Analisis Laboratorium Hepatitis A pada Anak
Widodo Judarwanto, Audi Yudhasmara
Pada sebagian besar anak, hepatitis A bersifat ringan bahkan sering tidak menimbulkan gejala. Meskipun demikian, pemeriksaan laboratorium tetap diperlukan untuk memastikan diagnosis, menilai derajat kerusakan hati, mengevaluasi fungsi hati, serta mendeteksi komplikasi. Pemeriksaan yang paling penting adalah IgM anti-HAV sebagai penanda infeksi akut. Pemeriksaan fungsi hati seperti ALT, AST, bilirubin, albumin, serta PT/INR membantu menentukan tingkat keparahan penyakit dan kebutuhan perawatan.
Berbeda dengan hepatitis B atau hepatitis C, hepatitis A tidak menyebabkan infeksi kronis. Sebagian besar anak akan sembuh sempurna dalam beberapa minggu hingga beberapa bulan. Oleh karena itu, pemeriksaan laboratorium lebih difokuskan untuk memastikan diagnosis dan memantau proses penyembuhan.
Tabel 1. Pemeriksaan Laboratorium Hepatitis A pada Anak
| Pemeriksaan | Nilai Normal* | Hasil pada Hepatitis A Akut | Interpretasi Klinis |
|---|---|---|---|
| IgM anti-HAV | Negatif | Positif | Penanda infeksi hepatitis A akut, pemeriksaan konfirmasi utama |
| IgG anti-HAV | Negatif | Positif setelah sembuh atau setelah imunisasi | Menunjukkan kekebalan terhadap HAV |
| ALT (SGPT) | <40 U/L | Meningkat 10 sampai >100 kali nilai normal, sering >1.000 U/L | Pemeriksaan paling sensitif untuk kerusakan hepatosit |
| AST (SGOT) | <40 U/L | Meningkat, biasanya lebih rendah daripada ALT | Menunjukkan cedera sel hati |
| Bilirubin total | 0,2 sampai 1,2 mg/dL | Normal atau meningkat | Meningkat bila terjadi ikterus |
| Bilirubin direk | <0,3 mg/dL | Dapat meningkat | Menunjukkan gangguan ekskresi empedu |
| Alkali fosfatase (ALP) | Sesuai usia | Normal atau sedikit meningkat | Interpretasi harus disesuaikan dengan usia karena pertumbuhan tulang meningkatkan ALP fisiologis |
| Gamma-glutamyl transferase (GGT) | Sesuai usia | Normal atau sedikit meningkat | Membantu menilai kolestasis |
| Albumin | 3,5 sampai 5,0 g/dL | Umumnya normal | Menurun pada hepatitis berat atau gagal hati |
| Protein total | 6,0 sampai 8,0 g/dL | Biasanya normal | Menilai fungsi sintesis hati |
| PT | 11 sampai 13,5 detik | Memanjang pada kasus berat | Penanda gangguan sintesis faktor pembekuan |
| INR | 0,8 sampai 1,2 | >1,5 menunjukkan gangguan fungsi hati bermakna | Penanda penting gagal hati akut |
| Glukosa darah | Sesuai usia | Dapat menurun pada hepatitis berat | Hipoglikemia merupakan tanda gagal hati |
| Amonia | 15 sampai 45 µg/dL | Meningkat pada ensefalopati hepatik | Menilai komplikasi neurologis akibat gagal hati |
| Darah lengkap | Sesuai usia | Leukosit normal atau sedikit menurun | Membantu diagnosis banding infeksi lain |
| CRP | <5 mg/L | Normal atau sedikit meningkat | Umumnya tidak tinggi seperti pada infeksi bakteri |
*Kisaran nilai rujukan dapat berbeda antar laboratorium dan kelompok usia.
Tabel 2. Interpretasi Serologi Hepatitis A pada Anak
| IgM anti-HAV | IgG anti-HAV | Interpretasi |
|---|---|---|
| Negatif | Negatif | Belum pernah terinfeksi dan belum memiliki kekebalan |
| Positif | Negatif | Infeksi hepatitis A akut fase awal |
| Positif | Positif | Infeksi akut dalam fase penyembuhan |
| Negatif | Positif | Pernah terinfeksi atau telah mendapat imunisasi hepatitis A, telah memiliki kekebalan |
Tabel 3. Interpretasi Derajat Kelainan Fungsi Hati
| Parameter | Ringan | Sedang | Berat |
|---|---|---|---|
| ALT | <5 kali nilai normal | 5 sampai 10 kali nilai normal | >10 kali nilai normal, sering >1.000 U/L |
| AST | <5 kali nilai normal | 5 sampai 10 kali nilai normal | >10 kali nilai normal |
| Bilirubin total | <3 mg/dL | 3 sampai 10 mg/dL | >10 mg/dL |
| PT | Normal | Sedikit memanjang | Memanjang nyata |
| INR | <1,2 | 1,2 sampai 1,5 | >1,5, curiga gagal hati akut |
| Albumin | Normal | Sedikit menurun | Menurun nyata |
Tabel 4. Pemeriksaan Tambahan pada Hepatitis A Anak
| Pemeriksaan | Indikasi | Tujuan |
|---|---|---|
| USG hati | Hati membesar, nyeri hebat, ikterus berkepanjangan | Menilai ukuran hati dan menyingkirkan kelainan saluran empedu |
| HBsAg dan IgM anti-HBc | Hepatitis akut yang belum jelas penyebabnya | Menyingkirkan hepatitis B |
| Anti-HCV | Faktor risiko atau hepatitis berkepanjangan | Menyingkirkan hepatitis C |
| ANA, ASMA | Peningkatan enzim hati menetap | Menyingkirkan hepatitis autoimun |
| Ceruloplasmin | Hepatitis berat pada anak lebih besar | Menyingkirkan penyakit Wilson |
| Fungsi ginjal dan elektrolit | Dehidrasi atau hepatitis berat | Menilai komplikasi sistemik |
Tabel 5. Indikator Rawat Inap dan Rujukan pada Anak dengan Hepatitis A
| Temuan | Makna Klinis | Tindakan |
|---|---|---|
| Muntah berulang | Risiko dehidrasi | Rawat inap bila tidak mampu minum |
| Ikterus berat | Gangguan fungsi hati | Evaluasi laboratorium lengkap |
| INR >1,5 | Gangguan sintesis hati | Rujuk ke rumah sakit rujukan |
| Penurunan kesadaran | Ensefalopati hepatik | Perawatan intensif segera |
| Hipoglikemia | Gagal fungsi hati | Koreksi segera dan observasi ketat |
| Perdarahan spontan | Gangguan pembekuan | Penanganan di rumah sakit |
| ALT dan AST sangat tinggi disertai INR memanjang | Risiko gagal hati akut | Konsultasi ke dokter spesialis anak konsultan gastrohepatologi |
Poin Penting
- IgM anti-HAV merupakan pemeriksaan baku emas untuk menegakkan diagnosis hepatitis A akut pada anak.
- ALT biasanya meningkat lebih tinggi dibandingkan AST dan menjadi penanda paling sensitif kerusakan sel hati.
- Tingginya nilai ALT tidak selalu menunjukkan penyakit lebih berat. Penilaian keparahan lebih ditentukan oleh PT, INR, albumin, kadar glukosa, dan kondisi klinis anak.
- Sebagian besar anak sembuh sempurna tanpa kerusakan hati permanen.
- Hepatitis A tidak berkembang menjadi hepatitis kronis sehingga pemeriksaan viral load tidak diperlukan.







Leave a Reply