Hari Hepatitis Sedunia 2026. Saatnya Hapus Hambatan Menuju Eliminasi Hepatitis pada Anak dan Remaja
Widodo Judarwanto, Audi Yudhasmara
Hepatitis virus masih menjadi salah satu penyebab utama penyakit hati kronis dan kematian akibat penyakit infeksi di dunia. Meskipun sebagian besar kasus dapat dicegah melalui imunisasi, skrining ibu hamil, serta tata laksana yang tepat, jutaan anak dan remaja masih berisiko mengalami infeksi, terutama hepatitis B yang ditularkan dari ibu ke bayi saat persalinan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan sekitar 254 juta orang hidup dengan infeksi hepatitis B kronis dan sekitar 50 juta orang dengan hepatitis C kronis di seluruh dunia. Setiap tahun terjadi sekitar 1,3 juta kematian akibat komplikasi hepatitis virus, terutama sirosis dan karsinoma hepatoseluler. Pada anak, sebagian besar infeksi hepatitis B kronis berasal dari penularan pada masa bayi. Risiko kronis mencapai 80 sampai 90 persen bila infeksi terjadi pada tahun pertama kehidupan, tetapi menurun menjadi kurang dari 5 persen bila infeksi terjadi pada usia dewasa. Oleh karena itu, WHO dan American Academy of Pediatrics (AAP) menempatkan imunisasi hepatitis B dosis lahir, skrining ibu hamil, serta deteksi dini sebagai strategi utama eliminasi hepatitis pada tahun 2030.
Mengapa Hepatitis Penting pada Anak dan Remaja?
Sebagian besar anak dengan hepatitis kronis tampak sehat. Mereka tetap aktif, tidak demam, dan tidak mengeluh sakit. Karena hampir tidak bergejala, infeksi sering baru diketahui bertahun-tahun kemudian ketika telah terjadi kerusakan hati.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa sekitar 90 persen bayi yang terinfeksi hepatitis B saat lahir akan berkembang menjadi infeksi kronis. Sebaliknya, bila infeksi terjadi pada usia dewasa, hanya sekitar 5 persen yang menjadi kronis. Fakta ini menjadikan pencegahan pada masa bayi jauh lebih penting dibandingkan pengobatan ketika anak telah besar.
Tabel 1. Mengapa Hepatitis pada Anak Perlu Diwaspadai?
| Fakta | Keterangan |
|---|---|
| Sebagian besar tidak bergejala | Anak tampak sehat meskipun sudah terinfeksi |
| Risiko kronis tertinggi | Terjadi bila infeksi saat bayi |
| Dapat berlangsung puluhan tahun | Tanpa keluhan sampai dewasa |
| Komplikasi jangka panjang | Sirosis dan kanker hati |
| Dapat dicegah | Imunisasi hepatitis B sangat efektif |
Jenis Hepatitis yang Penting pada Anak
Tidak semua virus hepatitis memiliki karakteristik yang sama. Hepatitis A dan E umumnya menyebabkan infeksi akut yang sembuh sendiri, sedangkan hepatitis B, C, dan D dapat berkembang menjadi penyakit kronis.
Tabel 2. Perbedaan Hepatitis Virus pada Anak
| Jenis | Cara Penularan | Menjadi Kronis | Pencegahan | Terapi |
|---|---|---|---|---|
| Hepatitis A | Makanan dan minuman tercemar | Sangat jarang | Vaksin, sanitasi | Suportif |
| Hepatitis B | Ibu ke bayi, darah, cairan tubuh | Sangat sering pada bayi | Vaksin hepatitis B | Antivirus sesuai indikasi |
| Hepatitis C | Darah | Ya | Belum ada vaksin | Direct Acting Antiviral (DAA) |
| Hepatitis D | Bersama hepatitis B | Ya | Vaksin hepatitis B | Terapi khusus |
| Hepatitis E | Air dan makanan tercemar | Jarang | Sanitasi | Suportif |
Data dan Fakta Hepatitis Dunia
WHO melaporkan bahwa hepatitis virus masih menjadi penyebab kematian yang setara dengan tuberkulosis dan melebihi HIV di banyak negara.
Tabel 3. Data Global Hepatitis
| Indikator | Data WHO |
|---|---|
| Hepatitis B kronis | ±254 juta orang |
| Hepatitis C kronis | ±50 juta orang |
| Infeksi hepatitis B baru setiap tahun | ±1,2 juta kasus |
| Infeksi hepatitis C baru setiap tahun | ±1 juta kasus |
| Kematian akibat hepatitis | ±1,3 juta per tahun |
| Penyebab utama kematian | Sirosis dan kanker hati |
| Target eliminasi WHO | Tahun 2030 |
Risiko Menjadi Hepatitis Kronis Berdasarkan Usia
Semakin muda usia saat terinfeksi hepatitis B, semakin tinggi kemungkinan infeksi menetap seumur hidup.
Tabel 4. Risiko Hepatitis B Menjadi Kronis
| Usia Saat Terinfeksi | Risiko Menjadi Kronis |
|---|---|
| Bayi baru lahir | 80–90% |
| Anak usia <5 tahun | 20–50% |
| Anak besar dan remaja | 5–10% |
| Dewasa | <5% |
Bagaimana Anak Dapat Tertular?
