosis ibuprofen 10 mg/kg
6 kg 60 mg
8 kg 80 mg
10 kg 100 mg
12 kg 120 mg
15 kg 150 mg
20 kg 200 mg
25 kg 250 mg
30 kg 300 mg
40 kg 400 mg
  • AAP menyatakan ibuprofen umumnya digunakan pada anak ≥6 bulan, dengan interval 6–8 jam bila diperlukan. (HealthyChildren.org)
  • Ibuprofen sebaiknya dihindari pada anak yang mengalami dehidrasi, karena NSAID dapat memperburuk gangguan perfusi ginjal pada keadaan tersebut. (American Academy of Pediatrics)

Penggolongan berdasarkan usia

Usia Parasetamol Ibuprofen Aspirin Metamizol
<3 bulan Demam ≥38°C memerlukan evaluasi medis, bukan sekadar pemberian obat di rumah Tidak untuk penggunaan mandiri Jangan Jangan digunakan mandiri
3–<6 bulan Dapat digunakan sesuai penilaian dan dosis yang tepat Umumnya belum digunakan Jangan Tidak untuk penggunaan mandiri
6–11 bulan Dapat digunakan Dapat digunakan bila tidak ada kontraindikasi Jangan Bukan pilihan rutin
1–<5 tahun Pilihan utama Alternatif yang sesuai Jangan Bukan pilihan rutin
5–12 tahun Pilihan utama Alternatif Jangan untuk demam rutin Bukan pilihan rutin
≥12 tahun Dapat digunakan Dapat digunakan Tetap bukan pilihan rutin untuk demam Berdasarkan indikasi dokter

Bayi dengan demam adalah kelompok khusus

  • Bayi berusia <3 bulan dengan suhu ≥38°C tidak sebaiknya hanya diberikan parasetamol kemudian dipantau di rumah. Demam pada usia ini memerlukan penilaian klinis karena risiko infeksi serius lebih tinggi.
  • Ini merupakan perbedaan penting antara “obat demam” dan “penanganan bayi demam”.
  • Apakah parasetamol dan ibuprofen boleh diberikan bersamaan?
  • Tidak dianjurkan sebagai kebiasaan rutin.
  • Memang kombinasi atau pergantian kedua obat dapat menghasilkan penurunan suhu yang lebih besar dalam beberapa penelitian, tetapi regimen tersebut meningkatkan kompleksitas dan risiko salah dosis atau pemberian terlalu sering. AAP menekankan bahwa tujuan utama terapi adalah kenyamanan anak, bukan sekadar mengejar angka suhu normal. (American Academy of Pediatrics)
  • Karena itu, pendekatan praktis adalah:
    • Pilih satu obat → hitung berdasarkan BB → gunakan interval yang benar → evaluasi respons dan kondisi anak.
    • Jangan menggunakan beberapa produk sekaligus tanpa memeriksa zat aktifnya, karena obat batuk-pilek atau obat kombinasi tertentu dapat mengandung parasetamol sehingga terjadi double dosing. (American Academy of Pediatrics)

Yang sering keliru dalam pemberian obat demam anak

Kesalahan Masalah
Dosis berdasarkan usia saja Berat badan anak sangat bervariasi
Menggunakan sendok makan rumah Volume tidak akurat
Tidak memeriksa konsentrasi sirup 80 mg, 160 mg/5 mL dan 250 mg/5 mL menghasilkan volume berbeda
Memberikan parasetamol terlalu sering Risiko toksisitas hati
Memberikan dua obat dengan zat aktif sama Risiko overdosis
Memberikan ibuprofen saat anak dehidrasi Risiko gangguan ginjal
Memberikan aspirin untuk demam Risiko sindrom Reye
Mengganti-ganti parasetamol dan ibuprofen tanpa jadwal jelas Risiko kesalahan dosis
Mengejar suhu 36–37°C Tidak selalu diperlukan
Mengabaikan kondisi umum anak Suhu tidak selalu mencerminkan berat-ringannya penyakit

AAP juga menekankan bahwa berat badan lebih baik digunakan untuk menentukan dosis daripada hanya usia, serta penggunaan alat ukur seperti oral syringe untuk sediaan cair. (American Academy of Pediatrics)

Pesan kunci

  • Untuk demam anak, pilihan farmakologis utama pada umumnya hanya dua, yaitu parasetamol dan ibuprofen dengan batas usia serta kontraindikasi masing-masing. Aspirin bukan obat demam rutin anak. Metamizol dan NSAID lain bukan pilihan untuk penggunaan mandiri rutin.
  • Yang lebih penting daripada “berapa tinggi demamnya” adalah bagaimana keadaan anak: kesadaran, kemampuan minum, napas, hidrasi, aktivitas, munculnya ruam, kejang, nyeri hebat, dan tanda infeksi serius.
  • Untuk artikel edukasi publik, saya menyarankan tidak memasukkan merek dagang sebagai pilihan utama, tetapi menggunakan nama zat aktif + konsentrasi + perhitungan mg/kgBB, karena produk parasetamol di Indonesia memang tersedia dalam berbagai konsentrasi. Data registrasi BPOM menunjukkan hal tersebut. 

Referensi utama:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *