DOKTERPEDIATRI

"Smart Parent Circle – Pediatric Health Support"

Interpretasi Hasil Laboratorium Demam Dengue (DD) dan Demam Berdarah Dengue (DBD) pada Anak dan Remaja

Interpretasi Hasil Laboratorium Demam Dengue (DD) dan Demam Berdarah Dengue (DBD) pada Anak dan Remaja

Widodo Judarwanto, Sandiaz Yudhasmara

Demam dengue merupakan salah satu penyebab tersering anak dan remaja dirawat di rumah sakit di Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Sebagian besar anak mengalami demam dengue tanpa komplikasi, tetapi sebagian dapat berkembang menjadi demam berdarah dengue (DBD) yang disertai kebocoran plasma, perdarahan, syok, bahkan kematian bila terlambat ditangani.

Pemeriksaan laboratorium tidak hanya bertujuan memastikan diagnosis, tetapi juga menentukan fase penyakit, menilai risiko perburukan, dan memantau respons terapi. Yang terpenting bukan hanya satu hasil laboratorium, tetapi perubahan hasil dari hari ke hari sesuai perjalanan penyakit.

Pemeriksaan Laboratorium yang Direkomendasikan

Pemeriksaan Kapan Dilakukan Tujuan Makna Klinis
Darah lengkap (Hb, Ht, leukosit, trombosit) Sejak awal demam dan diulang sesuai kondisi Menilai fase penyakit Pemeriksaan utama pada dengue
NS1 Antigen Hari 1 sampai 5 demam Diagnosis dini Positif menunjukkan infeksi akut
IgM anti-dengue Mulai hari ke-5 Konfirmasi infeksi primer Positif pada fase akut lanjut
IgG anti-dengue Hari ke-5 dan seterusnya Menentukan infeksi sekunder Kadar tinggi sejak awal meningkatkan risiko DBD
AST dan ALT Bila dicurigai keterlibatan hati Menilai kerusakan hati AST biasanya lebih tinggi daripada ALT
Albumin Hari ke-4 sampai ke-7 atau bila berat Menilai kebocoran plasma Albumin rendah menunjukkan plasma keluar dari pembuluh darah
Elektrolit Kasus sedang hingga berat Menilai keseimbangan cairan Membantu terapi cairan
Ureum dan kreatinin Kasus berat atau syok Menilai fungsi ginjal Dapat meningkat pada syok

Interpretasi Darah Lengkap pada Dengue Anak

Parameter Nilai Normal* Demam Dengue DBD Interpretasi
Hemoglobin Sesuai usia Normal atau sedikit meningkat Meningkat Hemokonsentrasi akibat kebocoran plasma
Hematokrit Sesuai usia Normal atau naik ringan Naik ≥20% dari nilai dasar Salah satu tanda utama kebocoran plasma
Leukosit 4.000 sampai 11.000/µL Menurun Menurun lebih nyata Supresi sumsum tulang oleh virus
Neutrofil Sesuai usia Menurun Menurun Umum pada fase awal
Limfosit Sesuai usia Relatif meningkat Relatif meningkat Pemulihan sistem imun
Trombosit 150.000 sampai 450.000/µL 100.000 sampai 150.000/µL <100.000/µL Penurunan cepat meningkatkan risiko komplikasi

*Nilai normal disesuaikan dengan usia anak.


Perubahan Laboratorium Berdasarkan Hari Demam

Hari Demam Leukosit Trombosit Hematokrit Fase Penyakit
Hari 1 sampai 2 Normal atau mulai turun Normal Normal Fase demam
Hari 3 Menurun Mulai turun Normal Awal fase kritis
Hari 4 sampai 6 Rendah Turun cepat Meningkat Fase kritis
Hari 7 sampai 10 Membaik Mulai naik Kembali normal Fase penyembuhan

Catatan penting: Penurunan trombosit yang disertai kenaikan hematokrit lebih bermakna dibandingkan trombosit rendah saja.


