DOKTERPEDIATRI

Advancing Children's Health Through Science

Dua Puluh Obat yang Paling Sering Digunakan pada Anak, Golongan, Mekanisme Kerja, Indikasi, Kelompok Usia, dan Hal Penting dalam Penggunaan

Dua Puluh Obat yang Paling Sering Digunakan pada Anak, Golongan, Mekanisme Kerja, Indikasi, Kelompok Usia, dan Hal Penting dalam Penggunaan

No Nama Generik Golongan Farmakologi Mekanisme Kerja Indikasi Utama pada Anak Kelompok Usia Umum Rute Pemberian Hal Penting dalam Penggunaan
1 Parasetamol Analgesik, antipiretik Menghambat sintesis prostaglandin di sistem saraf pusat sehingga menurunkan demam dan nyeri Demam, nyeri ringan hingga sedang Semua kelompok usia anak Oral, rektal, intravena Obat pilihan pertama untuk demam dan nyeri. Dosis dihitung berdasarkan berat badan. Hindari pemberian melebihi dosis maksimum harian karena dapat menyebabkan hepatotoksisitas.
2 Ibuprofen Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) Menghambat enzim COX-1 dan COX-2 sehingga mengurangi pembentukan prostaglandin Demam, nyeri, inflamasi ringan hingga sedang Umumnya ≥6 bulan Oral Hindari pada anak dengan dehidrasi berat, gangguan ginjal, perdarahan saluran cerna, atau varisela. Sebaiknya diberikan setelah makan.
3 Oralit (ORS) Larutan rehidrasi oral Menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang melalui mekanisme kotranspor glukosa-natrium Diare akut dengan dehidrasi ringan hingga sedang Semua usia Oral Terapi utama diare akut. Tetap lanjutkan ASI atau makanan sesuai usia untuk mencegah malnutrisi.
4 Zinc Mineral esensial Mempercepat regenerasi mukosa usus, memperbaiki fungsi imun, dan mengurangi sekresi usus Diare akut Semua usia sesuai rekomendasi Oral Diberikan selama 10 sampai 14 hari. Menurunkan durasi, keparahan, dan risiko kekambuhan diare.
5 Vitamin D Vitamin larut lemak Meningkatkan absorpsi kalsium dan fosfor serta mineralisasi tulang Pencegahan dan terapi defisiensi vitamin D, rakhitis Semua usia Oral Penting pada anak dengan asupan rendah, paparan sinar matahari terbatas, atau penyakit tertentu.
6 Ferrous sulfate Preparat zat besi Menyediakan besi untuk sintesis hemoglobin dan pembentukan sel darah merah Anemia defisiensi besi Semua usia sesuai indikasi Oral Dosis berdasarkan kandungan besi elemental. Sebaiknya diberikan bersama vitamin C dan dihindari bersamaan dengan susu.
7 Amoksisilin Antibiotik golongan penisilin Menghambat sintesis dinding sel bakteri Otitis media akut, pneumonia, sinusitis bakterial, infeksi saluran kemih tertentu Semua usia sesuai indikasi Oral Antibiotik lini pertama pada banyak infeksi bakteri. Tidak digunakan untuk infeksi virus.
8 Amoksisilin-klavulanat Antibiotik kombinasi Menghambat sintesis dinding sel bakteri dan menghambat enzim beta-laktamase Infeksi bakteri dengan dugaan atau bukti resistensi beta-laktamase Semua usia sesuai indikasi Oral Lebih sering menyebabkan diare dibandingkan amoksisilin. Digunakan bila terdapat indikasi yang jelas.
9 Cefixime Antibiotik sefalosporin generasi ketiga Menghambat pembentukan dinding sel bakteri Infeksi saluran kemih, demam tifoid, dan infeksi bakteri tertentu Umumnya ≥6 bulan sesuai indikasi Oral Tidak menjadi pilihan pertama pada semua infeksi. Penggunaan harus sesuai pedoman antibiotik.
10 Ceftriaxone Antibiotik sefalosporin generasi ketiga Menghambat sintesis dinding sel bakteri Sepsis, meningitis, pneumonia berat, infeksi berat lainnya Semua usia dengan perhatian khusus pada neonatus Intravena, intramuskular Digunakan pada infeksi sedang hingga berat. Pemakaian harus berdasarkan evaluasi klinis dan indikasi yang tepat.
11 Salbutamol Bronkodilator agonis β2 Merelaksasi otot polos bronkus sehingga melebarkan saluran napas Asma, bronkospasme, mengi akibat penyakit saluran napas tertentu Semua usia sesuai indikasi Inhalasi, nebulisasi, oral Merupakan obat pereda gejala. Tidak semua anak dengan batuk atau mengi memerlukan salbutamol.
12 Budesonide inhalasi Kortikosteroid inhalasi Menekan inflamasi kronis saluran napas Asma persisten, mengi berulang Semua usia sesuai indikasi Inhalasi, nebulisasi Digunakan sebagai terapi pengontrol. Mulut perlu dibilas setelah penggunaan untuk mengurangi risiko kandidiasis.
13 Cetirizine Antihistamin generasi kedua Menghambat reseptor histamin H1 Rinitis alergi, urtikaria, pruritus alergi Umumnya ≥6 bulan Oral Efek sedasi lebih ringan dibanding antihistamin generasi pertama dan diberikan sesuai gejala alergi.
14 Nystatin Antijamur poliena Merusak membran sel jamur Kandidiasis oral Semua usia Oral Pengobatan dilanjutkan 48 jam setelah lesi menghilang untuk mencegah kekambuhan.
15 Clotrimazole Antijamur azol Menghambat sintesis ergosterol membran jamur Kandidiasis kulit, tinea, infeksi jamur superfisial Semua usia Topikal Area kulit harus dijaga tetap bersih dan kering. Terapi diteruskan beberapa hari setelah lesi sembuh.
16 Mupirocin Antibiotik topikal Menghambat sintesis protein bakteri Impetigo dan infeksi kulit superfisial akibat bakteri Semua usia Topikal Digunakan hanya pada infeksi lokal. Hindari penggunaan jangka panjang untuk mengurangi risiko resistensi.
17 Permethrin 5% Antiparasit Mengganggu sistem saraf tungau sehingga menyebabkan kematian parasit Skabies Umumnya ≥2 bulan Topikal Semua anggota keluarga dan kontak erat perlu diterapi secara bersamaan untuk mencegah reinfeksi.
18 Simethicone Antiflatulen Mengurangi tegangan permukaan gelembung gas di saluran cerna Perut kembung akibat akumulasi gas Semua usia Oral Dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman akibat gas, tetapi manfaat klinis pada sebagian anak masih bervariasi.
19 Laktulosa Laksatif osmotik Meningkatkan kandungan air dalam lumen usus sehingga melunakkan feses Konstipasi fungsional Semua usia sesuai indikasi Oral Merupakan salah satu terapi lini pertama konstipasi. Tetap perlu memperbaiki pola makan dan asupan cairan.
20 Ondansetron Antiemetik antagonis reseptor 5-HT3 Menghambat refleks muntah melalui blokade reseptor serotonin Muntah akibat gastroenteritis akut atau kondisi tertentu Umumnya ≥6 bulan sesuai indikasi Oral, intravena Digunakan secara selektif untuk mempermudah rehidrasi oral. Tidak diberikan rutin pada seluruh kasus muntah.