Pada anak, penularan paling sering terjadi dari ibu yang terinfeksi hepatitis B kepada bayinya saat proses persalinan.
Tabel 5. Cara Penularan Hepatitis pada Anak
| Cara Penularan | Hepatitis |
|---|---|
| Penularan ibu ke bayi | Hepatitis B |
| Transfusi darah yang tidak aman | Hepatitis B dan C |
| Jarum suntik bersama | Hepatitis B dan C |
| Alat tindik atau tato tidak steril | Hepatitis B dan C |
| Makanan dan air tercemar | Hepatitis A dan E |
| Kontak erat dalam keluarga | Hepatitis A |
Gejala Hepatitis pada Anak
Sebagian besar anak tidak memiliki keluhan. Bila gejala muncul, biasanya tidak spesifik sehingga mudah disangka infeksi virus biasa.
Tabel 6. Gejala Hepatitis pada Anak
| Gejala Awal | Gejala Lanjut |
|---|---|
| Demam ringan | Mata kuning |
| Mudah lelah | Kulit kuning |
| Nafsu makan menurun | Perut membesar |
| Mual | Urine gelap |
| Nyeri perut kanan atas | Tinja pucat |
| Muntah | Pembengkakan tungkai |
Siapa yang Perlu Diperiksa?
AAP dan WHO merekomendasikan pemeriksaan pada kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi.
Tabel 7. Anak yang Perlu Skrining Hepatitis
| Kelompok | Alasan |
|---|---|
| Bayi dari ibu HBsAg positif | Risiko penularan sangat tinggi |
| Anak yang belum mendapat imunisasi lengkap | Rentan terinfeksi |
| Anak dengan transfusi berulang | Pajanan darah |
| Anak hemodialisis | Risiko infeksi lebih tinggi |
| Anak dengan penyakit hati kronis | Evaluasi penyebab |
| Remaja dengan perilaku berisiko | Risiko hepatitis B dan C |
Pencegahan Hepatitis pada Anak
Imunisasi merupakan strategi paling efektif dalam mencegah hepatitis B.
Tabel 8. Pencegahan Hepatitis Menurut WHO dan AAP
| Upaya | Rekomendasi |
|---|---|
| Vaksin hepatitis B dosis lahir | Dalam ≤24 jam setelah lahir |
| Imunisasi hepatitis B lengkap | Sesuai jadwal nasional |
| Skrining hepatitis B ibu hamil | Pada setiap kehamilan |
| HBIG pada bayi dari ibu HBsAg positif | Bersama vaksin dosis lahir |
| Sanitasi makanan | Pencegahan hepatitis A dan E |
| Cuci tangan | Mengurangi penularan fekal-oral |
| Edukasi remaja | Mengurangi perilaku berisiko |
Tata Laksana Hepatitis pada Anak
Tidak semua anak memerlukan obat antivirus. Penatalaksanaan bergantung pada jenis virus, usia, aktivitas penyakit, dan derajat kerusakan hati.
Tabel 9. Penatalaksanaan Hepatitis pada Anak
| Jenis | Tata Laksana |
|---|---|
| Hepatitis A | Cairan, nutrisi, istirahat |
| Hepatitis B akut | Suportif |
| Hepatitis B kronis | Monitoring fungsi hati, HBV DNA, antivirus sesuai indikasi |
| Hepatitis C | Direct Acting Antiviral sesuai usia |
| Hepatitis D | Terapi khusus di pusat rujukan |
Target Eliminasi Hepatitis Tahun 2030
WHO menargetkan hepatitis tidak lagi menjadi ancaman kesehatan masyarakat melalui peningkatan cakupan imunisasi, skrining, dan pengobatan.
Tabel 10. Target Global Eliminasi Hepatitis WHO
| Target | Sasaran 2030 |
|---|---|
| Penurunan infeksi baru | 90% |
| Penurunan kematian | 65% |
| Bayi mendapat vaksin hepatitis B dosis lahir | ≥90% |
| Skrining ibu hamil | Mendekati 100% |
| Pasien hepatitis yang terdiagnosis | ≥90% |
| Pasien yang mendapat terapi | ≥80% |
Kesimpulan
Pada anak dan remaja, hepatitis B merupakan masalah yang paling penting karena sebagian besar infeksi kronis berasal dari penularan pada masa bayi. Risiko menjadi hepatitis kronis sangat tinggi bila infeksi terjadi sejak lahir, sehingga imunisasi hepatitis B dosis lahir, skrining ibu hamil, dan pemberian imunoglobulin pada bayi berisiko menjadi strategi yang paling efektif. WHO dan AAP menekankan bahwa eliminasi hepatitis tidak hanya bergantung pada tersedianya vaksin dan obat, tetapi juga pada deteksi dini, akses layanan kesehatan, edukasi masyarakat, dan cakupan imunisasi yang tinggi. Dengan penerapan strategi tersebut secara konsisten, sebagian besar kasus hepatitis kronis pada anak sebenarnya dapat dicegah.












Leave a Reply