Interpretasi NS1, IgM, dan IgG Dengue

Pemeriksaan Hari Positif Hasil Positif Interpretasi
NS1 Antigen 1 sampai 5 Ya Infeksi dengue akut
IgM anti-dengue ≥5 Ya Infeksi primer atau fase akut
IgG anti-dengue ≥5 Rendah Infeksi lama atau akhir infeksi primer
IgG tinggi sejak awal Hari 1 sampai 3 Ya Mengarah ke infeksi sekunder dan risiko DBD lebih tinggi

Interpretasi Fungsi Hati

Pemeriksaan Hasil Interpretasi
AST meningkat ringan <2 kali normal Umum pada dengue
AST meningkat 2 sampai 10 kali Sedang Menunjukkan keterlibatan hati
ALT meningkat Ringan sampai sedang Cedera hepatosit
AST lebih tinggi daripada ALT Sangat sering Pola khas infeksi dengue
Albumin <3,5 g/dL Rendah Kebocoran plasma

Perbedaan Demam Dengue dan DBD

Parameter Demam Dengue DBD
Demam Ada Ada
Perdarahan Tidak ada atau ringan Sering ada
Trombosit Biasanya >100.000/µL <100.000/µL
Hematokrit Normal Naik ≥20%
Kebocoran plasma Tidak ada Ada
Albumin Normal Menurun
Syok Tidak ada Dapat terjadi
Perawatan Rawat jalan atau observasi Umumnya rawat inap

Tanda Bahaya Berdasarkan Hasil Laboratorium

Hasil Laboratorium Makna Tindakan
Trombosit turun cepat dalam 24 jam Risiko fase kritis Evaluasi ulang segera
Hematokrit naik ≥20% Kebocoran plasma Pertimbangkan rawat inap
Trombosit <50.000/µL Risiko perdarahan tinggi Pemantauan ketat
Albumin rendah Kebocoran plasma Evaluasi cairan
AST atau ALT >10 kali normal Cedera hati berat Perawatan rumah sakit
Kreatinin meningkat Gangguan ginjal Evaluasi segera

Contoh Interpretasi Hasil Laboratorium

Hasil Pemeriksaan Interpretasi Kesimpulan
NS1 positif, trombosit 145.000/µL, Ht normal Dengue fase awal Observasi dan kontrol ulang
NS1 positif, trombosit 90.000/µL, Ht naik 22% DBD fase kritis Rawat inap
IgM positif, trombosit mulai naik, Ht normal Fase penyembuhan Risiko menurun
IgG tinggi sejak awal, trombosit turun cepat Infeksi sekunder Risiko DBD lebih tinggi

Kesalahan Interpretasi yang Sering Terjadi

Kesalahan Penjelasan yang Benar
Trombosit rendah pasti DBD Tidak. Diagnosis DBD memerlukan bukti kebocoran plasma.
Trombosit normal berarti bukan dengue Pada hari pertama hingga kedua trombosit dapat masih normal.
NS1 negatif berarti tidak dengue Bila pemeriksaan terlambat, NS1 dapat menjadi negatif.
Trombosit rendah harus segera ditransfusi Transfusi trombosit tidak diberikan hanya berdasarkan angka trombosit tanpa perdarahan berat atau indikasi khusus.
Hematokrit normal berarti aman Nilai harus dibandingkan dengan hasil sebelumnya dan kondisi hidrasi pasien.

Poin Penting

  • Pemeriksaan darah lengkap merupakan pemeriksaan utama pada semua anak yang dicurigai dengue.
  • Hematokrit yang meningkat dan trombosit yang menurun cepat merupakan kombinasi paling penting untuk mengenali DBD.
  • Nilai laboratorium harus dinilai secara serial, bukan hanya berdasarkan satu kali pemeriksaan.
  • NS1 paling bermanfaat pada 5 hari pertama demam, sedangkan IgM dan IgG lebih bermanfaat setelah hari kelima.
  • Keputusan rawat inap atau rawat jalan tidak hanya berdasarkan trombosit, tetapi juga kondisi klinis, tanda bahaya, hematokrit, dan adanya kebocoran plasma.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *