Mitos: Luka Bakar Harus Dioles Pasta Gigi atau Mentega
Pertanyaan
“Anak saya tidak sengaja terkena air panas dan kulitnya menjadi merah. Keluarga menyarankan mengoleskan pasta gigi, mentega, minyak kelapa, kecap, atau kopi agar luka cepat sembuh dan tidak melepuh. Apakah cara tersebut benar? Apa pertolongan pertama yang tepat menurut penelitian ilmiah, kapan harus dibawa ke dokter atau IGD, dan bagaimana perawatan luka bakar di rumah?”
Jawaban
Luka bakar merupakan cedera pada kulit dan jaringan di bawahnya akibat paparan panas, cairan panas, api, listrik, bahan kimia, atau radiasi. Kerusakan jaringan tidak langsung berhenti ketika sumber panas dihilangkan. Panas yang masih tersimpan di dalam kulit dapat terus merusak jaringan selama beberapa menit setelah kejadian. Oleh karena itu, tujuan pertolongan pertama adalah menghentikan proses kerusakan jaringan secepat mungkin. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pendinginan luka dengan air mengalir bersuhu normal selama sekitar 20 menit merupakan tindakan paling efektif untuk mengurangi kedalaman luka bakar, menurunkan nyeri, mengurangi pembengkakan, dan mempercepat penyembuhan.
Pasta gigi, mentega, minyak, kopi, kecap, putih telur, bedak, atau bahan tradisional lainnya tidak boleh dioleskan pada luka bakar. Bahan-bahan tersebut tidak mampu menghentikan proses kerusakan jaringan, bahkan dapat mempertahankan panas di permukaan kulit, meningkatkan risiko infeksi, mengganggu penilaian luka oleh tenaga kesehatan, serta memperlambat penyembuhan. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahan tradisional pada luka bakar berhubungan dengan peningkatan angka infeksi, perlambatan penyembuhan, dan kebutuhan tindakan bedah pada luka yang lebih berat. Oleh karena itu, berbagai pedoman dari World Health Organization, American Burn Association, dan International Society for Burn Injuries tidak merekomendasikan penggunaan bahan tersebut.
Pertolongan pertama yang benar dimulai dengan menjauhkan anak dari sumber panas dan memastikan lokasi kejadian aman. Lepaskan pakaian, popok, sepatu, jam tangan, cincin, atau benda lain yang berada di sekitar luka bila dapat dilepas dengan mudah. Setelah itu, siram area yang terbakar menggunakan air mengalir bersuhu normal selama sekitar 20 menit. Jangan menggunakan air es karena suhu yang terlalu dingin dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah, memperburuk kerusakan jaringan, serta meningkatkan risiko hipotermia, terutama pada bayi dan anak kecil. Setelah pendinginan selesai, luka dapat ditutup menggunakan kasa steril atau kain bersih yang tidak berbulu sebelum dibawa ke fasilitas kesehatan bila diperlukan.
Sebagai contoh, seorang balita berusia dua tahun terkena tumpahan air panas pada lengan selama beberapa detik. Kulit tampak merah dan terasa nyeri tanpa lepuh yang luas. Orang tua segera menyiram luka dengan air mengalir selama 20 menit dan tidak mengoleskan pasta gigi maupun minyak. Setelah diperiksa dokter, luka hanya berupa luka bakar derajat ringan dan sembuh dalam waktu sekitar satu minggu tanpa komplikasi. Sebaliknya, pada kasus lain yang langsung diolesi pasta gigi atau mentega, dokter sering harus membersihkan sisa bahan yang menempel sebelum dapat menilai kedalaman luka, sehingga penanganan menjadi lebih sulit dan risiko infeksi meningkat.
Sebagian luka bakar ringan dapat dirawat di rumah setelah diperiksa tenaga kesehatan. Namun, anak harus segera dibawa ke dokter atau IGD bila luka bakar mengenai wajah, mata, tangan, kaki, alat kelamin, atau sendi besar, luas luka melebihi ukuran telapak tangan anak, muncul lepuh yang luas, kulit tampak putih, cokelat, atau hitam, terjadi akibat listrik atau bahan kimia, disertai kesulitan bernapas karena menghirup asap, atau terjadi pada bayi dan anak usia kecil. Luka bakar yang tampak kecil di permukaan belum tentu ringan karena kerusakan jaringan dapat terjadi lebih dalam.
Setelah pertolongan pertama, luka harus dijaga tetap bersih dan kering sesuai petunjuk dokter. Orang tua tidak boleh memecahkan lepuh karena lepuh berfungsi sebagai pelindung alami terhadap infeksi. Bila anak tampak nyeri, obat pereda nyeri dapat diberikan sesuai anjuran dokter. Selama masa penyembuhan, perhatikan tanda infeksi seperti kemerahan yang semakin luas, bengkak, keluar nanah, bau tidak sedap, atau demam. Penanganan yang cepat dan tepat dalam beberapa menit pertama setelah luka bakar merupakan faktor yang sangat menentukan keberhasilan penyembuhan dan dapat mengurangi risiko jaringan parut maupun komplikasi jangka panjang.









Leave a Reply