Keterangan:

  • Seluruh obat pada tabel ini harus digunakan berdasarkan diagnosis, indikasi klinis, usia, berat badan, serta penilaian dokter atau tenaga kesehatan.
  • Sebagian besar dosis obat pada anak dihitung berdasarkan berat badan atau luas permukaan tubuh, sehingga tidak boleh menggunakan dosis orang dewasa.
  • Antibiotik hanya diberikan pada infeksi bakteri yang terbukti atau sangat dicurigai. Antibiotik tidak bermanfaat pada sebagian besar infeksi virus seperti influenza, batuk pilek, atau common cold.
  • Terapi suportif, meliputi nutrisi yang adekuat, hidrasi, istirahat, imunisasi, dan pemantauan tanda bahaya, tetap merupakan komponen utama tata laksana penyakit pada anak.
  • Penggunaan obat pada anak mengacu pada prinsip penggunaan obat yang rasional untuk meningkatkan efektivitas terapi, mengurangi efek samping, serta menekan terjadinya resistensi antimikroba.
  • Rekomendasi dalam tabel ini mengacu pada pedoman WHO, American Academy of Pediatrics (AAP), British National Formulary for Children (BNFc), European Society for Paediatric Gastroenterology, Hepatology and Nutrition (ESPGHAN), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), serta pedoman terapi infeksi dan farmakoterapi pediatrik terkini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *